Breaking News:

Cara Menambahkan Tabview Section Pada Sidebar Blog

Terkadang ada untungnya ketika disuruh membuat blog oleh saudara. Meski dibayar ku nuhun alias gratis tapi selalu dapat ilmu baru tatkala mengobrak-abrik template. Seperti kejadian sekitar dua bulan lalu ketika membuat blog ini, ada tiga temuan yang bermanfaat dan menjadi perbendaharaan ilmu ngeblog saya, salah satunya adalah membuat Tabview Section.

Dibandingkan dengan Tabview Widget, yang cukup merepotkan ketika melakukan pengisian kontennya karena berada dalam satu widget, Tabview Section lebih mudah dan praktis karena selain bisa terdiri dari beberapa widget dalam satu Tabmenu, juga bisa memasukkan gadget tipe non-HTML/JavaScript sehingga membuat kita leluasa dalam mengisikan konten-konten kedalam widget-widget tersebut.

Lalu bagaimana cara membuat Tabview Section ini? Caranya gampang saja, kamu tinggal mengikuti langkah-langkah berikut. Kelihatannya memang ribet karena penjelasannya cukup panjang, tapi jika dipraktekkan akan terasa mudah. Coba saja...

Langkah Pertama
  • Login ke akun Blogger kamu.
  • Dari halaman Dasbor, pilih Rancangan - Edit HTML.
  • Lakukan duplikasi template untuk berjaga-jaga jika terjadi masalah.
  • Cari kode ]]></b:skin> (gunakan Control F atau F3).
  • Kopi CSS berikut lalu tempelkan (paste) di atas kode ]]></b:skin> tadi (sebaiknya diletakkan di bawah CSS untuk sidebar)
    /*-- Tabview Section -- */
    .tabs-widget {
    list-style:none;
    list-style-type:none;
    margin:0;
    padding:0;
    height:24px;
    border-bottom:1px solid #A4A4A4;
    }
    .tabs-widget li {
    list-style:none;
    list-style-type:none;
    margin:0 0 0 4px;
    padding:0;
    float:left;
    }
    .tabs-widget li:first-child {margin:0}
    .tabs-widget li a {
    background-color:#d4d4d4;
    color:#000;
    text-shadow:1px 1px 1px #fff;
    border-top-left-radius:7px;
    border-top-right-radius:7px;
    -moz-border-radius-topleft:7px;
    -moz-border-radius-topright:7px;
    -khtml-border-radius-topleft:7px;
    -khtml-border-radius-topright:7px;
    -webkit-border-top-left-radius:7px;
    -webkit-border-top-right-radius:7px;
    border-right: 2px solid #adadad;
    padding:5px 10px;
    display:block;
    text-decoration:none;
    font:bold 11px Arial,Helvetica,Sans-serif;
    text-transform:uppercase;
    }
    .tabs-widget li a:hover,.tabs-widget li a.tabs-widget-current {
    background-color:#A4A4A4;
    color:#000;
    text-shadow:1px 1px 1px #fff;
    border-top-left-radius:7px;
    border-top-right-radius:7px;
    -moz-border-radius-topleft:7px;
    -moz-border-radius-topright:7px;
    -khtml-border-radius-topleft:7px;
    -khtml-border-radius-topright:7px;
    -webkit-border-top-left-radius:7px;
    -webkit-border-top-right-radius:7px;
    border-right: 2px solid #adadad;
    text-decoration:none;
    }
    .tabs-widget-content {margin-top:5px; background:#F4F4F4}
    .tabviewsection {margin:0 0 2px 0}
  • Setelah itu letakkan sumber script berikut di bawah ]]></b:skin>.
    <script src='http://enes-sc.googlecode.com/files/jquery151.js' type='text/javascript'/>
    <script src='http://enes-sc.googlecode.com/files/tabsectionplugin.js' type='text/javascript'/>
    Catatan:
    • Bagi yang menggunakan frame work dari mootools, letakkan script tersebut di bawah script mootools.
    • Bagi yang menggunakan script jQuery, seperti pada perintah Top/Down Page, hapus salah satunya.
  • Kemudian cari kode untuk widget sidebar, seperti berikut:
    <b:section class='sidebar' id='sidebar1' preferred='yes'>
  • Setelah ketemu, kopi dan tempelkan script berikut di atasnya:
    <div class='tabviewsection'>

    <script type='text/javascript'>
    jQuery(document).ready(function($){
    $(&quot;.tabs-widget-content-widget-enes_sc-01-id&quot;).hide();
    $(&quot;ul.tabs-widget-widget-enes_sc-01-id li:first a&quot;).addClass(&quot;tabs-widget-current&quot;).show();
    $(&quot;.tabs-widget-content-widget-enes_sc-01-id:first&quot;).show();

    $(&quot;ul.tabs-widget-widget-enes_sc-01-id li a&quot;).click(function() {
    $(&quot;ul.tabs-widget-widget-enes_sc-01-id li a&quot;).removeClass(&quot;tabs-widget-current a&quot;);
    $(this).addClass(&quot;tabs-widget-current&quot;);
    $(&quot;.tabs-widget-content-widget-enes_sc-01-id&quot;).hide();
    var activeTab = $(this).attr(&quot;href&quot;);
    $(activeTab).fadeIn();
    return false;
    });
    });
    </script>

    <ul class='tabs-widget tabs-widget-widget-enes_sc-01-id'>
    <li><a href='#widget-enes_sc-01-id1'>Tabmenu 1</a></li>
    <li><a href='#widget-enes_sc-01-id2'>Tabmenu 2</a></li>
    <li><a href='#widget-enes_sc-01-id3'>Tabmenu 3</a></li>
    <li><a href='#widget-enes_sc-01-id4'>Tabmenu 4</a></li>
    </ul>

    <div class='tabs-widget-content tabs-widget-content-widget-enes_sc-01-id' id='widget-enes_sc-01-id1'>
    <b:section class='sidebar' id='sidebartab1' showaddelement='yes'>
    <b:widget id='HTML73' locked='false' title='' type='HTML'/>
    </b:section>
    </div>

    <div class='tabs-widget-content tabs-widget-content-widget-enes_sc-01-id' id='widget-enes_sc-01-id2'>
    <b:section class='sidebar' id='sidebartab2' showaddelement='yes'>
    <b:widget id='HTML74' locked='false' title='' type='HTML'/>
    </b:section>
    </div>

    <div class='tabs-widget-content tabs-widget-content-widget-enes_sc-01-id' id='widget-enes_sc-01-id3'>
    <b:section class='sidebar' id='sidebartab3' showaddelement='yes'>
    <b:widget id='HTML75' locked='false' title='' type='HTML'/>
    </b:section>
    </div>

    <div class='tabs-widget-content tabs-widget-content-widget-enes_sc-01-id' id='widget-enes_sc-01-id4'>
    <b:section class='sidebar' id='sidebartab4' showaddelement='yes'>
    <b:widget id='HTML76' locked='false' title='' type='HTML'/>
    </b:section>
    </div>

    </div><!-- end tabviewsection -->
    <div style='clear:both;'/>

    Catatan:
    • Ubahlah judul Tabmenu 1, Tabmenu 2, Tabmenu 3, dan Tabmenu 4 sesuai dengan judul menu yang diinginkan.
    • Jika sidebar blog kamu kecil, hapuslah salah satu Tabmenu dengan cara menghapus kode, misalnya Tabmenu4:
      <li><a href='#widget-enes_sc-01-id4'>Tabmenu 4</a></li>

      dan kode:
      <div class='tabs-widget-content tabs-widget-content-widget-enes_sc-01-id' id='widget-enes_sc-01-id4'>
      <b:section class='sidebar' id='sidebartab4' showaddelement='yes'>
      <b:widget id='HTML76' locked='false' title='' type='HTML'/>
      </b:section>
      </div>
    • Jika ingin menambahkan, tambahkan kode-kode seperti pada cara penghapusan, hanya saja kamu harus mengubah id4 menjadi id5, id6, dst. Juga pada id='sidebartab4' harus diubah menjadi sidebartab5, sidebartab6, dst. Begitu juga pada id='HTML76' harus diubah menjadi HTML77, HTML78, dst.
  • Simpan hasil kerjaan kamu. Jika ingin melihat hasil sementara, lakukan pratinjau, hasilnya akan tampak seperti ini:

Langkah Kedua
  • Setelah disimpan, klik Elemen Laman
  • Perhatikan perubahan yang terjadi, seperti gambar berikut:
  • Edit atau masukkan widget-widget yang kamu kehendaki pada blok-blok Tabmenu yang ada.
    Catatan:
    • Pada setiap Blok Tabmenu, kamu bisa menambahkan lebih dari satu widget, termasuk yang non-HTML/JavaScript (bawaan blogger).
    • Jika ukuran tinggi widget pada setiap blok ingin berukuran sama, lakukan pengeditan pada HTML template. Caranya seperti membuat scrol pada bloglist, yaitu dengan mengubah kode:
      <div class='widget-content'>

      menjadi:
      <div class='widget-content' style='overflow:auto; height:250px'>
  • Jika sudah selesai, ucapkan alhamdulillah...

Ok, segitu aja informasinya, sob... Semoga bermanfaat...
Catatan Tambahan:
Jika kamu ingin membuat Tabview Section ini lebih dari satu, seperti pada blog ini, kamu tinggal mengkopikan script ketiga dan meletakkannya di tempat yang kamu inginkan. Hanya saja kode sc-01 harus kamu ubah menjadi sc-02, sc-03, dst.
Ditulis oleh

12.13 | Posted in | Read More »

Apakah Rasulullah mengerjakan shalat dhuha?

بسم الله الرحمن الرحيم
وَالضُّحَى. وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى. مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى. وَلَلآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الأُولَى. وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى. أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى. وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَى. وَوَجَدَكَ عَائِلا فَأَغْنَى. فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلا تَقْهَرْ. وَأَمَّا السَّائِلَ فَلا تَنْهَرْ. وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ.

Terjemah: Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi, Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu, dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur). Qs: 93.

Makna kalimat:
تَقْهَرْ
عَائِلا
آوَى
قَلَىٰ
وَدَّعَكَ
سَجَىٰ
ٱلضُّحَىٰ

1-                   ٱلضُّحَىٰ waktu menjelang tengah hari (kurang lebih pukul 10.00): kira-kira pukul 10.00 ia melakukan shalat[1].
2-                   سَجَىٰ (غطى) Meliputi. Ada ungkapan Rasulullah mengatakan tentang kisah nabi Musa dan Khaidir dengan kalimat “فوجد رجلا مسجى”.[2]
3-                   وَدَّعَكَ / تركك “Meninggalkanmu”
4-                   قَلَىٰ / أبغض “Benci” Adapun makna firman Allah: وَمَا قَلَى adalah: Allah tidak akan pernah membenci engkau wahai Muhammad semenjak Allah mencintaimu.
5-                   آوَى Rasulullah mengatakan: Aku dalam pemeliharaan pamanku Abi Thalib[3].
6-                   عَائِلا / فقيرا “Fakir”
7-                   تَقْهَرْ “Buruk dalam berinteraksi”[4]. Ada juga yang membacanya dengan: تكهر [5].

Hadits-hadits yang menyeru untuk melaksanakan Shalat Dhuha.

عن أبي ذررضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال :
(يُصبح على كل سُلّامى من أحدكم صدقة ، فكل تسبيحة صدقة، و كل تحميدة صدقة ، و كل تهليلة صدقة، و كل تكبيرة صدقة ، و نهي عن المنكر صدقة ، و يُجزي من ذلك ركعتان يركعُهُما من الضحى).

Terjemahnya: Dari Abi Dzar Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam berkata: Yang akan menjadikan semua persendian salah satu diantara kamu itu bersinar adalah "sedekah", maka semua tasbih, pujian, tahlil, takbir, melarang orang berbuat kemungkaran adalah "sedekah", dua rakaat sholat dhuha itu adalah bahagian dari sedekah. Hr. Imam Muslim.[6] 

روى الإمام أحمد من حديث بريدة رضى الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: في الإنسان ثلاثمائة وستون مفصلا فعليه أن يتصدق عن كل مفصل منه بصدقه, قالوا: ومن يطيق ذلك يا نبي الله؟ قال: النخامة في المسجد تدفنها والشىء تنحيه عن الطريق فإن لم تجد فركعتا الضحى تجزئك.
Terjemahnya: Diriwayatkan oleh imam Ahmad dari haditsnya Baridah Radiyallahu Anhu. Baridah berkata: Aku mendengar Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam berkata: Pada setiap diri manusia itu ada 360 persendian, maka bagi setiap persendian itu ada sedekahnya, para sahabat bertanya: Maka siapakah yang menanggung semua sedekah itu wahai Rasulullah?. Rasulullah menjawab: Membersihkan dahak yang terdapat dimasjid dan membersihkan hal-hal yang mengganggu dijalan, maka jika kamu tidak mendapati hal sedemikian itu, maka shalat dhuha dua rakaat cukup bagimu.

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ يَعْنِي ابْنَ صَالِحٍ ، عَنْ أَبِي الزَّاهِرِيَّةِ ، عَنْ كَثِيرِ بْنِ مُرَّةَ ، عَنْ نُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ الْغَطَفَانِيِّ ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : " يَا ابْنَ آدَمَ ، لَا تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ ، أَكْفِكَ آخِرَهُ .
Terjemahnya: Abdurrahman bin Mahdy dan Mu’awiyah (Maksudnya) Ibnu Shalih bercerita kepada kami, dari Abi Al Zahiriyah, dari Katsir bin Murrah, dari Na’im bin Hamar Al Ghatthaniy, bahwasanya Hamar Al Ghatthaniy telah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam berkata: Allah Subhanahu Wata’ala berfirman: Wahai bani Adam, janganlah engkau lalai dari mengerjakan shalat empat rakaat diawal siang hari, aku akan mencukupkan engkau diakhirnya.

Ada orang bertanya: Apakah  Rasulullah mengerjakan shalat dhuha?

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam selalu mengerjakan Shalat Dhuha.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari jalur Mu’az, bahwa Mu’az bertanya kepada Sayyidah ‘Aisyah tentang jumlah bilangan Shalat Dhuha yang dikerjakan oleh rasulullah. ‘Aisyah mengatakan bahwa Rasulullah mengerjakan Shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan menambahnya jika ia menghendaki lebih dari empat rakaat[7].

Apakah boleh shalat dhuha berjama’ah?

Shalat dhuha adakalanya boleh dilakukan berjama’ah dan tidak memperbanyak rakaat. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim: Dari ‘Utban bin Malik bahwa Rasulullah takbir hendak melaksanakan shalat dhuha dan kami berbaris dibelakangnya, Rasulullah shalat sebanyak dua rakaat kemudian ia salam dan kami pun salam[8].

Allahu ‘Alam.
Ditulis Oleh: Muhammad Syafi'i Tampubolon

[1] Kamus Bahasa Indonesia
[2] Tafsir Juz Amma Jilid 1 karangan Abi Abdillah Musthafa ibnu Al Adawy halaman: 382 cetakan Maktabah Makkah.
[3] Maani Al Quran Jilid 3 halaman 274 Karangan Aby Zakariya Yahya ibnu Ziyad Al Farra’ Cetakan Maktabah Usrah.
[4] Ibid 2
[5] Ibid 3
[6] Ibid 2
[7] Ibid 2
[8] Ibid 2

06.33 | Posted in | Read More »

Kepala Suku Asmat dan Keluarganya Memeluk Islam.

Imam Masjid Istiqlal, Ustadz Ali Hanafiah (kanan), membimbing Kepala Suku Asmat Papua, Umar Abdul Kayimter (kiri), saat membaca dua kalimat Syahadat di Masjid Darussalam, Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (19/2).

Kepala suku Asmat beserta keluarganya dari Kampung Per, Merauke, Papua, mengikrarkan diri memeluk Islam. Ikrar mereka ini seakan menjadi tanda geliat syiar Islam di Indonesia Timur.

Dengan didamping ustaz Fadhlan Garamatan dan Imam Masjid Istiqlal, Ali Hanayiah, satu keluarga yang terdiri dari Sinansius Kayimpter (ayah), Agnes Atem (ibu) dan Ruben Siwir (anak) mengucapkan dua kalimat syahadat dalam suasana khidmad yang berlangsung di Masjid Darussalam, Jati Bening, Bekasi, Ahad (19/2).

Secara terbata-bata, Sinansius mengucapkan dua kalimat syahadat. Disusul istrina Agnes dan anaknya, Ruben. Untuk Ruben, ia mengalami kesulitan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dengan lancar. Entah karena terharu, Ruben akhirnya tak kuasa menahan tangis. Ia pun tidak melanjutkan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

“Ya, Insya Allah. Nanti kalau sudah dewasa, ia bisa kita bimbing untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Untuk itu, diharapkan Orang tua dan kakaknya membimbingnya untuk lebih dulu mengenalkannya pada Islam,” papar Ali.

Ritual pun berakhir. Kumandang takbir pun menggema di dalam Masjid. ”Alhamdulillah, Allahuakbar,” kata jamaah yang kebutulan hadir dalam acara tersebut.

Tak lama, acara selanjutnya diumumkan bahwa ketiganya memutuskan mengganti nama. Nama itu dipilih oleh ketiganya. Sinansius mengubah namanya menjadi Umar Abdullah Kayimter, istrinya mengubah nama menjadi Aisyah Khaerunissa Atem, dan putranya menjadi Salim Abdullah Siwir.

“Kami telah mengusulkan sejumlah nama kepada keluarga ini. Tapi tetap mereka yang memilih nama Muslimnya sendiri,” ungkap Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Darussalam, Baharuddin Wahab.
Sumber

13.07 | Posted in | Read More »

Tiket Ujian Al-Azhar senilai 70% kehadiran

Mahasiswa yang berkuliah di kampus Universitas Al-Azhar selama ini memang tidak diwajibkan untuk hadir di perkuliahan. Hanya beberapa fakultas saja yang mensyaratkan kehadiran mahasiswanya sebagai syarat mengikuti ujian/kelulusan. Namun, Fakultas Ushuluddin di Universitas Al-Azhar Kairo mulai menetapkan kebijakan baru terkait kehadiran mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan.

Sehubungan dengan hal tersebut, pada hari Sabtu tanggal 25 Februari 2012, Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo untuk putra, Prof. Dr. Bakr Zaki Iwadh mengundang seluruh mahasiswa asing di fakultas tersebut untuk melakukan pertemuan. Bertempat di Auditorium Al-Imam al-Dzahabi pertemuan tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa asing dari semua jurusan dan tingkat.

Pada kesempatan tersebut Prof. Dr. Bakr Zaki Iwadh mensosialisasikan beberapa kebijakan berikut:
• Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo untuk putra akan memberlakukan absensi kehadiran perkuliahan bagi mahasiswa asing di setiap jam mata kuliah terhitung mulai hari Selasa, 28 Februari 2012
• Prosentase minimal kehadiran mahasiwa sebagai syarat mengikuti ujian adalah 70 % dari total pertemuan kuliah.
• Ujian tulis untuk Term II Tahun Akademik 2011/2012 akan dilaksanakan pada 28 Mei 2012, sedangkan ujian lisan dimulai dua minggu sebelum ujian tulis.

Dekan Fakultas Ushuluddin juga menyampaikan beberapa hal penting antara lain:
• Himbauan kepada mahasiswa asing agar melengkapi data diri, khususnya alamat tinggal di Mesir.
• Pihak kuliah akan memberikan bantuan diktat kuliah bagi mahasiswa yang kurang mampu dengan mengajukan permohonan tertulis. (/fz)

08.36 | Posted in | Read More »

HAKIKAT KEYAKINAN WIHDATUL WUJUD DAN PELOPORNYA

Koran Tribun Timur Makassar, Jum'at, 23 Januari 2009, menurunkan artikel Supa Atha'na (Tokoh Syiah di Makassar dan Direktur Iranian Corner Universitas Hasanuddin (ICU) Makassar) dalam tribun opini dengan judul "Assikalaibineng, Refleksi Pemikiran Muslim Persia", di dalam artikel itu Supa Atha'na ingin menegaskan bahwa orang persia punya peran yang sangat besar dalam proses islamisasi di daerah-daerah yang bersuku Bugis-Makassar, dia menyebutkan:
"Sementara disebutkan bahwa sayid Jamaluddin Kubra Al Husein adalah kakek dari walisongo di tanah jawa, yang kelahiran samarkand, Persia datang ke tanah Bugis, Tosara-Wajo, adapun tahun kedatangannya banyak versi, tapi umumnya menyebutkan seputar tahun 1300-an. Bandingkan dengan kedatangan datuk Ribandang, datuk Patimang dan Datuk Ditiro yang disebut-sebut penyebar Islam di tanah Bugis-Makassar kedatangannya sekira tahun 1600. Ada 300 tahun jarak di antara mereka."
Untuk menguatkan pernyataan itu ia mendatangkan bukti dengan menyebutkan kutipan buku bacaan orang tua bugis makassar yang berjudul "Assikalaibineng" yang di dalamnya tertulis "Allah Taala Mabberattemu Muhamma' mappenedding Ali mappugau Patima ttarimai" namun parahnya dia terjemahkan kosa kata bahasa bugis tadi secara terang-terangan dan ia mengatakan:
"Allah Taala yang bersetubuh, Muhammad yang merasakan, Ali yang berbuat, fatimah yang menerimanya. Antara Allah, Rasulullah, Ali dan Fathimah adalah sebuah kemanunggalan atau dalam istilah tasawwuf disebut Wahdatul Wujud. Pengertian sederhana wahdatul wujud adalah bersatunya Tuhan dengan manusia yang telah mencapai hakiki atau dipercaya telah suci.

Ada pun guru besar pertama konsep wahdatul wujud adalah Husain Ibn Mansyur al Hallaj, yang kesohor dengan sebutan al Hallaj, sufi Persia lahir pada 26 maret 866 M. konsep wahdatul wujud itu bersumber dan berkembang dari tradisi pemikiran Islam Persia."
Supa Atha'na (Direktur Iranian Corner Universitas Hasanuddin Makassar)

Di kantor LPPI Makassar ada buku yang berjudul "Assikalaibineng" yang dia maksud, dan betul apa yang dia tulis dengan apa yang ada dalam buku itu. namun yang perlu diketahui bahwa penulis buku itu tidak beraliran Syiah, ia hanya mengutip dan mengumpul-ngumpulkan manuskrip-manuskrip lontara yang menjadi bahan bacaan sebagai panduan berhubungan badan suami-istri orang-orang tua zaman dulu Bugis-Makassar, karena dalam buku itu juga disebutkan tentang Abu Bakar, Umar dan Utsman yang mereka merupakan Khulafa' Rasyidun bersama dengan Ali bin Abi Thalib.

Penulis buku "Assikalaibening" tidaklah beraqidah Syiah yang dimana dalam Aqidah Syiah 3 sahabat nabi (Abu Bakar, Umar dan Utsman) sangat dibenci dan bahkan dikafirkan. Dan mungkin karena kurangnya ilmu agama yang dimiliki sang penulis, banyak dalam buku itu praktek-praktek hubungan badan dengan bentuk dan bacaan-bacaan yang aneh dan sama sekali tidak diajarkan oleh agama Islam, bahkan hal yang sangat sensitif yang berkaitan dengan aqidah-pun dia tidak seleksi dari manuskrip-manuskrip lontara tadi.

Namun Supa Atha'na memanfaatkan keteledoran penulis buku untuk dia dijadikan rujukan atas pernyataannya dari judul artikel yang dia tulis "Assikalaibineng, Refleksi Pemikiran Muslim Persia", di akhir tulisan, Supa Atha'na memberikan kesimpulan "Dengan pemaparan di atas maka sebagai kesimpulan bahwa yang mengajarkan konsep Assikalaibineng adalah muslim dari negeri persia"

Penjelasan Terhadap Aqidah Wahdatul Wujud, berikut kami kutipkan dari tulisan Ustadz Muhammad Ashim bin Musthafa dari situs almanhaj.or.id (http://almanhaj.or.id/content/2769/slash/0)

HAKIKAT KEYAKINAN WIHDATUL WUJUD DAN PELOPORNYA

Keyakinan wihdatul wujud, merupakan pemahaman ilhadiyah (kufriyah) yang muncul setelah dipenuhi dengan keyakinan hulul. Yaitu, dalam istilah Jawa disebut manunggaling kawula lan gusti. Artinya, bersatunya makhluk dengan Tuhan, pada sebagian makhluk. Tidak ada keterpisahan antara keduanya. Muaranya, segala yang ada merupakan penjelmaan Allah Azza wa Jalla. Tidak ada wujud selain wujud Allah. Hingga akhirnya berpandangan, tidak ada sesuatu pun di alam semesta ini, kecuali Allah. Pemikiran sesat seperti ini, tidak lain kecuali berasal dari keyakinan Budha dan kaum Majusi.[1]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, bahwa mereka (orang-orang yang berkeyakinan dengan aqidah wihdatul wujud) telah melakukan ilhad (penyimpangan) dalam tiga prinsip keimanan (iman kepada Allah, RasulNya dan hari Akhirat). Menurut Syaikhul Islam, dalam masalah iman kepada Allah, mereka menjadikan wujud makhluk merupakan wujud Pencipta itu sendiri. Sebuah ta'thil (penghapusan sifat-sifat Allah) yang sangat keterlaluan.[2]

Pemahaman seperti ini sungguh sangat nista dan kotor. Karena, konsekwensinya berarti seluruh keburukan, binatang-binatang najis, kejahatan, iblis, setan dan perihal buruk lainnya merupakan jelmaan Allah. Maha Suci Allah dari perkataan orang-orang mujrimin (berbuat kejelekan).

Keyakinan seperti inilah yang menjadi landasan aqidah Muhammad bin ‘Ali bin Muhammad bin ‘Arabi Abu Bakr al Hatimi. Dia lebih dikenal dengan nama Ibnu ‘Arabi [3]. Lahir tahun 560 H di Andalusia dan meninggal tahun 638 H. Menurut adz Dzahabi, ia (Ibnu 'Arabi) sebagai kiblat orang-orang yang menganut paham aqidah wihdatul wujud [4]. Simak dua bait syair yang tak pantas ini :
Tidaklah anjing dan babi kecuali sesembahan kami...Dan bukanlah Allah, kecuali seorang pendeta di gereja! [5]
Lebih jauh Syaikhul Islam menjelaskan bahwa, keyakinan seperti ini diadopsi dari pemikiran para filosof, seperti Ibnu Sina dan lain-lain. Yang kemudian dikemas dengan baju Islam melalui tasawuf. Kebanyakan terdapat dalam kitab al Kutubul Madhnun biha ‘Ala Ghairi Ahliha.[6]

SYUBHAT SEPUTAR UNGKAPAN KUFUR IBNU ‘ARABI

Kitab Fushulul Hikam dan al Futuhat al Makkiyah, dua karya Ibnu 'Arabi yang sangat terkenal ini, sarat dengan perkataan-perkataan tentang wihdatul wujud, penafian perbedaan antara Khaliq (Pencipta) dengan makhlukNya, dan penetapan penyatuan antara keduanya. Sangat jelas, dari dua buku ini, betapa rusak aqidah penulisnya dan orang-orang yang mengikutinya.
Sebagai contoh, misalnya dalam sebuah penggalan syairnya, Ibnu 'Arabi berkata:
الْعَبْدُ رَبٌّ وَالرَّبُّ عَبْدٌ يَا لَيْتَ شِعْرِيْ مَنِ الْمُكَلَّفُ
Hamba adalah Rabb, dan Rabb merupakan hamba. Aku bingung, siapa gerangan yang menjadi mukallaf.
Ia juga mengatakan :
عَقَدَ الْخَلَائِقُ فِيْ الْإلِه عَقَائِدَ وَأَنَا اعْتَقَدْتُ جَمِيْعَ اعْتَقَدُوهُ
Semua makhluk berkeyakinan tentang ilah (sesembahan) dengan berbagai keyakinan. Dan aku berkeyakinan (tentang ilah) dengan seluruh yang mereka yakini itu.[7]

Begitu juga dengan perkataannya :
Dia menyanjungku, aku pun memujiNya. Dia menyembahku, dan aku pun menyembahNya.
Dalil yang ia catut untuk mendukung argumentasinya, yaitu firman Allah dalam an Nur/24 ayat 39 :
وو جد الله عنده
"Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya".
Juga dengan mengusung hadits palsu berikut :
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ
"(Barangsiapa mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Rabb-nya)".
Mengenai argumentasi yang dibawakan ini, Dr. Ghalib 'Awaji memberikan komentar : "Ini merupakan istidlal (pengambilan dalil) yang sangat aneh dan mungkar yang diucapkan oleh seseorang. Bagaimana mungkin mengatakan al Qur`an dan Sunnah mengajak ilhad dan kekufuran kepada Allah? Oleh karenanya, Ibnu Taimiyah mengatakan, kekufuran mereka lebih parah daripada kekufuran Yahudi dan Nashara serta kaum musyrikin Arab” [9]. Adapun Ahlu Sunnah menetapkan, sebagaimana dikatakan Ibnul Abil ‘Izz rahimahullah [10] : "Ahlu Sunnah bersepakat, tidak ada sesuatu pun menyerupai Allah, baik pada dzatNya, sifatNya maupun af‘al (perbuatan-perbuatan)Nya".

Mengenai keimanan kepada hari Akhir, Ibnu 'Arabi berpendapat, bahwa penghuni neraka juga merasakan kenikmatan di neraka, sebagaimana yang dinikmati oleh penghuni jannah di jannah. Karena adzab (yang berarti siksaan), disebut demikian, lantaran kenikmatan rasanya ('udzubatu tha'mihi, dari kata adzbun yang berarti lezat).

Sementara itu, tentang keimanan kepada para rasul, penganut wihdatul wujud juga melakukan penodaan yang tidak ringan terhadap gelar terhormat para rasul. Menurut mereka, penutup para wali Allah itu lebih berilmu daripada penutup kenabian. Mereka berpendapat, para nabi -termasuk pula Nabi Muhammad- mengambil ilmu dari celah wali terakhir.

Tentu, pendapat seperti ini, sangat jelas melanggar nash-nash agama dan cara berpikir yang . Seperti sudah dimaklumi, orang yang datang di akhir, ia akan mengambil manfaat dari orang yang berada di depannya. Bukan sebaliknya. Dalam perspektif agama, wali Allah yang paling utama, ialah orang-orang yang mengambil ilmu dari nabi yang mulia. Dan wali Allah yang paling mulia dari umat ini adalah, orang-orang shalih yang menyertai Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Allah berfirman:
"Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mu'min yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula". [at Tahrim/66 : 4].
Menurut kesepakatan para imam salaf dan khalaf, wali Allah yang paling afdhal adalah Abu Bakar Radhiyallahu 'anhu kemudian ‘Umar Radhiyallahu 'anhu.

Berbeda dengan pandangan orang-orang mulhid tersebut (Ibnu Arabi dkk), mereka lebih mengutamakan ahli filsafat ketimbang seorang nabi. Ibnu ‘Arabi sendiri mengatakan : "Sesungguhnya penutup para wali mengambil langsung dari piringan logam yang diambil oleh malaikat untuk diwahyukan kepada nabi". Pernyataan ini sangat nampak pelanggarannya terhadap al Kitab, as Sunnah dan Ijma'.[11]

MEREKA LEBIH BODOH DARI FIR'AUN [12]

Orang-orang yang mengklaim telah mencapai tingkatan tahqiq, ma'rifah, dan wilayah yang memegangi aqidah wihdatul wujud, asal-muasal perkataan mereka merujuk pernyataan Bathiniyah, dari kalangan kaum filosof, Qaramithah dan semisalnya. Mereka sejenis dengan Fir'aun, namun lebih bodoh darinya. Fir'aun, memang sangat keras pengingkarannya, tetapi ternyata, ia tetap meyakini keberadaan Pembuat alam semesta (Allah) yang berbeda dengan alam semesta. Fir'aun memperlihatkan pengingkaran, tidak lain karena demi meraih kharisma, dan bermaksud menunjukkan jika perkataan Musa sama sekali tidak ada hakikatnya. Lihat al Qur`an surat al Mu'min/40 ayat 36-37.

Sedangkan penganut wihdatul wujud, meski meyakini adanya Pembuat alam semesta ini, tetapi mereka tidak menetapkan wujudNya yang berbeda dengan alam ini. Mereka berpendapat, wujudNya sama dengan wujud alam semesta. Bahkan menjadikan Dia menyatu dengan alam semesta. Sungguh suatu pandangan batil yang sangat menyimpang. Bagaimana mungkin al Khaliq sama dengan makhlukNya dari segala sisi? Allah berfirman:
"… Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat". [asy Syura/42 : 11].
Al Imam ath Thahawi mengatakan: "Persangkaan-persangkaan tidak bisa sampai kepada (hakikat)Nya. Pemahaman-pemahaman pun tidak akan mencapai (hakikat)Nya". Ibnu Abil 'Izzi menambahkan pernyataan al Imam ath Thahawi ini dalam syarahnya dengan mengatakan : "Dan Allah Ta'ala tidak diketahui bagaimana dzatNya, kecuali Dia sendiri Subhanahu wa Ta'ala . Kita mengenalNya hanyalah melalui sifat-sifatNya" [14].

Syaikhul Islam juga mengatakan : “Aqidah yang dibawa para rasul dan yang termuat pada kitab-kitab yang Allah turunkan, serta sudah menjadi kesepakatan Salaful Ummah dan para tokohnya, yaitu penetapan pencipta yang berbeda dengan ciptaannya, dan Dia berada di atasnya (ciptaanNya)”. [15]

Demikian ditinjau dari aspek agama (dalil). Sedangkan dari aspek aqli (logika), sungguh tidak mungkin pencipta menyerupai yang dicipta. Apalagi kalau semua makhluk adalah juga pencipta. Tentu sangat mustahil.

PENGUSUNG AQIDAH WIHDATUL WUJUD LAINNYA

Selain Ibnu 'Arabi, ada beberapa tokoh yang ikut mengusung pemikiran wihdatul wujud. Di antaranya adalah Ibnul Faridh. Dalam kumpulan syairnya yang populer, yaitu Ta`iyyah, ia mengungkapkan hakikat aqidahnya. Dia menyatakan dirinya sebagai mumatstsil kabir lillah (penjelma Allah yang besar) dalam sifat dan perbuatanNya.

Abdul Qadir al Jili, penulis kitab al Insanul Kamil, guru Abdul Qadir al Jailani. Dalam salah satu selorohannya, ia berkata : "Dan sesungguhnya aku adalah Rabb bagi alam. Dan penguasa seluruh manusia itu sebuah nama. Dan akulah orangnya".

Abu Hamid al Ghazali, dalam kitab Ihya` Ulumuddin, saat menjelaskan maratibut tauhid (tingkatan-tingkatan tauhid) yang keempat, ia mengatakan : "Tingkatan tidak melihat dalam alam ini kecuali satu wujud saja".

Untuk menjawab kebingungan orang yang mempermasalahkan bagaimana bisa dikatakan satu, padahal banyak hal yang terlihat dan berbeda-beda? Maka ia menjawab: "Ketahuilah, itulah puncak mukasyafat dan rahasia-rahasia ilmu. Tidak boleh dituangkan dalam sebuah kitab. Orang-orang yang arif berkata,'Membeberkan rububiyah adalah kufur'.”

Jawaban ini mengandung tuduhan kepada Allah dalam menjelaskan aqidah, karena secara implisit dari jawabannya berarti Allah belum menerangkannya dengan sejelas-jelasnya, demikian juga Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam. tidak diketahui kecuali orang-orang yang sudah mencapai tingkatan kasyf dalam wacana sufi. [16]

Jalaluddin ar Rumi, penyair dari Persia (Iran) ini, dalam kumpulan puisinya yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Arab, ia mengatakan: [17]

Bila di dunia ini ada orang mukmin, orang kafir atau pendeta Nashrani, maka aku adalah dia. Aku hanya punya satu tempat ibadah, baik itu masjid, gereja ataupun candi.

WIHDATUL AD-YAN (PENYATUAN AGAMA-AGAMA) SALAH SATU KONSEKWENSI DARI WIHDATUL WUJUD

Dengan pemikiran yang telah dipaparkan di atas, keyakinan Wihdatul Wujud, juga melahirkan wacana, yang kini telah digagas para pengekornya, yaitu usaha untuk mempersatukan agama-agama. Sebuah anggapan bahwa semua agama adalah benar, memiliki tujuan yang sama. Yaitu menyembah tuhan yang sama, hanya berbeda dalam cara. Pandangan sesat seperti ini, tidak diragukan lagi merupakan kekufuran yang sangat nyata.[18]

Tak ayal, pemikiran ini mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari kalangan Orientalis dan musuh-musuh Islam lainnya. Karena, pada gilirannya berarti semua keyakinan adalah benar, tidak ada perbedaan antar-manusia. Seluruh agama kembali kepada satu keyakinan, karena semuanya jelmaan dari Tuhan.

Dikatakan oleh Allen Nicholson, diantara konsekwensi pemikiran wihdatul wujud, yaitu pernyataan mereka tentang kebenaran semua aqidah dalam agama-agama, apapun bentuknya.

Lebih jauh ia mengatakan : "Sebenarnya al Ghazali lebih toleran terhadap sebagian sufi Wihdatul Wujud, semisal Ibnu ‘Arabi dan lain-lainnya dari kalangan sekte sufi yang menjadi kawan-kawan kami dalam agama liberal itu, dengan seluruh maknanya”.[19]

Sudah pasti Islam berlepas diri dari pemikiran yang sangat menyimpang ini. Pemikiran ini telah mencampur-adukkan antara yang benar dan batil. Sehingga dapat menyebabkan hilangnya identitas kaum Muslimin, meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar, dan jihad di jalan Allah.

Oleh karena itu, kaum Orientalis memberikan perhatian yang besar terhadap keyakinan rusak ini. Yaitu dengan lebih memperdalam mengkaji tentang tashawwuf. Karena, tashawwuf ini mendukung sebagian tujuan mereka. yakni untuk melupakan kaum Muslimin dengan ajaranya, dan juga unutk memecah-belah kaum Muslimin. Dengan pemikiran Wihdatul Wujud, orang-orang Orientalis merasa memiliki sarana yang tepat untuk menyebarkan berbagai kekufuran.

KISAH ORANG YANG BERTAUBAT DARI AQIDAH IBNU 'ARABI

Ibnu Taimiyah rahimahullah mengisahkan : Ada seseorang yang tsiqah (terpercaya) telah bertaubat dari mereka. Ketika ia mengetahui rahasia-rahasia mereka, maka ada (penganut wihdatul wujud) yang membacakan buku Fushul Hikam karya Ibnu ‘Arabi.

Orang yang tsiqah ini berkata : “Bukankah ini menyelisihi al Qur`an”.
Orang itu menjawab,"Memang al Qur`an semuanya berisi kesyirikan. Tauhid hanya ada pada pernyataan kami saja,”

Maka ia (orang yang tsiqah ini) kembali bertanya : “Kalau semua itu sama saja, mengapa putrimu diharamkan atasku, sementara istriku halal untukku?”.

Orang itu menjawab,"Dalam pandangan kami, tidak ada bedanya antara istri dan anak perempuan. Semua halal (untuk dinikmati).” [20]

Itulah sekilas tentang pemikiran Wihdatul Wujud. Masih banyak fakta-fakta sesat lainnya yang dilakukan oleh tokoh-tokoh pemikir ini. Bisa dijumpai dalam kitab-kitab yang mengkritisi alirah tashawwuf secara umum. Sebagian sudah ada yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Tema ini diketengahkan, supaya seorang muslim sadar dan berhati-hati terhadap aqidah yang sesat ini.
Wallahul hadi ila shirathil mustaqim.
Maraji :
  • - Ar Risalah ash Shafadiyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (728 H), tahqiq Abu Abdillah Sayyid bin 'Abbas al Hulaimi dan Abu Mu'adz Aiman bin 'Arif ad Dimasyqi, Adhwau as salaf, Riyadh, Cetakan I, Th. 1423H.
  • - Bayanu Mauqifi Ibnil Qayyim min Ba’dhil Firaq, Dr. ‘Awwad bin Abdullah al Mu’tiq, Maktabah ar Rusyd, Riyadh, Cetakan, III, Th. 1419H.
  • - Da’watut-Taqribi Bainal Ad-yan, Dr. Ahmad bin Abdir Rahman bin ‘Utsman al Qadhi, Darul Ibnil Jauzi, Dammam, Cetakan I, Th. 1422H.
  • - Firaq Mu’ashirah Tantasibu Ilal Islam, Dr. Ghalib ‘Awaji. Al Maktabah al 'Ashriyyah adz Dzahabiyyah Jeddah. Cet. V. Th. 1426 H – 2005 M.
  • - Hadzihi Hiyash Shufiyah, Abdur Rahman al Wakil, tanpa penerbit dan tahun.
  • - Syarhul ‘Aqidatith-Thahawiyah, ‘Allamah Ibnu Abil ‘Izz al Hanafi, tahqiq sejumlah ulama, takhrij Syaikh al Albani, al Maktabul Islami, Beirut, Cetakan IX, Th. 1408H.
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi (07-08)/Tahun X/1427/2006M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

_______
Footnote
[1]. Firaq Mu'ashirah, halaman 994.
[2]. Ar Risalah ash Shafadiyah, halaman 247.
[3]. Agar tidak timbul salah persepsi, perlu dibedakan antara Ibnu ‘Arabi dengan Ibnul 'Arabi. Nama yang kedua diawali dengan alif lam ta'rif (Ibnu al 'Arabi). Beliau adalah seorang ulama Malikiyah yang terkenal, dengan nama lengkap Abu Bakr Muhammad bin 'Abdillah t (468-543 H). Di antara karyanya, Ahkamul Qur`an. 
[4]. Dinukil dari Da’watut Taqrib, 1/339. 
[5]. Dinukil dari Hadzihi Hiyash Shufiyah, halaman 64. 
[6]. Ar Risalah ash Shafadiyah, halaman 265. Kitab tersebut milik al Ghazali. 
[7]. Fushushul Hikam, halaman 345. Dinukil dari Da’watut Taqrib, 1/386.
[8]. Al Fushush, halaman 83. Dinukil dari Hadzihi Hiyash Shufiyah hlm. 43. 
[9]. Firaq Mu'ashirah 3/994
[10]. Syarhul ‘Aqidatit-Thahawiyah, halaman 98. 
[11]. Ar Risalah ash Shafadiyah, 251.
[12]. Ar Risalah ash Shafadiyah, Ibnu Taimiyah, 262.
[13]. Maqamat (tingkatan-tingkatan religi) dalam perspektif kaum Sufi.
[14]. Syarhul ‘Aqitatith-Thahawiyah, halaman 117. 
[15]. Ar Risalah ash Shafadiyah, halaman 263. 
[16]. Firaq Mu’ashirah Tantasibu Ilal Islam, 3/1002. Penulis kitab ini menukil keterangan Syaikh Abdur Rahman al Wakil perihal taubat al Ghazali yang berbunyi : “As Subki berupaya membebaskan peran al Ghazali (dalam aqidah ini) dengan dalihnya, bahwa ia (al Ghazali) menyibukkan diri dengan al Kitab dan as Sunnah di akhir hayatnya. Namun demikian, kaum Muslimin harus tetap diperingatkan dari warisan-warisan pemikiran al Ghazali yang terdapat pada kitab-kitab karyanya". Hadzihi Hiyash Shufiyah, halaman 52. Pembahasan tentang Imam al Ghazali, pernah kami angkat pada edisi 7/Th. VI/1423H/2002M.
[17]. Dinukil dari Da’watut Taqrib (1/388-389). 
[18]. Lihat Mauqifu Ibnil Qayyim, halaman 141; Hadzihi Hiyash Shufiyah, halaman 93; Da’watut Taqrib, 1/381-405.
[19]. Fit Tashawuf al Islami, Dinukil dari Hadzihi Hiyash Shufiyah, 50. 
[20]. Ar Risalah ash Shafadiyah, halaman 247.

08.13 | Posted in | Read More »

Hosting Kode Yang Sering dipakai Pada Blog di Google Code

Menggunakan layanan google code
Penggunaan Google Code sama pentingnya dengan penggunaan Picasa Web Album pada sebuah blog. Setiap file image yang ada di blog kita otomatis akan tersimpan di album web picasa. Google code sendiri sering kita pergunakan untuk meletakkan kode-kode javascript pada template blog atau sidebar, atau kode-kode hasil "nyolong" dari blog temen lainnya.

01.58 | Posted in | Read More »

Membuat spoiler di blogspot

Mungkin para sahabat blogger yang budiman bertanya-tanya tentang cara membuat SPOILER, ya itu ntu, yang kayak di forum kaskus.us itu, bisa dibuka dan di tutup gitu, wadeh... pokoke kren sekali lah bah, nah, sahabat sekalian bisa copas kodenya dari blog ini, free kok, ga pake bayar dan ga pake lama, tapi kalau konneksinya lemot kayak tulalit lit lit gitu ya bakalan gitu-gitulah. kok jadi curhat? hahaha. ok, langsung aja lihat dibawah yah:

03.49 | Posted in | Read More »

Blog Archive