Breaking News:

Raker Komisi III DPR Ricuh

Setelah palu sidang ishoma (istirahat, sholat, makan) saat raker (rapat kerja) antara Komisi III DPR, KPK, Polri dan Kejaksaan Agung diketok, keributan tidak bisa dielakkan, Senin (17/9/2012).

Keributan terjadi setelah seorang bernama Abdurrahman Ismail tiba-tiba masuk ke tengah-tengah ruang rapat tersebut. Dia menghampiri Wakil Ketua Komisi III Nasir Djamil dan hendak menyerahkan berkas. Hanya saja, Nasir tampak menolak itu.

Melihat kejadian itu, sejumlah pengamanan dalam (pamdal) DPR langsung mengamankan pria paruh baya tersebut. Abdurrahman yang mengaku menjadi korban peradilan di Berrau Kalimantan Timur ini tidak menerima perlakuan Pamdal. Dia pun berteriak dan mencoba melawan Pamdal.

"Saya ke sini mau mengadu, saya mau mengadu," teriaknya ketika diseret oleh Pamdal ke luar ruang rapat.

Di luar, suasana juga semakin memanas. Abdurrahman malah balik menantang Pamdal untuk berkelahi. Namun, Pamdal memilih untuk tidak meladeninya dan membiarkan Abdurrahman untuk menyampaikan keluh kesahnya.

sumber :klik

01.21 | Posted in | Read More »

"Konspirasi Metro TV"

"Konspirasi Metro TV", testimoni mantan wartawan dan penulis Editorial Media Indonesia

Seorang mantan Wartawan & Penulis Editorial Media Indonesia Edy A.Effendi memberikan testimoninya selama bekerja di stasiun Metro TV, 1- terkait isu Rohis sebagai tempat rekrutmen teroris dan isu-isu yang menyudutkan Islam melalui kultwitnya di akun twitter @eae18. Berikut testimoninya.

Ini terkait berita Metro TV yg menyudutkan sekolah umum jd sarang teroris. media hrs obyektif. itu hak publik.

2- sdh untuk kesekian kali @Metro_TV n Media Indonesia menyudutkan Islam. Sdh berkali2 juga disomasi n diprotes tp tak kapok.

3- bnyk berita yg diprotes n disomasi tp mrk bergeming. Sy akan paparkan bebrapa fakta bkn krn sy benci agama lain.

4- bg sy agama adlh hak individu.sy hny ingin melihat media massa jgn jd alat menikam agama lain. hrs dibebaskan..

5- ..media massa hrs dibebaskan dr kepentingan agama. media massa bertugas mereportase isu warga. bkn mendistorsi.

6- pada era 2000-an, di mana sy bekerja di Media Indonesia, ada empat sekawan yg berperan dlm soal isu agama.

7- Andy F Noya, Saur Hutabarat, Elman Saragih n Laurens Tato, kebetulan mrk non muslim n pengendali media grup.

8- 4 petinggi inlah yg punya peran pnting mngakses berita.Surya Paloh tk tahu mnahu.SP jg tk tahu kl bbrpa x dsomasi.

9- sbg mantan penulis editorial, sy tahu persis, bgaimana berita dimainan.sy protes soal rekruitmen yg berbau SARA.

10- rekruitmen reporter sngat berbau SARA. Di rapat besar, sy protes ke Elman..

11- rekruitmen reporter yg diterima bnyk non muslim? Elman kaget.Dia blg sepanjang sy kerja di media baru kali ini dikritisi soal ini.

12- jk ada 6 reporter yg diterima, komposisinya, 2 Protestan, 2 Katolik, 2 Islam. Ini fakta bkn fiksi. saksi bnyk.

13- desk redaksi yg strategis pn ditempati non muslim.polkam, metropolitan n mingguan.di SDM n level asred eks sama.

14- akhirnya sy masuk tim seleksi reporter. ujung2nya di HRD dijegal jg.Taufiqulhadi pnh protes jg soal rekruitmen.

15 meski saur n andi tak aktif lg tp msh jd berdiri di balik layar.knp tak tegas saja, Media Grup anti Islam.

16- ada puluhan wartawan senior n yunior keluar. alsan utamanya terkait manipulasi jamsostek dr 1995-2005.

17- sy keluar, lbh bnyk soal SARA n sikap diskriminasi elit.sy sdh bicara di Kenduri Cinta Cak Nun, TIM akhir 2007.

18- Wahai pejuang anti SARA, knp kalian bungkam? Takut tak diekspos? Tak populer? Kalian sangat diskriminatif.

19- ketika menyudutkan demo PKS. Elman di editorial pagi Metro bln yg demo anti AS tak beradab dan bodoh.

20- pernah jg soal editorial yang menghina umat Islam Palestina. Umat Islam Ind tak perlu bela Palestin. penulisnya Laurens Tato.

21- jd kl ada demo PKS meski sngat massif tak boleh dipajang di hal 1.

22- pernah PKS demo besar-besaran memrotes Bill Clinton ke Indoesia. Pas rapat redaksi, Yohanes Widad, asredpel, meminta foto jgn dipasang hal 1.

23- mrk tak suka PKS.

24- Elman Saragih pernah sy tunjuk2 mukany di Lobby 2 Metro TV krn soal SARA. Badan gede nyali kecil. Husen H saksi.

25- jadi JANGAN HARAP ada berita yg FAIR dr METRO TV jk bicara soal ISLAM. Sy tak benci Kristen tp benci konspirasi.

26- Bagi sy, Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Syiah, Ahmadiyah, itu hak privat. Tp berita yg obyektif itu, hak publik.

27- SEKALI lagi bg pejuang anti SARA, knp kallian bungkam? Kalian serang isu SARA hny krn kepentingan politik?

28- Sekali lg, sy tak benci Kristen. Sy melawan media dijadikan mainan berbau SARA. Bersikaplah fair n obyektif.

29- Sy skdar ingatkan ke kawan2 sy, @ulil @fadjroel @TodungLubis, apa arti SARA n toleransi? kalian bungkam!

30- Mana @RatnaSpaet yang sok pejuang anti SARA. Apa kejadian di media grup bkn SARA?

31- di sini bkn soal damai atau tak damai tp media itu hrs obyetif. bkn lakukan diskriminasi.

32- sy penulis terbaik editorial gelombang dua n kebetulan dpt beasiswa menulis di AS.

33- Scr kbtulan sy penulis terbaik editorial gelombang 2, setelah 3 hari masuk pelatihan. Jd ada alsan sy bicara #BeritaMetroTV.

34- sy dulu di Media Indonesia. Tp Metro TV n MI satu kantor dan selalu kerja sama pemberitaan.

35- Sdh lama, sy siap lahir batin melawan Elman cs. Kultwit sy soal Media Grup bkn dendam atau apapn. Tp ulah mereka sdh di luar batas.

*sumber: https://twitter.com/eae18

Sumber

03.58 | Posted in | Read More »

Bom! otakmu.

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Rohani Islam ( Rohis ) sebagai sarang teroris, pondok pesantren sebagai tempat melatih teroris.
semua mata tertuju kepada umat Islam, mata menjelik bagai orang berdosa tanpa masuk neraka.
berbicara tentang teroris tanpa ilmu, yang tergambar di otaknya hanya Islamlah sumber permasalahan.
bodoh..! kata yang sesuai buat mereka - mereka yang suka mengkambinghitamkan permasalahan bom yang ada di Indonesia dan dunia kepada
organisasi Islam.

bom yang terjadi di depok baru - baru ini, teror yang ada di Solo, tidak lain selain mengalihkan isu - isu tentang penghinaan Nabi s.a.w yang berlaku di Amerika.
Yahudi memang pandai dalam mengalihkan isu, dialah nomor satu di dunia orang paling licik yang selalu bermain dalam dunia konspirasi.
Pengalihan isu Suriah yang banyak memakan korban, isu Syi'ah yang banyak berkembang di Indonesia sekarang - sekarang ini,
semua bisa berubah dengan sekelip mata, buat satu konsep untuk memecah ruang fokus manusia.

kecaman banyak keluar dari para ulama Indonesia, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung mengecam pemberitaan salah satu stasiun televisi swasta nasional tentang kegiatan rohani Islam (Rohis) di sekolah dan kampus. Dalam siaran terserbut, Rohis disebut sebagai sarana pembentukan teroris muda.

"Bagaimana mungkin, organisasi yang memiliki peran besar dalam menyelamatkan pemuda agar memiliki pribadi yang berkarakter, justru dinyatakan sebagai tempat pembentukan teroris," kata Ketua MUI Lampung, Drs H Mawardi AS, di Bandar lampung, Sabtu (15/9).

Dia minta media televisi tersebut segera meralat pemberitaan tersebut, karena dapat membentuk opini menyesatkan bagi masyarakat luas. " Justeru saya lihat lewat Rohis itulah anak-anak muda mulai mengerti dan memahami ajaran agamanya dengan baik, belum tentu orang tua mereka memberikan pendidikan agama yang baik dan diperlukan mereka.

Islam mengajarkan perdamaian, Islam rahmat buat semesta alam, Islam itu keindahan, Islam lahir sebab banyak kebodohan.
orang buta yang berbicara tentang bom dan mengatakan itu sebab ajaran Islam, sungguh menyakitkan.
bahkan menyebut Rohis adalah penyebabnya, di rumah kecil itu anak - anak belajar mengenal Tuhan, di tempat itu mereka diajarkan arti dari kebenaran.
bukan diajarkan cara pemboman.

mestinya pembicara di Metro TV itu lihat dengan kaca mata ilmu, bukan atas dasar benci atau pun phobia dengan organisasi keislamaan.
dunia sudah tahu, siapa yang suka membuat konspirasi di dunia ini, ekonomi Indonesia sudah masuk dalam ekonomi pesat dan ekonomi besar dunia.
jadi negara yang mayoritas Islam itu tidak dibenarkan untuk terus maju dan berpengaruh dikancah Internasional.
maka dibuatlah satu konspirasi yang membuat investor makin jauh dari Indonesia : pemboman.
jurus yang ampuh buat mengusir investor dunia dari Indonesia, cara yang mudah membuat orang benci dan takut terhadap Indonesia.

sebab dengan cara ini, pengusaha akan membawa duit itu keluar dari Indonesia dan media akan mengatakan bahwa Indonesia tidak aman. Maka akan keluar travel warning dari tiap negara untuk melarang warganya buat berpergian ke Indonesia.
dengan cara ringan itu Indonesia akan semakin menjauh dari pusaran ekonomi dunia.
Islam agama yang sangat mudah diterima masyarakat dunia, sebab itulah perkembangan Islam di Eropa begitu pesat.

Musuh Islam sekarang bukan saja orang Kafir, melainkan orang bodoh dari umat Islam sendiri.
Islam menyerang Islam, bukan atas pemahaman yang tinggi atas Islam, tetapi sebab kurang ilmu tentang keislamaan.
jangan mudah terprovokasi wahai umat Islam, sebab konspirasi mereka selalu bisa terbaca dengan akal sehat dan iman yang kuat.

mari bersama selamatkan dunia dari semua propoganda Yahudi dan Amerika,
karenanya sesama umat Islam saling fitnah, saling tuduh menuduh, saling mengangkat suara dan merasa yang paling benar.

Waalahu a'lam


03.56 | Posted in | Read More »

Gerbang Kemiskinan

Penulis : Udo Iwan

Satu hal yang dikhawatirkan oleh rasulullah Saw.adalah ketika dibentangkannya dunia, sebagaimana diluaskan pada umat-umat terdahulu, kemudian manusia saling bersaing untuk merengkuhnya, hingga mereka lebur, jatuh terjerembab dan tersungkur, layaknya umat di masa lampau.

Sebagai sample, bisa dilihat bagaimana Qarun dan hartanya dibenamkan ke dalam tanah, kekayaan telah menutup gerbang hatinya, hingga Ia lupa pada sang Pemberi. Kekayaan telah menggelapkan pandangnya, hingga Ia tidak bisa melihat orang-orang yang butuh dan telah menulikan telinganya, hingga Ia tidak bisa mendengar seruan nabi Musa ‘alaihissalam.

Sample lain juga bisa dilihat pada kaum Saba, yang Allah Ta’ala ceritakan dalam al Qur’an, tanah-tanah subur, pohon-pohon rindang dan hijau, sungai yang mengalir dan buah-buahan yang ranum, dikaruniakan kepada mereka, namun mereka lupa dan akhirnya Allah akhiri cerita mereka dengan air bah, hancurlah semua kekayaan itu, kemudian tumbuh pohon-pohon yang tak bisa dimakan buahnya.
Potongan contoh berikutnya juga bisa dilihat pada kisah pemilik kebun, satu orang bertaqwa kepada Allah dan menyadari semua itu dari-Nya, bukan semata kerja keras dan seorang lagi seorang yang angkuh, yang merasa apa yang dihasilkan adalah hasil dari kerja kerasnya, semua keindahan itu membuat terminal otaknya berhenti berpikir tentang kekuasaan Allah.

Ia lupa kalau semua yang Ia dapatkan itu datangnya dari Allah, kemudian Allah tutup lembaran kisahnya dengan kehancuran pada kebun itu hingga kemudian ia menyesali diri, sayang, tak berarti akhirnya seperti itulah kesudahan orang yang terlalu sombong atas nikmat yang diberi, Allahlah yang patut untuk sombong.

Dari hadis yang diriwayatkan oleh al Bukhari tersebut dapat dambil kesimpulan, bahwa kekayaan dapat melupakan dari mengingat Allah, itu sebabnya kenapa Rasulullah mengkhawatirkan ketika dibentangkan dunia kepada umatnya. Namun bukan berarti Rasulullah melarang umatnya untuk kaya, kekhawatiran itu hanya beliau tujukan kepada umatnya yang akar keimannya lemah, takut tak kuat diterpa angin nafsu. 

Sedangkan kepada umatnya yang memiliki tembok keimanan, sama sekali Rasulullah tidak mengkhawatirkan, sebagai contoh bisa kita lihat pada sahabat Abu Bakar, misalnya. Kita ketahui, bahwa Abu Bakar adalah sahabat Nabi yang kaya, memilik harta yang banyak, kemudian harta itu Ia sumbangkan untuk Islam, hingga Nabi bertanya, “Apa yang kau tinggalkan untuk anak dan istrimu,” apa jawabnya?,
“Allah dan rasul-Nya.”

Kita juga bisa melihat Utsman bin Affan, lihatlah bagaimana kedermawanannya, membantu orang yang membutuhkan, menyumbangkan hartanya untuk perkembangan Islam. Dari contoh ini dapat kita petik pelajaran bahwa Islam tidak melarang umatnya untuk kaya. Hanya saja ada kekhawatiran dari Rasulullah jikalau kekayaan itu diberikan kepada orang yang beriman lemah.

Bukan berarti kemiskinan tidak perlu dientaskan, karena kemiskinan merupakan masalah akut yang melanda bangsa kita. Dari contoh ini juga dapat kita ambil hikmah, bahwa kekayaan itu juga dapat menghancurkan seperti halnya kaum Saba’, Qarun dan sipemilik kebun.

Itu lantasan karena pondasi keimannya tidak kokoh. Jikalau keimanan itu telah membaja dalam dada, kita bisa lihat sahabat Abu Bakar dan Usman bin Affan, harta menjadikannya semakin dekat pada Allah. Membuka pintu dan mata hatinya, menyadari bahwa semua itu adalah amanah. Tentunya semua itu kembali bagaimana kita membawa kekayaan tersebut, dengan melihat jurang-jurang yang akan mendatangkan kehancuran, dengan akal dan pikiran hingga ia mencapai garis ketakutan yang luar biasa pada Ilahi.

Kemiskinan merupakan sebuah kata yang sering berkeliaran di udara, sebuah kata yang sering ditangkap oleh telinga atau direkam oleh mata melalui media, baik cetak maupun elektronik dan juga mungkin melingkari kehidupan kita sehari-hari. Kebanyakan manusia amat takut terjatuh kedalamnya, takut semua kebutuhan tak tercukupi, seakan tak yakin kalau Allah selalu memenuhi, mereka lupa pada ayat Allah yang mengatakan akan memberi dari pintu yang tak terduga.

Akibatnya mereka berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkan kekayaan, mereka begitu sedih dan berduka ketika kekurangan harta, bahkan yang lebih menyedihkan sampai menukar agamanya hanya untuk mendapatkan kesenangan sekejap. 

“Semua makhluk yang melata di bumi Allah cukupkan rezekinya,” tak ada yang luput, begitulah Allah berfirman. Semua bala khawatir bisa dibendung dengan tembok keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, seperti itulah Allah menjamin. Tak lagi ada badai was-was dan cemas.

Jangan sampai indahnya dunia menyamatkan pandangan mata, hingga tak bisa melihat titik hitam di tengah benderang.  Kalau kita sering browsing, kita akan saksikan begitu banyak berita-berita kriminal, pencopetan, perampokan berlanjut pembunuhan, tujuannya cuma satu, harta.

Tentunya semua mendambakan hidup damai, saling bantu, memberi dan menolong antara sesama, tak ingin adanya kekerasan. Tapi itulah kenyataannya, demi harta apapun dilakukan. Kemiskinan adalah jeratan yang harus dibongkar semua pihak tanpa pandang bulu, dengan tentunya terus memupuk keimanan, agar bisa seperti halnya Abu Bakar dan Usman bin Affan. Namun kemiskinan tetaplah fakta dan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Yang kaya tambah perkasa dan yang miskin tambah melarat.

Waalahu a'lam


02.58 | Posted in | Read More »

Islam dan Koptik perkuat hubungan di Mesir

Mungkin kita harus banyak belajar dalam hal menyikapi hal-hal yang berkaitan dengan SARA, sebuah keyakinan adalah pilihan hati, dan itu tidak bisa di paksakan kepada siapapun, walaupun ada yang menghina keyakinan orang lain hanya untuk mengarahkan keyakinan orang tersebut untuk berpindah keyakinan kepada keyakinan yang lain, walaupun itu kepada keyakinan yang di anutnya.

Semua orang tahu kalau islam tidak pernah menjelek-jelekkan keyakinan orang lain, pencipta alam ini adalah pemilik Islam, hanya Dia yang berhak untuk menyatakan bahwa keyakinan yang ini baik dan yang itu buruk, sebab Dia yang menciptakan makhuk-makhlukNya. Mungkin non Islam merasa tersinggung dengan ungkapan kalimat Kafir bagi yang memeluk agama selain Islam, kalau di fikir-fikir itu wajar, sebab Dia yang lebih tahu mana yang kafir dan mana yang muslim.

Jika kembali kepada sejarah, bahwa yang merusak agama-agama yang di bawa oleh para nabi itu adalah orang-orang yang bekerja sama dengan musuh Allah dan orang-orang yang beriman, siapa itu musuh Allah dan orang-orang beriman?, dia adalah Setan atau lebih di kenal dengan nama lain Iblis. Orang-orang yang bekerja sama dengan iblis maka dia akan menjadi sama dengan iblis secara langsung ataupun tidak langsung.

Dengan beredarnya di sebuah media entertaiment youtube tentang penghinaan terhadap Rasulullah, maka ini menjadi penyebab kemarahan orang-orang muslim, ada yang membakar bendera Amerika di Siria, demonstrasi di Mesir dan lain sebagainya adalah bukti bahwa orang-orang yang melakukan kerja sama dengan iblis ini telah membuat orang-orang beriman marah, dan ini wajar, sebab orang-orang muslim tidak pernah mengusik ketenangan orang-orang di Amerika sana, orang-orang Amerika tidak tahu kalau dirinya selama ini sebenarnya di kagumi oleh banyak negara, namun secara tidak langsung Amerika menjatuhkan harga diri masyarakat dan martabat negaranya di hadapan negara-negara lain.

Seperti di sinyalisir sebuah media di mesir, akibat dari penghinaan yang di lakukan oleh orang-orang inggris dan amerika itu menjadikan hubungan antara muslim dan nasrani koptik menjadi lebih erat, sebab mereka tahu kalau mereka sedang di adu domba oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. [admin. Mhd. Syafi'i Tampubolon]

13.23 | Posted in | Read More »

Merajut Indahnya Persaudaraan

Penulis :Udo Iwan

Ada sebuah kekuatan yang meretas pada saat Rasulullah Saw. masih hidup dan kekuatan itu kemudian menjalar pada jiwa-jiwa sahabat. Yang saya maksudkan adalah kekuatan persaudaraan seperti yang ditunjukkan secara sempurna oleh penduduk di Kota Madinah, kaum Anshar, terhadap orang-orang pendatang yang terusir dari Kota Makkah, kaum Muhajirin. Orang-orang Anshar dengan hati lapang dan penuh keikhlasan membantu saudara-saudaranya dari Makkah. Mereka siap membagi apa pun yang mereka miliki demi meringankan penderitaan kaum Muhajirin. Bahkan, Sa’ad bin Rabi’ dari Anshar selain membagi harta, juga menawarkan istrinya pada Abdurrahman bin ‘Auf yang Muhajirin.

Refleksi persaudaraan yang juga ditunjukkan Umar bin Khattab saat ia teringat salah satu sahabatnya. Hati Umar gelisah menahan rindu ingin bertemu sahabat itu. Cerita tentang kegelisahan Umar terdapat dalam riwayat Imam Ahmad dalam kitab Az-Zuhud, bahwa pada suatu malam Umar merasa ada yang kurang, “Mengapa malam terasa begitu panjang?”, gumam Umar. Setelah menunaikan salat Subuh, ia langsung mengunjungi sahabat yang ia rindukan itu. Ketika bersua, Umar merangkulnya erat, seakan enggan berpisah.

Ukhuwah yang teretas di masa Rasul itu adalah bentuk persaudaraan yang didorong oleh kekuatan cinta yang diikat karena iman kepada Allah. Dari sanalah kekuatan ukhuwah itu memekar. Dengan ukhuwah maka hidup menjadi lebih berarti, saling mengasihi satu sama lain, saling meringankan beratnya beban, saling membantu yang membutuhkan dan melegakan yang resah.

Seperti yang tergambar dalam suatu kisah, ketika seorang laki-laki datang pada Rasulullah Saw. seraya berkata “Wahai Rasulullah, saat ini saya dalam kesusahan”, ujar laki-laki itu mengadukan nasibnya. Kemudian dia diminta mendatangi rumah istri-istri Nabi Saw., namun ia tidak menemukan bantuan, karena mereka juga tidak memiliki apa-apa. Rasulullah Saw. menawarkan kepada para sahabat perihal kondisi orang itu, “Adakah yang mau menjamunya malam ini? Semoga Allah merahmatinya”, tawar Rasulullah Saw., “Saya wahai Rasulullah,” jawab Abu Thalhah Al-Anshory. Ia lantas membawa tamu tersebut ke rumahnya, sesampainya di rumah ia meminta istrinya menyiapkan jamuan makan. “Ini tamu Rasulullah Saw., sediakan jamuan untuknya dan jangan disisakan,” bisik Abu Thalhah ke telinga istrinya. “Tapi kita tidak punya makanan apapun kecuali makanan untuk anak-anak,” istri Thalhah menimpali. “Jika anak-anak minta makan, ajaklah mereka tidur. Lalu matikan lampu. Biarlah kita sekeluarga lapar malam ini“.

Sikap Abu Thalhah keesokan harinya mendapat apresiasi Rasulullah, padahal beliau sendiri sama sekali tidak berniat untuk memperoleh pujian karena menjamu tamu tadi malam. Tentu saja, apa yang dilakukan oleh Abu Thalhah adalah sebuah cerminan tentang persaudaraan yang telah memupus keegoan diri. Berganti dengan sikap untuk selalu mengedepankan kepentingan orang lain ketimbang kebutuhan diri sendiri. Model persaudaraan seperti itulah yang menjadi acuan kita dalam membina hubungan baik dengan orang lain, apalagi dengan saudara kita yang seakidah.


Memotret Realitas Ukhuwah di Mesir

Makna persaudaraan yang saya rasakan di Cairo berlahan seakan memudar, barangkali pudarnya ukhuwah itu akibat digerus oleh sikap ingin selalu mementingkan diri sendiri. Walaupun deskripsi ini masih sebagai simpulan subyektif penulis sendiri yang barangkali akan berbeda dengan simpulan orang lain. Malah, terkadang saya mencoba menghibur diri dengan interpretasi baru menyamakan kondisi yang terjadi dengan keadaan Islam di akhir jaman. Dimana agama ini akan menjadi sesuatu yang asing dan mulai ditinggalkan oleh orang-orang. Maka, makna persaudaraan atas nama Islam juga kemudian terasa menjadi asing, bisa disebabkan oleh perilaku orang-orang muslim sendiri yang mulai mengabaikan nasib saudaranya.

Kehadiran saudara atau teman ketika kita berada jauh dari tanah air menjadi sangat berarti. Kehadiran mereka akan mengganti posisi keluarga yang kini sangat jauh di mata. Dengan begitu kita ingin membina jalinan persaudaraan yang tidak lagi tersekat oleh batas teritorial atau kedaerahan. Hubungan ukhuwah yang kita bina menembus semua sekat yang memagar. Kita mengumpul bersama dalam sebuah naungan dan jalinan persaudaraan atas nama Islam, sebagaimana dulu di masa Baginda Rasulullah. Itu karena persaudaraan dalam Islam tidak mengenal batas apa pun. Saya melihat sebagian persaudaraan yang kita bina masih memprioritaskan unsur teritorial. Unsur itulah yang mengakibatkan sebagian kita sedikit enggan membantu saudaranya yang lain. Malah, terkadang yang sesama teritorial juga sudah tidak saling membantu.

Menurut saya ini akan menjadi kontras apabila kita mencoba merenungi bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia yang berada di Cairo menuntut ilmu agama di Al-Azhar. Al-Azhar sendiri merupakan corong ilmu-ilmu keislaman yang seharusnya bisa menjadi pendorong utama untuk mengaplikasikan makna ukhuwah. Kita pun tidak menginginkan apabila muatan ilmu yang kita peroleh tentang persaudaraan hanya mengerucut sebagai teori belaka, tanpa menghadirkan perwujudan realitas yang kita idam-idamkan mengenai tuntutan persaudaraan dalam Islam.

Apalagi disini, jika kita mau belajar dengan baik, banyak sekali terdapat ulama dan buku-buku Islam yang menjelaskan tentang makna ukhuwah. Bukankah model ilmu aplikatif yang kita obsesikan akan kita tularkan ke masyarakat Indonesia nanti? Dengan adanya berbagai delegasi dari seluruh nusantara di Cairo ini, seharusnya bisa menjembatani bakal teretasnya persaudaraan yang lebih utuh. Tidak malah membuat jurang pemisah yang lebar dengan menumbuhkan fanatisme terhadap hal-hal yang dilarang oleh Islam sendiri. Persaudaraan yang tidak lagi terbatas oleh sekat teritorial, namun telah beranjak kepada ukhuwah yang memiliki kandungan makna yang lebih tinggi, yaitu persaudaraan karena Islam.

Dari sinilah Persaudaraan Dibina

Melihat besarnya jumlah mahasiswa yang menuntut ilmu di Mesir ini, dan untuk memudahkan komunikasi dengan berbagai lapisan yang beragam, sudah sangat patut kemudian didirikan berbagai wadah untuk menyatukan. Dari PPMI sebagai organisasi induk, kekeluargaan, dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di setiap propinsi di Mesir. Setiap wadah memiliki tanggungjawab untuk memperhatikan kondisi saudaranya di lingkungan masing-masing dengan menggunakan berbagai macam sarana kegiatan.

Walaupun diakui bahwa kekeluargaan secara tidak langsung memang membuat sekat yang membatasi komunikasi dengan organisasi kedaerahan yang lain. Di mana satu kekeluargaan, anggotanya biasanya hanya akan berkomunikasi aktif dengan anggota kekeluargaannya saja. Komunikasi dengan anggota kekeluargaan yang lain sedikit renggang. Hal ini barangkali disebabkan karena intentitas pertemuaan yang sedikit. Berbeda halnya dengan DPD, hampir semua lapisan masyarakat dapat menyatu dalam satu kesatuan. Hal itu mungkin disebabkan jumlah anggota yang sedikit dan tingkat pertemuan yang lebih banyak yang mengharuskan setiap orang harus melebur dengan orang lain.

Namun, sebenarnya itu bukanlah suatu polemik, jika kita mau mengamalkan perintah Rasulullah Saw. Model amal yang mudah untuk dilaksanakan. Tidak menjadi persoalan apakah kemudian kita tersekat oleh ragam organisasi, tetapi semua bentuk itu hanya formalitas. Sebab, kita lebih disatukan oleh jalinan yang lebih erat ketimbang jalinan-jalinan itu tadi. Amal yang saya maksud adalah silaturrahim. Silaturrahim ini begitu mudah akan mendekatkan hati-hati kita yang jauh. Sebab, kadang kala komunikasi yang tidak aktif sering merenggangkan hubungan. Walaupun juga bukan berarti orang yang sering mengadakan komunikasi tidak rentan oleh permasalahan. Hanya intinya memang, kita ingin kembali membina jalinan erat persaudaraan melalui silaturahmi yang pernah diajarkan nilai-nilai agungnya oleh Rasulullah Saw., dan para sahabat.

Di salah satu hadis, Rasul pernah bertanya: “Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada salat dan puasa?" "Tentu wahai rasulullah," jawab para sahabat. Beliau menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah …. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturrahim." (HR. Bukhari Muslim).

Dari sinilah persaudaraan dibina. Dari silaturrahim yang bisa membuka rahmat dan pertolongan Allah Swt. Dengan terhubungnya silaturrahim, maka Insya Allah persaudaraan Islam akan terjalin baik. Namun sebaliknya, rahmat dan kasih sayang Allah akan menjauh, bila tali silaturrahim telah terpenggal. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Tahukan kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan atau keburukan? Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah balasan (pahala) orang yang berbuat baik dan menyambungkan tali silaturrahim. Sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan adalah balasan (siksaan) bagi orang yang berbuat jahat dan memutuskan tali silaturrahim.” (H.R Ibnu Majah)


waallahu a'lam

14.15 | Posted in | Read More »

Sex itu pencitraan

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Berbuat baik itu sebuah pencitraan, melakukan yang beda masih dikatakan pencitraan, menolak mobil mewah dari negara, apa masih disebut pencitraan?
kadang masih banyak yang mempunyai stigma negatif dari sebuah kebaikan, ini bisa bahaya saudara.
orang bersih - bersih di bandara Soekarno- Hatta masih saja ada yang mengatakan ini adalah cari perhatian atau pencitraan.
jadi yang diinginkan Anda seperti apa?
pejabat yang skandal sex, korupsi, money politic,
itu bukan pencitraan kah?

menjadi orang yang baik  disebut pencitraan, menteri yang tidur bersama para petani untuk menerima keluh kesahnya disebut pencitraan?
jadi tendensi pencitraan yang orang-orang suka sebut tiada lain melainkan kata tanpa makna.
pencitraan itu bukan rakus media, pencitraan itu bukan tamak popularitas,
memang orang yang berbeda itu akan disorot wartawan.

selama ini adakah pejabat negara yang menolak mobil dinas mewah ? ada yang naik KRL? bersih - bersih toilet bandara?
jadi kalau mereka melakukan  semua ini maka dikatakan pencitraan?

kalau pejabat berbuat mesum, nonton porno di parlemen, skandal sex, korupsi, bisa tidak disebut pencitraan?
sebab sama - sama masuk media dan terkenal, pejabat mau berbuat baik dikatakan cari muka,  melakukan terbaik buat negara dan memberikan contoh buat pejabat yang lain 
dikatakan cari  popularitas.

yang diinginkan orang - orang dari sebuah pencitraan apa?
kalau ada seorang pejabat negara melakukan keberhasilan dalam bidang tertentu, setelah itu dia masuk berita, ohh dia itu cari muka saja dan mengatakan sebetulnya itu penghargaan bohong,
itu semua adalah propoganda media saja, sebab media mereka yang menguasai jadi akhirnya mereka- mereka ini diangkat oleh media.
jadi yang mendapatkan anugerah atau pun penghargaan itu tidak layak masuk berita dan menjadi tauladan buat pejabat yang lain?!!

Hmm...
cobalah jangan terlalu terbawa oleh kata-kata pencitraan tanpa mengetahui maksud dari itu,
kata pencitraan itu kan baru - baru saja dikenal masyakarat,
tiba - tiba orang yang melakukan tauladan sedikit, melakukan yang berbeda dari pejabat lain dikatakan pencitraan.

berpolitik silakan, bermuka dua itu tidak dibenarkan, kita tahu orang itu tidak pernah kerja dan turun ke masyarakat, tiba - tiba ada pemilihan gubernur dan akhirnya dia 
membantu masyarakat ini dan itu.

Okay itu bisa dikatakan pencitraan, nahh...kalau kita lihat orang yang suka masuk media ini, memang perangai dia, sikap dia berpolitik
dan dalam berkerja memang rajin, jadi jangan dikaitan dengan kata pencitraan.

fahami makna pencitraan kalau Anda tidak ingin terjebak oleh media, berbeda tidak salah, yang salah itu yang tidak mengerti arti perbedaan.
berkerja dan berkerja, urusan nanti masuk berita atau tidak bukan jadi masalah dan yang terpenting bisa memberikan kemajuan terhadap negara.

08.27 | Posted in | Read More »

Blog Archive