Breaking News:

Aku bodoh

Penulis : Ekta Yudha Perdana


Di mana ada kata belajar maka di situ akan ada kemajuan. Di mana banyak membaca maka di sana akan kita temukan kebijaksanaan.
orang yang malas belajar  akan terhambat dengan kemajuan. Orang yang malas membaca akan terbentur dengan kejumudan.
perintah Allah untuk membaca itu sudah jelas : " Iqro.."! : Bacalah..!
baca dunia ini dengan karyamu.
baca satu persatu kekuranganmu.

Malasnya kita membaca membuat kita menjadi kerdil pengetahuan. Orang yang miskin akan ilmu maka dia bertindak dalam kesehariannya lebih banyak menghukumi orang dari pada mendengar pendapat orang.

di sekeliling kita banyak orang bodoh cuma merasa pandai padahal membaca pun malas, banyak mengeluarkan pendapat dengan perkataan : " Ustaz itu bilang gini...."
ketika di tanya, baca di mana? dengar dari TV...
dalil dia apa? tak hapal ayatnya dan hadistnya...
yang pasti ini haram dan itu halal.
ketika kita membantah hujjah orang itu dengan dalil ini dan itu. Maka disalahkan terus, bahkan kita dihukumi sebagai orang yang sesat.

ciri ciri orang berilmu sedikit adalah dia merasa dalil dia terbaik, hujjah dia terkuat.
padahal baca kitab pun tidak pernah, malah ketika baca kitab masih banyak yang salah dalam menterjemahkan.

yang disayangkan, orang yang membaca hukum dari terjemahan setelah itu memberikan statment pula, ini haram itu halal dengan hujjah begini begitu, padahal kalau kita lihat terjemahan masih banyak para penterjemah salah dalam menterjemahkan tidak sesuai teks asli.

jangan main hantam saja, yang penting ini dan itu.
ohhh begini..
oh begitu...
padahal cara bacanya pun banyak salah.
ini yang bisa bahasa Arab,
apalagi yang tidak mengerti bahasa Arab dan setelah itu menghukumi orang.

Kita mesti menghargai orang dalam berpendapat, apalagi dia seorang ulama.
jadi cobalah untuk lebih memahami lagi luasnya Islam. Tidak terkungkung dengan pemikiran yang jumud, ideolog yang konservatif.

ilmu Islam itu luas, bahkan kalau kita baca Hadist, maka kita akan di tuntut untuk memahami makna dari : Jarh wa ta'dil, takhrij dan hapal sanad. supaya tidak tersesat. Dalam membaca tafsir Al-Quran pun kita mesti mempelajari : Sabab nuzul, naskh wa mansuhkh dan lain lain.
tidak main asal saja dalam menghukumi.

Fahamilah kekurangan diri, kebodohan diri dari sedikitnya ilmu yang kita punya dan
dari sedikitnya kita membaca.

dalam mengatasi semua permasalahan apa pun Allah menyuruh kita untuk kembalikan semua permasalahan ke pakarnya.
dalam ayat Al- Quran Allah berfirman yang artinya : " Tanyakanlah kepada orang yang ahli dalam bidangnya kalau kalian tidak mengetahui..".
kita boleh berpendapat, hanya sekadar itu.
bukan untuk menghukumi orang lain salah dan mengatakan hanya pendapat Saya yang paling benar.

janganlah menampakan kebodohan kita dengan banyaknya kita menghukumi orang, sebab semakin banyak kita menghukumi orang ini begini dan begitu.
maka kebodohan itu akan terus nampak di wajah kita.
jadi kalau kita ingin bijaksana dalam bersikap, ingin lebih terbuka pemikiran kita.
banyak bacalah maka kita akan tahu sejauh mana ilmu kita.

Waalahu a'lam


22.36 | Posted in | Read More »

Mahasiswa Parasit

Penulis : Ekta Yudha Perdana

Mahasiswa identik dengan kemajuan, perubahan atau kemunduran suatu bangsa.
sebagai agen perubahan mahasiswa dituntut untuk bisa merubah sesuatu yang masih cacat.

banyak aksi yang selalu dibuat mahasiswa untuk tergapainya satu kemajuan.
contoh terdekat tumbangnya rezim Soeharto disebabkan peranan yang diberikan mahasiswa
dengan bervariasi perjuangannnya.

Agen of Change dan Social Control adalah tugas yang begitu berat yang mesti dilakukan oleh orang yang bergelar mahasiswa.
selain berfungsi menjadi agen perubahan, pergerakan sosial di masyarakat pun harus di kontrol oleh mahasiswa supaya menjadi lebih baik dan lebih maju.
jadi peranan mahasiswa sangat banyak dalam kemajuan bangsa.

Tapi yang disayangkan tidak sedikit mahasiswa yang sudah lari dari fungsinya.
malah yang terjadi mahasiswalah yang merusak moral bangsa, mahasiswa yang suka membuat konspirasi, mahasiswa yang menyulut api permusuhan.

di Mesir akan diadakan pemilihan Presiden PPMI, kemarin para calon datang ke Zagazig untuk persentasi apa yang dia inginkan setelah menjadi Presiden.
dengan berbagai visi dan misi dipaparkan para calon dengan santun dan beretika.

kedua pasangan calon berkomitmen untuk merubah apa yang terjadi selama ini tentang konflik regional yang ada di Mesir dan Penulis sudah membahas dalam tulisan sebelumnya tentang maksud dari konflik regional.
Alhamdulilah, mereka sama sama ingin menjauhkan clash of culture yang sudah lama mengakar di Mahasiswa Mesir.

dari kedua calon itu tidak ada satu pun yang mengatakan bahwa ingin adanya perpecahan, semua ingin merangkul di antara satu sama yang lain.
tapi, kalau Penulis lihat yang jadi masalah adalah tim-sukses dari kedua calon yang masih terkadang selalu menimbulkan isu isu yang sebetulnya tidak patut untuk
dikatakan dan nampak berorganisasi yang tidak beretika.

Seperti  perkataan , " Mahasiwa mesti terlepas dari partai, Mesti jauh dari intervensi mana pun.
sebenarnya kata kata ini terlalu memperuncing suasana.
mestinya kita berjalan dengan demokrasi yang damai tidak perlu isu isu begitu disampaikan.
harusnya Tim- Sukses itu menyampaikan kepada jenis program atau mengkritik pada program bukan isu isu murahan seperti itu.

yang lebih parah adalah mereka sang provokator.
bukan tim- sukses cuma suka memprovoksi.
dia tidak pilih calon A, cuma bicara dan menjelekkan B.
dan dia pun bukan pilih calon B tapi menghina yang pilih A.

padahal ketika pemilihan pun dia tidak datang, cuma ingin memanaskan suasana pemilihan Presiden saja. Penulis mengatakan bahwa itu adalah mahasiswa parasit.
mahasiswa parasit itu masih banyak di kalangan mahasiswa.
jadi kita mesti hati hati dari para mahasiswa parasit yang ada di sekitar kita.
mereka ingin memperkeruh suasana dengan propoganda- propoganda murahan.

Hidup mahasiswa...!

07.12 | Posted in | Read More »

Denise, Saya Penari…Bolehkah Saya Masuk Islam?

Menari adalah dunia Denise Horsley. Hobinya itu mengantarkannya melanglang buana, mendapatkan penghasilan lumayan, dan menjadi asisten dosen di fakultas seni di sebuah universitas di London.

Wanita berusia 25 tahun ini lincah di atas panggung, dan sesekali berjilbab di kesehariannya. Tak ada yang menyangka, jebolan London College of Dance/Middlesex University tahun 1998 ini melalui pergulatan batin panjang sebelum memeluk Islam.

Perkenalannya dengan Islam dimulai saat ia duduk di bangku kuliah. Ia enggan menceritakan siapa yang mengenalkan pertama kali, namun peraih gelar sarjana tari dengan nilai tertinggi ini menjadi sangat ingin tahu belajar tentang Islam.

“Semakin saya membaca banyak tentang Islam, semakin saya mengakui agama ini sungguh masuk akal,” katanya. Di sela-sela kesibukannya, ia kerap menghabiskan waktu berjam-jam di perpustakaan Masjid Regent’s Park hanya untuk membaca terjemahan Alquran.

Seperti Alkitab, Quran menyebutkan nabi, malaikat, mukjizat, perbuatan baik dan buruk, pahala dan hukuman, pertobatan dan pengampunan, surga dan neraka, Adam dan Hawa, Taurat, Injil dan banyak hal lainnya yang akrab baginya. “Namun pertanyaan yang telah berlama-lama mengendap dalam pikiran saya sejak sekolah Katolik akhirnya terjawab, tentang konsep ketuhanan,” ujarnya.

Suatu saat di bulan Ramadhan tahun 2009, ia memberanikan diri datang ke ruang shalat di masjid itu. “Saya memutuskan untuk menghadiri shalat Taraweh selama bulan Ramadhan. Menuju masjid, di dalam mobil saya gugup, bagaimana saya harus bershalat,” ujarnya mengenang.

Ia mengamati shalat berjamaah yang sungguh menyentuh hatinya. Tekad Denise untuk menjadi Muslimah tak lagi bisa terbendung. Pertanyaan pertama yang dilontarkannya, “Bisakah seorang penari menjadi Muslimah?”

Komunitas masjid menyambutnya dengan hangat. Denise pun menyatakan syahadat.

Kini, ia tetap menjadi penari, dan makin rajin belajar agama. “Keluarga saya menerima dan bahkan sangat bahagia, karena saya menemukan sesuatu yang membuat saya begitu bersemangat,” ujarnya.

Ia menyatakan, citra Islam sangat tergantung pada bagaimana Muslim dan Muslimah bersikap. “Tuhan telah menciptakan Anda dan membawa Anda dalam perjalanan hidup Anda karena suatu alasan, jadi biarkan orang melihat keindahan Islam melalui Anda,” ujarnya.

sumber :klik

05.43 | Posted in | Read More »

Inilah Dampak Jika Pemerintah Pro Infrastruktur

Pengamat ekonomi Aviliani mengatakan alokasi besar-besaran bagi infrastruktur saat ini dinilai memiliki banyak pengaruh signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Namun menurutnya pemerintah dianggap belum mampu mengambil tindakan berani dalam kebijakan ini karena tekanan politis lebih besar dibanding keputusan birokrasi.

"Padahal imbas dari infrastruktur itu berimplikasi pada kemampuan belanja modal, kemudian investasi yang bisa menyerap banyak tenaga kerja," katanya saat dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Rabu (22/8/2012).

Pemerintah walaupun punya peluang bermitra dengan swasta dalam mengembangkan pengembangan infrastruktur, namun menurutnya tetap saja swasta hanya menyentuh dalam tataran teknis.

"Swasta hanya bermain dalam wilayah tanah, atau proyek teknis, sedangkan pemerintah bisa menjangkau fundamental ekonomi," ujarnya.

Dalam Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2013, belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.139 triliun dalam RAPBN 2013 dari APBNP 2012 sebesar Rp1.069,53 triliun. Belanja pemerintah tersebut untuk belanja pegawai sebesar Rp241,12 triliun, belanja barang sebesar Rp159,15 triliun, dan belanja modal sebesar Rp193,83 triliun

05.40 | Posted in | Read More »

70 pengusaha yang menyertai Presiden ke Beijing

Meskipun durasi singkat dari kunjungan, yang tidak akan melebihi 40 jam, termasuk 36 jam di Beijing dan kemudian hanya empat jam di Teheran, Presiden Mohamed Morsi  kunjungan kenegaraan yang dimulai pada hari Senin  ke semua tempat di China dan Iran, menunjukan perhatian Presiden yang besar terhadap dua negara itu yang belum dilakukan oleh sebelumnya.

Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, dimulai dengan presiden masa Mesir yang wilayahnya hanya ke Timur. Dan akan mengikuti sang presiden dalam perjalanan ke China sebuah delegasi besar yang terdiri dari tujuh menteri, termasuk Mohamed Kamel Amr, Menteri Luar Negeri, dan sekitar tujuh puluh bisnis, terutama di bidang listrik dan energi, pertanian, telekomunikasi, pertambangan dan lain-lain.

Dan hubungan bilateral akan menjadi fokus utama pembicaraan Morsi ekonomi dengan timpalannya dari China, Hu Jintao nya, dan dengan para pejabat senior China, yang dipimpin oleh Wakil Presiden Xi Jinping, dan Perdana Menteri Wen Jiabao, dan ketua parlemen dan Oyanj Vuh. Presiden juga akan membahas masalah isu isu regional dengan timpalannya dari China, termasuk situasi garis depan di Suriah.

Setelah 36 jam berada di China Presiden akan meninggalkan Beijing dan menuju Teheran, meninggalkan sejumlah menteri dan pengusaha untuk menyelesaikan diskusi rinci dengan rekan-rekan China mereka pada proyek-proyek bersama dan pengembangan hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.

Dan akan menemani Presiden bersamanya ke Teheran kedua Menteri Luar Negeri, dan Kepala Staf Presiden Republik, di mana ia akan menghadiri 30 Agustus sesi pembukaan Konferensi Gerakan Non-Blok, dan menyerahkan tampuk kepemimpinan  Konferensi ke Iran.  Mursi meninggalkan Teherann  dan mengutus  delegasi Mesir Mohamed Kamel Amr dan Menteri Luar Negeri
.
Kunjungan selama empat jam adalah kunjungan pertama setelah revolusi yang terjadi di Iran pada tahun 1979 untuk melihat hubungan yang harmonis antara Cairo dan Teheran.

sumber :link

05.11 | Posted in | Read More »

Mullah Nasaruddin Mencari keledainya

Pada suatu ketika Mullah Nasaruddin membuat orang tercengang-cengang diseluruh penjuru kampung.
Betapa tidak, Nasaruddin menelusuri sepanjang lorong-lorong kampung, melewati gang-gang sempit dengan mengendarai keledainya.
Karena penasaran orang kampungpun bertanya kepada Mullah Nasaruddin. "apa yang sedang engkau cari Mullah?" sambil berlalu Nasaruddinpun berkata "Aku sedang mencari keledaiku"
Mullah Nasaruddin mencari Keledainya padahal ia tengah mengendarai keledainya!

Lain halnya dengan sang Guru spiritual kondang Zen Rinzai, yang pernah membuat orang-orang bingung dan ditertawakan oleh murid-muridnya.
Pasalnya, Sang guru mondar-mandir mencari sesuatu, tatkala itu ditanyakan oleh muridnya "Apa yang sedang engkau cari wahai sang Guru?" Guru Zen menjawab, "Aku sedang mencari Tubuhku" Spontan saja para Muridnyapun tertawa tidak kepalang.
Bukankah hal ini Gila, Guru Zen mencari Tubuhnya!?

Kejadian ini bukanlah hal yang langkah di masa ini, terkadang kita melihat seseorang masih mencari sesuatu padahal dia telah mendapatkannya.
Bahkan seorang Filsuf rela menghabiskan seluruh hidup dan umurnya hanya karena ingin mencari Tuhan, padahal Tuhan itu sudah Ada lalu kenapa mesti dicari? Aneh memang tapi ini Nyata!

Mullah Nasaruddin dan Guru Zen bukanlah orang yang Bodoh, bila dicermati apa yang mereka lakukan itu merupakan sindiran bagi Orang-orang yang sibuk mencari sesuatu yang Ia telah memilikinya, mencari sesuatu yang telah Ada. Jadi siapakah yang pantas di tertawai, Mereka Berdua Ataukah Kita?

Oleh Ahwal Miaswari

03.17 | Posted in | Read More »

Stuart Mee, Melakukan Pencarian Agama Selama 3 Tahun

Satu lagi warga Inggris menganut Islam. Dia adalah Stuart Mee, seorang pegawai negeri sipil. “Saya merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidup yang tidak bisa tergantikan dengan harta benda apapun,” katanya.

Pria berusia 46 tahun asal West Reading ini mulai melakukan pencarian agama tiga tahun lalu. Beragam agama yang ada di sekitarnya dipelajari. Namun, hatinya kemudian tertambat pada Islam. “Jauh di lubuk hati saya, saya selalu percaya pada makhluk yang lebih besar, dan Islam mengenalkan konsep Allah,” ujarnya.
Ia rajin mendatangi perpustakaan umum untuk membaca buku-buku keislaman, dan mengenal Islam dari beragam sumber. Sesekali, ia datang ke Masjid di London Tengah untuk sekadar mendengarkan ceramah agama. “Sampai di titik itu, saya makin yakin Islamlah yang saya cari,” kata Mee.

Namun, untuk satu dan lain alasan, ia menyembunyikan keinginannya untuk berislam. Sampai kemudian, ia tak bisa menahannya lagi. “Saya menemukan ‘sesuatu yang hilang dari hidup saya’ — saya tahu ini kalimat yang klise dan usang, tapi itu benar — dan saya memutuskan untuk segera bersyahadat,” katanya.

Salah satu yang menjadi pertimbangan sebelum berislam adalah: ia perlu mempersiapkan diri keluar dari “zone nyaman” yang selama ini memeluknya, dan masuk dalam “wilayah yang belum teruji”. “Ya, saya memiliki kegamangan: Muslim seperti apa? Apakah mereka seperti yang digambarkan dalam berita? Bagaimana dengan wanita dalam Islam? Bagaimana orang di sekitar saya akan membincangkan saya setelah berpindah agama?”
Namun, ia mengaku, “Ada hal yang saya temukan tidak biasa tetapi ini sebanding dengan aspek indah kehidupan Islam.”
Ia pun kemudian mengirimkan email pada seorang imam, menyatakan keinginannya masuk Islam. Tak disangka, emailnya berbalas di hari itu juga. bahkan, mereka sempat melakukan chatting 15 menit terlebih dulu untuk menanyakan kemantapan hatinya.
Ia menyebut, berislam membuat sebuah “perbaikan jangka pendek” dalam hidupnya. “Saya berhenti menjadi seorang pecandu, tidak konsumtif, dan hidup lebih tertata,” ujarnya.

sumber :klik

00.52 | Posted in | Read More »

Blog Archive