Breaking News:

Kontrak Di Atas Angin

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Pemilihan Gubernur semakin mendekat. Warga Jakarta pun punya pilihan masing - masing dalam memilih Gubernur nanti.
Pak Foke dan Pak Jokowi hubungannya semakin menggeser dari yang dulu damai damai saja di putaran pertama dan di putaran kedua ini sudah mulai perang mulut.
Dengan beberapa sindirian yang ada di Video ketika adanya kebakaran di Karet Tengsin, Jakarta Selatan
Gubernur mengatakan " Pilih sapa lu? kalau pilih Jokowi ke solo aja noh..!
ini Gubernur loh....
ketika Pak Jokowi diminta tanggapannya mengenai itu, dengan tenang dan bijaknya Dia mengatakan " Iya serahkan saja kepada panita pemilu DKI".

Saat Pak Jokowi bersama Gembel - Gembel kali Ciliwung, ditantang Pak Foke oleh Pak Jokowi.
berani ga nyebur ke Ciliwung?!
dan Pak Foke jawab, buat apa nyebur di Ciliwung.
saling sindir sudah sering didengar sebab semakin dekatnya pemilihan Gubernur akan dimulai.
Pak Jokowi tentu sebagai orang yang "diserang" oleh partai partai besar dan Pak Jokowi masih menggunakan personal branding.
apakah masih bisa melawan partai partai besar itu?!

Pak Jokowi menanggapi, " kita koalisi dengan rakyat...!
dengan tegas Pak Jokowi ingin membangun koalisi dengan rakyat.
Pak Foke selepas mendapatkan angin segar dari partai PKS bahwa mereka siap memberikan tenaganya untuk menjadikan Pak Foke sebagai Gubernur yang kedua kalinya.

Pak Anas Urbaningrum menyahutnya " Ahlan PKS...".
Golkar dan Demokrat dua partai besar mendukung Pak Foke dalam putaran kedua di Jakarta.
dan tentunya PKS bukan partai besar cuma punya kader cukup solid.
yang kebanyakan orang menyangka bahwa PKS akan mendukung Pak Jokowi ternyata jauh api dari panggang, PKS berbalik arah.

dulu hina hina Pak Foke sekarang sebagai pembantu setianya. Ya itulah politik punya kebijakan masing masing. PKS mengatakan Pak Jokowi tidak hadir ketika diberikan masa untuk membincangkan masalah masa depan Jakarta dan mengatakan Pak Jokowi tidak sejalan dengan PKS.
sebetulnya ditakutkan PKS tidak jauh jauh ialah Pak Jokowi belum habis jadi Gubernur 2017 sudah pindah rel lagi ke wakil Presiden menemani Pak Prabowo.

ketika ditanya ke Pak Jokowi pasal ini, Dia jawab, "Saya belum tahu jadi atau tidak Gubernur dan Saya tidak berani menjanjikan itu semua".
kita sudah tahulah banyak janji janji Politikus yang keluar dari mulutnya hanya untuk mendapatkan suara.
semua itu tidak terbukti. Sampai Pak SBY sekali pun.
janji mereformasi birokrasi.
sampai sekarang masih rusak.
membenahi korupsi Indonesia, mana? mana kontrak yang dulu? Partai Demokrat para pembesarnya kena skandal korupsi.

kok yang dulu memberikan syarat kepada Pak SBY diam saja.
dan partai yang teken kontrak dengan Pak SBY pada waktu itu, senyum senyum saja.
berani turunkan Pak SBY?!
mana berani, Menteri - Menteri mereka masih duduk manis dibangkunya masing masing.
janji itu hutang, bung..!
Silakan Anda turun dari kursimu..! - sebab sudah tidak sejalan dengan Pak SBY.

kontrak dan tidak kontrak omong kosong.
semua sama saja.

ketika mendapatkan dukungan dari PKS dengan senyuman yang indah nampak dari raut Pak Foke sebab kapasitas dia tidak lebih dari Pak Jokowi.
mana ada Pak Foke ditakutkan akan dicalonkan jadi Presiden atau Wakil?!
urus Jakarta saja sudah binggung.
kebakaran itu sudah tiap hari.
masih dipilih juga?!
macet sudah menjadi ciri khas, banjir sudah langganan.
masih mau pilih Dia?

Jangan terlalu banyak spekulasilah dalam bermain politik. Kita hadapi yang ada di depan kita saja dulu.
kontrak di atas angin jangan pernah dilakukan, nanti anda jatuh saudara.



21.29 | Posted in | Read More »

Dianne Breslin: Islam Menjawab Semua Pertanyaanku tentang Tuhan

Dianne Charles Breslin dibesarkan dalam keluarga Katolik yang taat. Ayahnya seorang misionaris. Bahkan, dua orang bibinya biarawati.

Dianne sendiri menghabiskan pendidikannya di sekolah gereja. “Aku dikelilingi doktrinasi soal trinitas. Sepanjang hari, aku melihat salib, para suster, patung Yesus dan Bunda Maria,” tuturnya kepada Islam Religion.

Hingga memejamkan mata, Dianne tiada henti memikirkan konsep trinitas. Konsep yang menjadi titik awal keraguannya dalam mendalami ajaran Kristen. “Yang ada dalam pikiranku, kadang aku tidak berdoa untuk Tuhan yang sebenarnya. Aku berdoa kepada sosok yang mungkin tidak memiliki kekuatan untuk membantuku,” kata dia.

Dianne merasa ragu, setiap kali berdoa dan menyebut nama Bapa, anak dan roh kudus, ia tidak dapat meyakinkan diri apakah doa itu sampai kepada yang Mahakuasa. Ia tidak tahu di mana Tuhan sebenarnya. Ia hanya mengucapkan apa yang diajarkan padanya sedari kecil.

Di ulang tahunnya yang ke-12, sang bunda memberikan Dianne sebuah Alkitab. Sebagai penganut Katolik, ia tidak diperkenankan untuk membaca apa pun selain Katekimus Baltimore.

Namun, Dianne tak mematuhi keharusan tersebut. Ia membaca buku lainnya dengan harapan dapat menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang masih mengganjal hatinya. “Aku tahu betul, buku yang wajib dibaca itu sangat berbelit dan sulit dipahami,” ujarnya.

Memasuki usia 20 tahun, Dianne mulai membaca literatur agama lain seperti Hindu dan Buddha. Namun, ia merasa tidak tertarik dengan ajaran-ajarannya. Menurut Dianne, kedua agama itu terlalu eksotis dan tidak memberikan jawaban yang tepat atas pertanyaannya. “Dalam hal ini, aku coba maksimalkan naluriku untuk mencari kebenaran,” tuturnya.

Lulus kuliah, Dianne melanjutkan studinya ke jenjang S2. Saat itulah, ia pertama kali mendengar tentang Al-Quran.

Seperti kebanyakan warga AS, Dianne tahu Al-Quran itu identik dengan imigran Arab. Dalam bayangannya, imigran Arab itu tak lebih dari sosok misterius yang berusaha merusak peradaban Barat.

“Secara spesifik, aku tidak pernah mendengar tentang Islam. Aku gambarkan imigran Arab itu bermuka masam, memiliki unta dan menetap di padang pasir,” tuturnya.

Studi yang ia tempuh mengharuskan Dianne untuk mempelajari agama lain. Ketika itulah, muncul kembali pertanyaan dalam dirinya. Ia bingung, mengapa Yesus dari Nazareth memiliki mata biru.

Ia coba simpulkan sendiri dengan pengetahuan yang didapat. Hasilnya, Dianne merasa ada sesuatu yang luput. “Melihat sejarah perang Arab-Israel tahun 1967, aku merasa bersimpati dengan bangsa Arab. Walau aku tak tahu alasannya. Ketika memeluk Islam, aku baru sadar, bahwa mereka (Arab) saudara seimanku,” kata dia.

Di usia 35 tahun, Dianne mulai bersinggungan dengan Al-Quran. Itu pun hanya untuk keperluan tugas kuliah. Ia buka Al-Quran, dan membaca Surah Al-Mu’minun ayat 52-54:

“Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.”

Menurut Dianne, ayat yang ia baca ini mengandung kebenaran yang jelas dan kuat. “Sungguh menyedihkan, ketika manusia menolak kebenaran dan terlibat dalam persaingan yang sia-sia. Di sini aku melihat bangsa, kebangsaan, budaya dan bahasa yang beragama itu pada dasarnya hanya menyembah satu Tuhan, pemilik semesta raya,” kata dia.

Kekagumannya pada ayat Al-Quran belum cukup membuat dirinya meninggalkan agama Kristen. Namun, dalam diri Dianne masih terdapat pergulatan batin yang begitu dahsyat. Ia merasa, Bunda Maria, nama yang ia sering sebut saat berdoa, merupakan sosok yang malang. Perempuan itu difitnah lantaran penafsiran keliru.

“Ibuku selalu mengatakan agar aku berdoa kepadanya. Tapi aku paham, orang tuaku sepertinya tidak sadar kalau sebenarnya Maria diberikan kekuatan oleh Tuhan untuk menanggung fitnah itu. Tuhanlah yang menciptakan Maria, maka kepada Tuhanlah seharusnya seseorang memohon pertolongan,” kata dia.

Dianne mengatakan Yesus, atau Isa dalam bahasa Arab tidak pernah sekalipun mengaku sebagai anak Tuhan. Sebaliknya, ia berulang kali menyebutnya sebagai pembawa pesan. Lagi-lagi, Dianne kembali bingung.

Menurut logika Dianne, pernyataan itu sudah cukup untuk memastikan bahwa Yesus adalah Nabi. “Ia datang atas perintah Tuhannya. Posisinya serupa dengan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ia ajak untuk kembali pada-Nya, tempat di mana setiap manusia akan kembali,” kata dia.

“Tidak ada masalah dengan perbedaan fisik di antara mereka. Entah Arab, Yahudi, Kaukasus, bermata biru atau coklat, rambut panjang atau pendek. Semua perbedaan itu jelas tidak relevan atas kehadiran mereka sebagai pembawa pesan Tuhan,” paparnya.

Setiap kali memikirkan Yesus—dan setelah ia mengetahui tentang Islam—Dianne merasa ada benang merah yang kuat bahwa Yesus adalah seorang Muslim, seorang hamba yang tunduk kepada Tuhan yang Mahakuasa. “Dalam sepuluh perintah Tuhan disebutkan, Akulah Tuhan, Allahmu, jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku.”

Sementara, lanjut Dianne, dalam Alquran disebutkan dalam Surah Maryam ayat 88-90, “Dan mereka berkata, ‘Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak’. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat munkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah-belah, dan gunung-gunung runtuh.”

Menurut Dianne, jika setiap orang mengetahui makna La Ilaha Illallah (tiada tuhan selain Allah) maka dapat diketahui persamaan dalam kedua ayat dari kitab tersebut. Namun, distorsi penafsiran membuatnya berbeda. “Sudah sewajarnya distorsi ini diakhiri,” kata dia

Butuh tiga tahun bagi Dianne untuk mendalami Al-Quran sebelum dirinya untuk menyatakan diri menjadi Muslim. Tentu, ia merasa khawatir dengan perubahan yang akan dialaminya, seperti tidak diperbolehkannya seks bebas dan konsumsi minuman keras. “Musik dan dansa bagian dari hidupku. Bikini dan pakaian serba minim merupakan favoritku,” kenang Dianne.

Lantaran merasa ragu, Dianne mencoba untuk menyambangi Islamic Center, yang jaraknya satu jam dari tempat ia tinggal.

Setibanya di masjid—saat itu tengah berlangsung pelaksanaan shalat Jum’at—tidak ada yang bersedia untuk menemui Dianne. Itu karena, Dianne dianggap sebagai mata-mata.

Di tengah fase akhir, Dianne mengalami cobaan. Ayahnya meninggal karena kanker. Ia berada di sisi ayahnya hingga malaikat mau mencabut nyawa. Ia menangis dan takut. Momentum itu membuat Dianne tak sabar untuk memeluk Islam.

Ia pergi ke Mesir setelah kematian ayahnya. Di Negeri Fir’aun itu ia menemukan kebenaran yang ia cari; Tuhan yang satu, kekal abadi, yang tidak pernah dilahirkan ataupun memiliki anak.

“Dalam Al-Quran disebutkan, orang-orang yang terbaik adalah orang-orang yang shaleh. Sebelum anda menjadi shaleh, anda harus mencari siapa Tuhan itu,” kata Dianne yang segera belajar bahasa Arab guna mempermudah dirinya mengkaji Al-Quran.

Dianne mengaku semenjak ia mempelajari Al-Quran, ia tidak lagi ingin mengejar kemewahan dunia. Hobi belanja yang biasa ia lakukan mulai dikurangi. Ia pun ikhlas bila teman dan keluarga meninggalkannya karena statusnya sebagai Muslim. “Jika Tuhan memilih untuk membawa mereka pada Islam, maka jadilah. Tapi aku tahu, bahwa Tuhan memberi apa yang dibutuhkan, tidak kurang dan lebih.”

Kini, ia telah menjadi Muslim. Namun, ia tidak egois. Ia tak ingin menikmati sendiri hidayah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang diberikan padanya. Ia mengharapkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga memberikan hidayah serupa kepada masyarakat Amerika Serikat.

Dianne mengatakan masyarakat Amerika Serikat sudah terlalu stres dengan situasi duniawi. Sudah saatnya mereka untuk menuju kebenaran hakiki, kebenaran yang selama ini dihina, ditolak dan diacuhkan.

“Aku peduli dengan masa depan Amerika Serikat. Aku berdoa kepada Allah Yang Mahakuasa untuk memberikan kesempatan kepada setiap warga Amerika Serikat untuk menerima pesan dari keesaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan cara sederhana,” pungkasnya.

sumber :klik

20.35 | Posted in | Read More »

Presiden: anggaran pendidikan 2013 direncanakan Rp331,8 triliun

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, dalam RAPBN Tahun 2013 anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp331,8 triliun atau naik 6,7 persen.

"Dalam RAPBN Tahun 2013 kita tetap dapat memenuhi lagi amanat konstitusi untuk mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN. Kita bersyukur, dari tahun ke tahun alokasi anggaran pendidikan dapat terus kita tingkatkan. Dan tahun 2013 mendatang kita rencanakan sebesar Rp331,8 triliun atau naik 6,7 persen," kata Presiden ketika menyampaikan keterangan Pemerintah atas RUU tentang RAPBN 2013 beserta Nota Keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Kamis malam.

Pada tahun 2011, anggaran pendidikan telah mencapai Rp266,9 triliun dan tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi Rp310,8 triliun.

Menurut Presiden, anggaran pendidikan yang makin besar itu harus digunakan dengan sebaik-baiknya, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jangkauan pemerataan pendidikan.

"Untuk meningkatkan partisipasi pendidikan di semua jenjang pendidikan, alokasi anggaran pendidikan tetap kita prioritaskan untuk melanjutkan pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi 45,0 juta siswa setingkat SD/MI/Salafiyah Ula dan SMP/MTs/Salafiyah Wustha," katanya.

Selain itu, Pemerintah juga akan memulai pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU), antara lain melalui penyediaan BOS pendidikan menengah bagi 9,6 juta siswa SMA/SMK/MA.

Untuk mendukung pelaksanaan PMU, Pemerintah sedang mempersiapkan penyediaan guru serta pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang diperlukan.

"Pelaksanaan PMU diharapkan dapat meningkatkan APK jenjang menengah, memperkecil disparitas antar daerah, dan memperkuat pelayanan pendidikan vokasi," katanya.

Melalui anggaran pendidikan itu pula, Pemerintah merencanakan pembangunan 216 Unit Sekolah Baru (USB), dan lebih dari 4.550 Ruang Kelas Baru (RKB) SMA/SMK/SMLB.

Pemerintah juga melakukan rehabilitasi ruang-ruang kelas SMA/SMK/MA yang rusak, serta memulai rehabilitasi sekitar 23.000 ruang kelas SMA/SMK yang rusak berat, dan sebanyak 30.350 ruang kelas SD/SMP yang rusak sedang.

"Dengan anggaran pendidikan itu, kita akan melanjutkan penyediaan Bantuan Siswa Miskin (BSM) bagi sekitar 14,3 juta siswa/mahasiswa, dan memberikan beasiswa prestasi bagi sekitar 220 ribu siswa/mahasiswa," katanya.

Sementara untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pada 2013 Pemerintah akan melanjutkan pelaksanaan sertifikasi guru bagi lebih dari 325 ribu guru di sekolah/madrasah.

Ia mengatakan, pelaksanaan sertifikasi akan didahului dengan Uji Kompetensi bagi Guru yang belum bersertifikasi, untuk memastikan bahwa mereka adalah guru dengan kompetensi profesional dan pedagogik yang memadai.

Melalui uji kompetensi ini pula, semua pihak berharap dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan pelatihan bagi guru-guru yang nilainya belum memenuhi syarat.

"Dengan berbagai langkah kebijakan dan program itulah, Insyaallah, pada tahun 2013 mendatang, kita dapat mewujudkan pendidikan yang lebih merata dan lebih berkualitas kepada warga bangsa di seluruh tanah air," katanya.

sumber : klik

20.18 | Posted in | Read More »

Dr Morsi menjenguk saudaranya.

Hari ini President mesir Dr Muhammad morsi menjenguk salah satu kerabat wanitanya yang menderita kangker di rumah sakit Zagazig syarqiyah, beliau datang dengan menggunakan helikopter kepresidenan dan jalan-jalan dijaga dengan ketat oleh para polisi kawasan Zagazig, namun penjagaan disini terasa tidak terlalu ketat sebagaimana penjagaan yang dilakukan oleh president lama Husni Mubarok, warga negara Indonesia yang akan pergi untuk bermain Futsal dilapangan yang baru merasa tidak terganggu dengan kehadiran para penjaga yang sedang mengamankan jalan. ketika itu ada dua helikopter yang lalulalang driatas lapangan, helikopter tersebut mendarat disebuah stadion terdekat yang berdampingan dengan rumah sakit tersebut, kawasan tersebut adalah area yang didomisili oleh kebanyakan warga malaysia dan Indonesia, mereka adalah para [elajar Al Azhar dan kedokteran.

dalam hal kunjungan ini president menyatakan bahwa ini adalah kunjungan pribadi beliau secara khusus dan bukan kegiatan negara.

16.50 | Posted in | Read More »

Mencari Ridha Allah

Penulis : Ahwal Miswari

Imam Syafi'iy pernah berkata: Manusia itu mempunyai tujuan yang tidak terbatas dan aku tidak mempunyai keinginan kecuali selamat menuju jalan kebenaran, Maka berbuatlah apa yang bermanfaat darimu kemudian fokuslah.

Diceritakan bahwa Nabi Musa 'Alaihi salam pernah mengadu kepada Tuhan ia berkata: Wahai Tuhanku sesungguhnya manusia berkata tentangku apa yang tidak ada didalam diriku!. Maka Allah Memberikan wahyu kepadanya: Hai Musa! manusia juga sering demikian terhadapku namun aku tidak ada masalah lalu mengapa engkau bermasalah?.

Malik bin Dinar pernah berkata :
Ketika aku telah mengetahui siapa sebenarnya Manusia Itu, maka Aku tidak pernah senang dengan pujian dari mereka dan Aku tidak pernah membenci olokannya. Malik bin Dinar pun lalu ditanya, Mengapa demikian wahai Syaikh? Ia berkata; pujian Manusia itu selalu melampaui batas begitu juga dengan olokannya.

Imam Syafi'iy berkata: tidaklah salah seorang diantara kalian kecuali mempunyai seorang yang ia sukai dan ia benci, apabila ini menjadi sesuatu yang mutlak maka hendaknya dia selalu bersama dengan orang-orang yang taat kepada Allah Azza wajalla.

Ibnu Jauzy berkata: Orang yang berakal adalah orang yang selalu menjaga Allah tetap disampingnya sekalipun seluru hambanya marah, karena apabila ia menjadikan makhluk selalu disampingnya dan mengeyampingkan Hak Allah, maka Allah akan memutar balikkan hatinya yang tadinya selalu memuji-muji dirinya akan berbalik membencinya.

Seorang lelaki pernah berkata kepada Imam Hasan Al-bashri: Wahai imam sesungguhnya telah banyak Kaum yang duduk dihadapanmu untuk medapatkan wejangan ilmu sebagai petunjuk jalan. Imam Hasan Al-basri lalu berkata: Sungguh celaka wahai engkau! Sesungguhnya aku berupaya merasakan jiwaku didalam surga dan akupun menikmatinya, Begitu pula aku berupaya menikmati terselamatkan dari api neraka dan akupun menikmatinya, namun ketika aku berupaya untuk menikmati terselamatkan dari manusia akupun tidak mendapatkan jalan untuk itu. Karena manusia tidak pernah rida kepada pencipta dan pemberi rezekinya lalu bagaimana mereka bisa rida sesama mereka!?.

Banyak ibroh yang bisa kita petik dari pengalaman hidup orang-orang sholeh kita dahulu karena orang-orang yang sholeh lebih mengetahui apa yang mesti mereka lakukan terhadap dirinya, maka mereka hanya mencari Ridha Allah daripada ridha manusia.


15.08 | Posted in | Read More »

Minyak dan Agama

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Di negara mana pun minyak dan agama sesuatu yang urgent untuk menjadi sebuah negara yang bermartabat.
sebuah negara kalau ingin memajukan teknologi maka minyak solusi yang terbaik.
minyak itu 70% ada di negara negara yang penduduknya mayoritas Muslim.
cuma pertanyaannya,
Apakah mereka merasakan hasil atau royalti dari minyak yang mestinya mereka dapatkan?!
tentu jawaban terbaik, tidak!.

Minyak yang menjadi sumber kemajuan bangsa masih dikuasi oleh Barat.
mereka selalu meintervensi negara negara Muslim.
dengan pura pura menjadi pejuang teroris, padahal mereka datang ke negara negara yang banyak minyak.
seperti : Iraq, Afganistan, Sudan, Libia.
tujuan yang utama penguasaan minyak dalam negara itu.
bukan untuk menjadi pejuang teroris atau membela kaum lemah,
itulah Barat.

Siapa yang menguasai minyak maka dia akan menjadi negara kuat,
dan Timur Tengah adalah tempat minyak dunia yang terbaik.
sebab itu intervensi Amerika dan Barat tak akan melepaskan peluang yang ada.
dari permasalahan di Libia yang baru baru ini, sebab Libia banyak minyak.
bahkan dinyatakan sebagai minyak terbaik dunia.

NATO datang sebagai "pahlawan" yang memerdekan Libia dari ganasnya Gadafi.
cuma itu hanyalah konspirasi mereka untuk menguasai minyak negara itu.
dan membantu dengan jargon : " Membela yang lemah adalah kewajiban kami negara superpower "

Yang jadi pertanyaan adalah, kenapa Amerika atau Barat diam tanpa suara melihat pembunuhan yang terjadi di Suriah sampai saat ini?
sebab Suriah negara yang kurang minyak tidak sebanyak yang ada di Libia.
jadi Amerika tak dapat untung, maka mereka tidak mau membantu revolusi Suriah.

Jadi sebab itulah minyak adalah yang dicari cari oleh dunia untuk memajukan negara negara mereka.
selain minyak, agama adalah alasan yang kuat kenapa Amerika ingin melakukan konspirasi yang kokoh di Timur Tengah.
supaya orang orang phobia ketika mendengar Islam.
yang tergambar adalah pembunuhan, teroris, peperangan.

Cuma konspirasi yang diberikan Amerika kepada negara negara Muslim sungguh terasa dan sangat nampak kalau kita terus mengamati dan menganalisa perkembangan
di Timur Tengah sampai sekarang.
kita sadar akan konspirasi itu, cuma kita menikmatinya sampai sekarang.
dengan sikap tidak peduli kepada saudara kita di Suriah dan negara negara yang dijajah oleh Barat.
dan melakukan provokasi di negara negara Muslim.
cuma di antara kita banyak yang menikmati konspirasi itu.

selamat...!!!
anda menikmati konspirasi Amerika wahai Muslimin.

06.17 | Posted in | Read More »

Maurice Bucaille, Meneliti Mumi Fir'aun dan Memutuskan untuk Masuk Islam

Suatu hari di pertengahan tahun 1975, sebuah tawaran dari pemerintah Prancis datang kepada pemerintah Mesir. Negara Eropa tersebut menawarkan bantuan untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Tawaran tersebut disambut baik oleh Mesir. Setelah mendapat restu dari pemerintah Mesir, mumi Firaun tersebut kemudian digotong ke Prancis. Bahkan, pihak Prancis membuat pesta penyambutan kedatangan mumi Firaun dengan pesta yang sangat meriah.

Mumi itu pun dibawa ke ruang khusus di Pusat Purbakala Prancis, yang selanjutnya dilakukan penelitian sekaligus mengungkap rahasia di baliknya oleh para ilmuwan terkemuka dan para pakar dokter bedah dan otopsi di Prancis. Pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama dalam penelitian mumi ini adalah Prof Dr Maurice Bucaille.

Bucaille adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920. Bucaille memulai kariernya di bidang kedokteran pada 1945 sebagai ahli gastroenterology. Dan, pada 1973, ia ditunjuk menjadi dokter keluarga oleh Raja Faisal dari Arab Saudi.

Tidak hanya anggota keluarga Raja Faisal yang menjadi pasiennya. Anggota keluarga Presiden Mesir kala itu, Anwar Sadat, diketahui juga termasuk dalam daftar pasien yang pernah menggunakan jasanya.

Namanya mulai terkenal ketika ia menulis buku tentang Bibel, Alquran, dan ilmu pengetahuan modern atau judul aslinya dalam bahasa Prancis yaitu La Bible, le Coran et la Science di tahun 1976.

Ketertarikan Bucaille terhadap Islam mulai muncul ketika secara intens dia mendalami kajian biologi dan hubungannya dengan beberapa doktrin agama. Karenanya, ketika datang kesempatan kepada Bucaille untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun, ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menguak misteri di balik penyebab kematian sang raja Mesir kuno tersebut.

Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet.

Penemuan tersebut masih menyisakan sebuah pertanyaan dalam kepala sang profesor. Bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang lain, padahal dia dikeluarkan dari laut?

Prof. Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern, dengan judul aslinya, Les momies des Pharaons et la midecine. Berkat buku ini, dia menerima penghargaan Le prix Diane-Potier-Boes (penghargaan dalam sejarah) dari Academie Frantaise dan Prix General (Penghargaan umum) dari Academie Nationale de Medicine, Prancis.

Terkait dengan laporan akhir yang disusunnya, salah seorang di antara rekannya membisikkan sesuatu di telinganya seraya berkata: ”Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini”. Bucaille awalnya mengingkari kabar ini dengan keras sekaligus menganggapnya mustahil.

Menurutnya, pengungkapan rahasia seperti ini tidak mungkin diketahui kecuali dengan perkembangan ilmu modern, melalui peralatan canggih yang mutakhir dan akurat.

Hingga salah seorang di antara mereka berkata bahwa Alquran yang diyakini umat Islam telah meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian diselamatkannya mayatnya.

Ungkapan itu makin membingungkan Bucaille. Lalu, dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.

Ia duduk semalaman memandang mayat Firaun dan terus memikirkan hal tersebut. Ucapan rekannya masih terngiang-ngiang dibenaknya, bahwa Alquran–kitab suci umat Islam–telah membicarakan kisah Firaun yang jasadnya diselamatkan dari kehancuran sejak ribuan tahun lalu.

Sementara itu, dalam kitab suci agama lain, hanya membicarakan tenggelamnya Firaun di tengah lautan saat mengejar Musa, dan tidak membicarakan tentang mayat Firaun. Bucaille pun makin bingung dan terus memikirkan hal itu.

Ia berkata pada dirinya sendiri. ”Apakah masuk akal mumi di depanku ini adalah Firaun yang akan menangkap Musa? Apakah masuk akal, Muhammad mengetahui hal itu, padahal kejadiannya ada sebelum Alquran diturunkan?”

Prof Bucaille tidak bisa tidur, dia meminta untuk didatangkan Kitab Taurat (Perjanjian Lama). Diapun membaca Taurat yang menceritakan: ”Airpun kembali (seperti semula), menutupi kereta, pasukan berkuda, dan seluruh tentara Firaun yang masuk ke dalam laut di belakang mereka, tidak tertinggal satu pun di antara mereka”.

Kemudian dia membandingkan dengan Injil. Ternyata, Injil juga tidak membicarakan tentang diselamatkannya jasad Firaun dan masih tetap utuh. Karena itu, ia semakin bingung.

Berikrar Islam
Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Akan tetapi, tidak ada keputusan yang mengembirakannya, tidak ada pikiran yang membuatnya tenang semenjak ia mendapatkan temuan dan kabar dari rekannya tersebut, yakni kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut. Dia pun memutuskan untuk menemui sejumlah ilmuwan otopsi dari kaum Muslimin.

Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa, perbuatan yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya pada Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.

Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya membuka mushaf Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: ”Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS Yunus: 92).

Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya menyeru dengan lantang: ”Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Alquran ini”.

Ia pun kembali ke Prancis dengan wajah baru, berbeda dengan wajah pada saat dia pergi dulu. Sejak memeluk Islam, ia menghabiskan waktunya untuk meneliti tingkat kesesuaian hakikat ilmiah dan penemuan-penemuan modern dengan Alquran, serta mencari satu pertentangan ilmiah yang dibicarakan Alquran.

Semua hasil penelitiannya tersebut kemudian ia bukukan dengan judul Bibel, Alquran dan Ilmu Pengetahuan Modern, judul asli dalam bahasa Prancis, La Bible, le Coran et la Science. Buku yang dirilis tahun 1976 ini menjadi best-seller internasional (laris) di dunia Muslim dan telah diterjemahkan ke hampir semua bahasa utama umat Muslim di dunia.

Karyanya ini menerangkan bahwa Alquran sangat konsisten dengan ilmu pengetahuan dan sains, sedangkan Al-Kitab atau Bibel tidak demikian. Bucaille dalam bukunya mengkritik Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan penurunannya diragukan.

sumber : klik

01.25 | Posted in | Read More »

Blog Archive