Breaking News:

Membangun civil society

Membangun civil society
Oleh: Ekta Yudha Perdana

Di dunia penuh dengan lika-liku perjuangan, terkadang kita menemukan sebuah tantangan dalam kehidupan, di sana ada yang mengeluh ketika mendapatkan suatu masalah dan ada yang terus berjuang. Itu kembali kepada setiap individu yang mengarunginya. Ketika mendiskusikan tentang permasalahan dan tantangan, tak akan terlepas dari benturan fisik atau pun psikis. Itu suatu sunatullah.
Dan dari kumpulan suatu individu akan terbentuklah masyarakat, dimana di sana kita akan temukan bervariasi bentuk individu dari sisi: suku, ras, agama. Setiap kita terbentuk oleh lingkungan ada suatu istilah “anak itu lahir dari lingkungannya”. Itu menunjukan bahwasanya yang lebih dominan dalam mempengaruhi diri kita adalah lingkungan kita, masyarakat yang ada di sekitar kita. Jadi, baik dan buruknya kita maka tergantung kepada dimana kita tinggal. Dan Islam pun mengatur semua sisi lini kehidupan termasuk di dalamnya yang berkenaan dengan masalah sosial kemasyarakatan.

Masyarakat Islam

Bahwasnya perang ideologi dengan perantara media massa sangat gencar dilakukan oleh pihak Barat yang tak suka terhadap Islam. Ada dua visi yang mereka inginkan dari Islam:

Pertama: Menghancurkan pikiran-pikiran umat muslim dengan mendeklarasikan faham atheisme dan juga menyebarkan ideologi-ideologi materialistik. Dengan tujuan untuk membuat tasykik (keraguan) terhadap akidah-akidah umat Islam.
Kedua: Memotivasi masyarakat Islam untuk melakukan kerusakan tatanan keluarga, masyarakat, dan membangkitkan permusuhan di antara laki-laki dan perempuan di dalam masyarakat. Dan mengajak semua anak muda untuk terus bermain. (red : Anwar Jundi :Mujtama’ Islam).
Dan hal ini sesuatu yang sangat ditakutkan oleh para ulama kita dan sekarang pun telah banyak ideologi yang sangat berbahaya yang dikonsumsi masyarakat mungkin yang biasa kita kenal dengan nama Islam Liberal. Mereka ini adalah bagian di dalam tubuh masyarakat kita. Yang sudah teracuni oleh ideologi Barat yang sangat merusak. Mereka belajar dari Barat tanpa adanya filterlisasi. Menjadikan masyarakat hancur karena influecting (pengaruh) terhadap ideologi mereka. Contoh dari pemikiranya adalah mereka mengatakan Qur’an itu bukan firman Allah.

Dan dampak ini terhadap masyarakat yang mendengar atau membaca statemen itu akan timbul keraguan dalam diri mereka, karena yang mengatakan itu bukan orang biasa melainkan civitas akademisi, mahasiswa, dosen bahkan rektor dari perguruan Islam di Indonesia.

Begitu pun tak hanya dari sisi pemikiran saja melainkan juga akhlak termasuk dari sasaran dari Barat untuk menghancurkan generasi Islam. Dengan bervariatif jenisnya, dari film, pergaulan bebas Barat yang diexpos ke dunia Islam, style yang tidak mengindahkan kesopanan, semua itu dikonsumsi di sebagian negara muslim di dunia. Dan itu pun termasuk dari pendistorsian Barat yang dikonsumsi oleh umat Islam di dunia untuk merusak generasi Islam. Hal ini ada di masyarakat kita, bukan hanya masyarakat di Indonesia, Malaysia, Arab Saudi, bahkan di Mesir sekali pun.

Dan problem solving dari semua permasalahan adalah kita kembali kepada agama yang diridhai Allah swt, ialah Islam. Kita kembali kepada syariat yang telah mengatur tatanan masyarakat yang harmonis dan dinamis. Seperti zaman Umar Bin Abdul Aziz. Artikulasi ideologi dari Barat tak terlepas dari filterlisasi yang sangat selektif.

Prespektif Barat Terhadap Masyarakat Islam

Ini biasa kita temukan di dalam surat kabar atau pun berita ditelevisi, bahwasnya bangsa Barat mengetahui Islam, mayoritas mereka mengetahui bahwasanya Islam itu : teroris, radikal, fundamentalis dan termionogi – terminologi yang lain yang meraka buat sendiri. Dan presepsi ini mereka lontarkan kepada umat Islam tepatnya ketika runtuhnya gedung WTC ketika itu yang banyak melakukan provokasi yang sangat gencar adalah zionis. (red: Hamid Ammar Al-Islah Al-Mujtama’)

Dan ini disebarkan keseluruhan media massa di Amerika. Bahwasanya otak di balik runtuhnya WTC adalah umat Islam. Maka kebanyakan dari warga Amerika terpengaruh atas isu itu. Dan hal ini juga disebarkan kepada seluruh universitas di Amerika. Maka tidak sedikit dari para dosen yang mengajar di universitas Islam di Amerika dari berkebangsaan Arab dikembalikan ke negaranya. Dalam beberapa bulan setelah itu, baru boleh berkerja kembali. Di karenakan masih banyak yang trauma terhadap runtuhnya WTC. Takut terjadi sesuatu, maka kebijakan itu diambil. Jika kita analisa bahwasanya model masyarakat ini mereka yang termasuk dari masyarakat yang mudah terkena isu.

Bukankah Islam telah mengajarkan jika datang kepada kita suatu berita maka harus ada minta tabayyun ( penjelasan) terlebih dahulu, sebelum kita melangkah kepada hukum. Dan itulah sebab yang menjadikan Barat sangat kesal terhadap Islam,itu sebab pengaruh dari lingkungan. Masyarakat Barat di Amerika ada kulit hitam, kulit putih, agama, tidak beragama. Jadi masyarakat sangat mempengaruhi mind set dan kepribadian.

Penutup

Setiap Kita menginginkan menjadi civil society (masyarakat modern) tetapi masih banyak di antara individu masih ragu untuk merealisasikan syariat Islam dalam kehidupan kita. Dan terkadang kita juga masih suka mengadopsi budaya Barat yang terlalu liberal. Menjadi masyarakat madani tidaklah mudah, penuh perjuangan dan pengorbanan. Jika kita analisa di sekitar kita ada orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri dalam mengembangkan intelektualitasnya, belajar sendiri, pintar sendiri padahal teman-temannya membutuhkan bantuan. Sikap apatis ini yang masih banyak di sekitar kita.

Terkadang akal kita tertutup oleh idelalis yang tinggi yang menginginkan mendapatkan result yang tinggi, ulang berkali kali membaca buk, tetapi tak peduli ketika melihat teman kita yang terbata-bata ketika membaca bahasa arab, tanpa memperhatikan setiap individu yang masih tertinggal. Kita ingin beribadah sendiri, tak pernah mengajak orang lain untuk beribadah bersama dengan kita, semua kerja kita dan sikap keseharian kita selalu sendiri. Individualistik yang tinggi menutup mata hati kita. Kita tak akan pernah menjadi masyarakat madani ( modern) sebelum ditanamkan di dalam diri kita, mau tidak kita berkorban untuk orang lain?! Dan mau tidak kita merasakan penderitaan orang lain? jika dijawab dengan kata “iya” maka kita akan menemukan masyarakat Islam modern dan berperadaban tinggi. Penulis menutup dengan perkataan Muhammad Abduh “ Akal adalah mutiara Manusia, dengan itu kita menentukan langkah”. Maka gunakanlah akal kita untuk bisa melihat sekitar kita dengan tulus.
Waallahu a'lam



02.54 | Posted in | Read More »

Ideologi Nasr Hamid Abu Zaid

Nasr Hamid Abu Zaid, murtad?
Pengikut pemikirannya?
Oleh: Ekta Yudha Perdana

Permasalahan Nasr Hamid Abu Zaid, permasalahan ini berbentuk independensi dan asing, yang berbicara dan menulis untuk menyampaikan statemen tentang Nasr Hamid Abu Zaid tidak pernah selesai dan terus bergelembung.
Dan banyak juga yang memberikan statemen tentang masalah ini yang masih prematur (belum waktunya) yang terkadang irrasional dan tidak logis, hanya berbentuk spontanitas dan tidak laik dalam memberikan statemen. Dan juga alibi para pemikir Mesir menyatakan bahwasanya tulisan ini akan mengahancurkan diri Mesir ini juga, bukan hanya para pemikir Mesir melainkan negara Mesir sekalipun.
Pada tahun 1993 ada tuntutan dari para ulama Mesir di antaranya:

  • Muhammad Shamidah Abdul Shamad
  • Abdul Fatah Abdul Salam
  • Ahmad Abdul Fatah Ahmad
  • Hisam Mustafa Hamzah
  • Usamah As-Sayyid Bayyumi Ali
  • Abdul Muthalib Muhammad Ahmad Hasan
  • Al-Mursy Mursy Al-Hamidi
Biodata

Nasr Hamid lahir pada 10 Juli 1943 dalam keluarga Muslimah dan keluar dari fakultas bahasa Arab jurusan adab di universitas Kairo, dan berkerja sebagai asisten Prof dalam Ad-Dirasah Al-Islamiyah di jurusan balagha, ia sudah menikah dengan istrinya yang bernama Ibtihal Yunus, dan ia telah menyebarkan beberapa buku dan makalah. Dan beberapa ulama adil telah memberikan asumsi dan tanggapan bahwasanya ia telah kafir keluar dari Islam.

Dan bukti jelas yang menunjukan bahwasanya ia telah keluar dari Islam.
1-Judul buku dalam tulisannya “ Imam Syafi’i Dan Pondasi-Pondasi Ideologi Demokrat”
Telah disebarkan oleh cetakan Dar As-Sina pada tahun 1992.
Telah disiapkan oleh Prof. Doktor Muhammad Baltaghi Hasan. Guru ushul fikih dan rektor Dar-Al-Ulum di universitas Al-Azhar dengan spesifikasi dan subtansi yang telah dikonklusikan oleh beliau dalam tulisannya sesatnya Nasr Hamid Abu Zaid.

1-Permusuhan yang keras terhadap teks Al-Qur’an dan Sunnah dan mengaku telah menolaknya dan pura-pura bodoh atas sesuatu yang telah datang kepadanya.
2- Multi kebodohan dalam bukunya yang berjudul Al-Fikhi dan Ushuli
Para cendikiawan muslim telah menyatakan bahwasanya ia telah berbicara atas kebenciannya kepada teks Al-Qur’an dan Sunnah dan telah didapatkan kesalahannya berbentuk :

- Nasr Hamid dalam tulisannya diakhir buku halaman 110 dia memberikan statemen, bahwasanya zaman sekarang ini kita harus kembali dan harus adanya transformer ke jenjang liberal bukan selalu di bawah kekuatan teks Al-Qur’an saja kekuatan menusia di dunia ini. Kita harus meimplementasikan sekarang juga sebelum badai menghapus kita.

Dan teks di sini tendensinya adalah teks Al-Qur’an dan Sunnah diganti dengan perkataan contohnya di halaman 15, seseungguhnya penetapan otoritas tunggal atas pembacaan teks Al-Qur’an dengan bahasa Quraisy, ini menunjukan akan hegemoni ideologi Quraisy atas yang lainnya. Dan perkataannya juga dalam halaman 28, sesungguhnya teks kedua adalah Sunnah Nabawiyah, yang sebagai teks yang mendasar adalah Al-Qur’an. Dan contoh itu banyak ditemukan di dalam tulisannya. Dan tidaklah orang yang mengatakan bahwasanya kita harus terbebas dari teks Al-Qur’an melainkan orang itu telah kafir.

- Dan ia juga menyatakan bahwasanya dalam halaman 103-104 dari kitab yang sama di dalam judul “ Sikap Imam Syafi’i atas Qiyyas” sesungguhnya sikap yang bertentangan dengan paradigma dunia manusia, yang karena ini manusia terkungkung dan terbelenggu dari hal yang telah ditetapkan, dan itu telah keluar dari sifat manusiawi, dan dia juga menyatakan bahwasanya antara Tuhan dan hambanya sama seperti seorang tuan dengan hambanya, dan ini melainkan hanya sekedar informasi, bukan sesuatu yang harus ditaati.

Dan berkata Prof.  Doktor Muhammad Baltaghi Hasan untuk mengkritisi atas itu, dan sesungguhnya itu sesuatu yang pasti, karena masalah yang berkenaan dengan akidah Islamiyah, dan tendensi dari ibadah tiada lain dan bukan adalah untuk selalu taat kepada Allah. Dan barang siapa yang tidak ridha dan tunduk dengan nash Al-Qur’an yang telah absolut di dalam teks yang suci maka ia telah keluar dari batasan iman dan ayat Qur’an. Ayat Qur’an yang menerangkan tentang hal ini

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا

Terjemah Indonesia: Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. QS. 33:36

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Terjemah Indonesia: Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. QS. 24:51

Dan ia juga berasumsi bahwasanya Imam Syafi’I adalah musuhnya, contohnya dalam tulisannya halaman 100 dan 107 yang berbunyi” dia (Imam Syafi’i selalu menetapkan otoritas kepada teks Al-Qur’an untuk menguatkan eksistensinya)

Dan dia juga tidak meninggalkan korelasi antara yang ada di dalam bukunya untuk menutup teks-teks dan menghinakannya dan berpura-pura bodoh atas segala seseuatu yang datang kepadanya kecuali yang menguntungkan baru itu diterima olehnya.

- Dan ia juga menyampaikan di dalam halaman 20-21 yang teksnya berbunyi “Imam Syafi’i memulai perkataannya dengan menetapkan pedoman atas tingkatan yang tinggi dari keuntungan mengandung isi buku yang menunjukan dengan mekanisme yang variatif atas solusi setiap permasalahan yang akan terjadi sekarang atau akan datang atas suatu kesamaan dan menjadikan konsolidasi kepentingan histori akal dan masih dalam skeptis sampai saat ini dalam wacana agama, setiap presepsi dan aliran yang berkisar tentang masalah akal orang Arab.

Dan ia mengingkari eksistensi Imam Syafi’i sesungguhnya hanya makna tekstualis dalam firman Allah yang berbunyi “
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

Terjemah Indonesia: Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. QS. 16:89

Dia juga mengeluarkan statemen pada halaman 22, dan nashnya yang berbunyi,” Imam Syafi’i ketika membuat pondasi yang mengandung nash solusi setiap permasalahan, pondasi atas akal, dan seperti menggunakan akan pada esensinya (membunuh akal)

Dan pemahaman dari perkatannya di sini sesungguhnya penggunaan akal harus bersamaan dengan penolakan nash, dan ia tidak sependapat seandainya ada kolaborasi antara akal dan nash, dan pemahamannya sekonyong-konyong (seenaknya saja). Dan bagi orang yang menerima nash-nash syariat pada dasarnya di dalam terdapat permulaan setiap permasalahan telah membunuh logika

2- Ada juga buku Nasr Hamid Abu Nasr yang bertajuk (Terminologi Nash- Pembelajaran Di Dalam Ilmu Al-Qur’an) dan buku ini diajarkan kepada tingkat dua fakultas bahasa arab dijurusan adab. Dan telah mengandung buku ini dari beberapa paradigma dari para ulama dan mengluarkan pendapat bahwasanya penulis telah keluar dari Islam dan ini telah dibantah oleh Prof, DR, Ismail Salim Abdul Al-A’al, guru fikih perbandingan agama. Bahwasanya penulis Nasr Hamid ini telah menulis dalam bukunya pada halaman 21, dari buku ini yang bertema (Islam Agama Orang Arab) dan sesungguhnya ada perbedaan antara Eropa dan Islam berpindah dari komunitas untuk memberikan dalil percontohan yang rasional dan dimulai dengan Islam yang universal dan komprehensif, dari dakwaan bahwasanya agama Islam untuk semesta alam tidak hanya untuk bangsa arab tersendiri. Dan perkataan ini kontroversi yang sangat jelas. Jika dikoherasikan dengan ayat-ayat Al-Qur’an Al-Karim, dalam firmannya:
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

Terjemah Indonesia: Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. QS. 25:1

Sebagaimana yang disebutkan di dalam halaman 23 dari buku yang sama yang menyatakan,” bahwasanya teks yang ada di dalam Al-Qur’an dan mutiaranya adalah produk ilmu pengetahuan, dengan tendensi bahwasanya dalam corak realita dan keilmuan ditempo dulu dalam dekade dua puluh tahun dan pada dilihat esensinya maka dimulai dengan tiba-tiba akan adanya keselarasan dan sesungguhnya iman itu karena adanya metafisika (ilmu ghaib) nash yang lebih dahulu datang untuk terhapusnya sesuatu kebenaran dan lebih kepada pemahaman keilmuan dari teksyang nampak.

Nasr Hamid juga menulis dengan tema,” Hal Yang Sia-sia Jika Berbicara Tentang Intrepretasi Agama”
Dan teksnya yang berbunyi seperti ini, “Sempurna dalam intrepretasi wacana yang berkenaan dengan agama dan menggunakan teks - teks agama.

Dan menyatakan bahwa teks-teks Al-Qur’an ada di Lauh Al-Mahfudz adalah hanya dongeng dan khayalan belaka. Dan dia pun juga menulis dengan keyakinan yang dimilikinya. Sejak turunnya Al-Qur’an kepada nabi Muhammad SAW oleh karena itu terjadi pemisahan antara Tuhan dan manusia. Sesungguhnya berkeyakinan bahwasanya Al-Qur’an itu ada di Lauh Al-Mahfudz adalah hanya sekedar dongeng. Sebagaimana yang dikatakan Prof, DR, Abdus Shabur Syahin mengkritisi atas perkataan Nasr Hamid itu dengan mengatakan,”

Mukjizat Al-Qur’an dengan makna khayalan dan bentuk perkataan di dalamnya juga berbentuk dongeng dan bersandar kepada hal yang ghaib adalah khayalan dan dia berkata atas dasar dongeng dan khayalan belaka, dan adanya Al-Qur’an di alam ghaib dengan mengingkarinya dan tak terjadi dibawah alam sadar dan beriman kepada hal yang ghaib tidak tergapai pada jangkauan pemikiran atau ideologi, tetapi dengan teologi dan keyakinan saja. Dan pengambilan istilah khayalan belaka dalam eksistensi Al-Qur’an adalah perkataan yang tidak sesuai dan itu sesuatu yang berlebihan.
3- Dari buku-buku dan hasil riset para ilmuan dengan tuduhan kafir atas tulisan yang ditulis Nasr Hamid.
4- Dan penulis ini juga telah keluar dari agama Islam dengan semua ketentuan yang diberikan oleh hakim dan para fukaha (Ahli fikih)

Dan sesungguhnya makna dari murtad secara terminologi mendatangkan seseorang dengan apa-apa yang dikeluarkan dari Islam dalam bentuk: perkataan, keyakinan atau sebuah sifat skeptisme, dan dari banyak contoh dari apa yang telah disebutkan oleh ulama, yang telah berpaling atas Al-Qur’an atau mengatakan bahwasnya nabi Muhammad SAW adalah utusan hanya untuk bangsa arab khususnya dan mengingkari bahwa Nabi Muhammad saw bukan diutus untuk semesta alam. Atau mengatakan bahwasanya syariat Islam tidak relevan lagi dalam konteks saat ini untuk bisa diimpelementasikan dan mengaplikasikannya maka akan terjadi kemunduran umat Islam dan orang Islam tidak akan maju jika tidak terlepas atas hukum Islam.

Tentunya racun yang diberikan oleh penulis Nasr Hamid dan ketentuan dari apa-apa yang telah difatwakan para ulama yang mendapatkan spesifikasi terhadap disiplin ilmu, dia tumbuh di wilayah Islam tapi akhirnya dia murtad dari Islam. Tentunya perkataan yang dia lontarkan tentang pengklaiman terhadap hukum-hukum Islam maka perkataan dia itu adalah perkaataan yang gersang.

5- Dari pengaruh murtad maka mengambil konklusi para ulama tentang itu
Sesungguhnya murtad itu adalah penyebab terjadinya pemisahan antara dua sepasang suami istri dan dari hukum Islam bahwa perempuan muslimah tidak boleh menikah dengan non muslim, jika murtad maka tidak ada tempat bagi pernikahan. Dan menurut iman Abu Hanifah bahwasanya jika seorang dari pasangan ada yang murtad pihak laki-laki maka hukum akad harus adanya faskh (tuntutan pemisahan dari pihak perempuan untuk cerai)

Tidak bisa dijadikan Alibi (alasan) dari perkataan khusus, bahwasanya pedoman dengan jaminan kebebasan akidah dan tentunya perkataan ini bathil. Tentunya di sana telah dibuat kesepakatan antara para intelektual Mesir. Kesamaan antara individu di dalam hak dan kewajiban ada perbedaan. Antara kebebasan keyakinan dan di antara pengaruh yang tersusun dengan keyakinan yang berkenaan dengan undang-undang. Dan setiap orang bebas dalam memilih agama yang dikehendaki dengan hukum pada umumnya. Dan konklusi yang bisa tersusun atas keyakinan telah diatur dalam undang-undang konstitusi.

Dan muslim harus mengaplikasikan syariat Islam, untuk non muslim melaksanakan undang-undang yang dimiliki oleh mereka. Tidak ada dikskriminasi dalam hal hukum kenegaraan, tetapi ada ketetepan antara kebebasan agama atau yang berkenaan dengan masalah yang individualistik dengan limit agama. Tentu tidak ada bantahan bahwasanya hukum undang-undang syariat Islam semuanya mencakup masalah yang berkaitan dengan urusan individual dan berhubungan dengan hal yang umum. Tidak mungkin hal yang sia-sia jika berkenaan dengan hukum murtad ini berbentuk individual. Hukum konstitusi yang berkenaan dengan murtad dari Islam itu wajib diaplikasikan dan pengekseksuian karena berkaitan dengan umum.

Konklusi Dari Pembahasan

Sesungguhnya penulis Nasr Hamid Abu Zaid telah keluar dari Islam setelah ditetapkannya oleh para ahli fikih yang adil dan istrinya harus di fasakh karena suaminya telah murtad. Harus dilakukan dengan secepatnya pemisahan antara suami dan istri. Mencegah kemungkaran yang akan terjadi.

Penulis di sini memberikan gambaran tentang pemikiran bebas yang dimiliki oleh Nasr Hamid Abu Zaid dan pemikirannya pun sudah banyak diadopsi oleh pemikir Islam Liberal dan para mahasiswa yang kadang mencoba berfikir kritis tapi tergelincir kedalam pemikiran yang terlalu bebas. Islam tidak melarang mempunyai jiwa bertanya, mengkritik, hanya Islam memberikan pedoman. Bahwa Al Quran dan As Sunnah sebagai pegangan dasar untuk semua umat Islam supaya tidak terjebak dengan pemikiran yang bermula di Yahudi setelah itu ke Eropa. Bahkan sekarang pemikiran yang terlalu bebas pun sudah banyak masuk ke Negara Negara Islam. Karena pemikiran “gila” yang dimiliki oleh Nasr Hamid ini, dan di Indonesia ada yang mengikutinya seperti JIL (Jaringan Islam Liberal) dan masih banyak pemikiran dia yang telah diadopsi oleh umat Islam, bahkan tiap negara itu ada pemikiran dia. Jadi kita terus berwaspada dalam membaca pemikiran pemikiran terkhusus dari Barat dan Yahudi yang terus mencoba menghancurkan barisan umat Islam. Dengan fitnah, adu domba, kontroversi, provokasi, pemikiran dan jutaan isu isu yang terus dikobarkan oleh mereka dan satu tujuan. Hancurnya persatuan umat Islam.
Waalahu a’lam.



02.09 | Posted in | Read More »

Oh Khilafahku…

Oh Khilafahku…
Oleh: Ekta Yudha Perdana

Pendahuluan

Ketika kita membahas masalah ini, sedih yang tak terbendung melahirkan air mata yang sangat deras melinang di pipi setiap umat Islam dalam mengkaji permasalahan yang berkenaan dengan ini. Jika kita perhatikan bagaimana peran Eropa dalam menghancurkan dan meruntuhkan Khilafah Ustmaniyah di Turki. Masih terasa hangat dalam pikiran kita pada 03/Maret/1924 runtuhnya pilar terbesar umat Islam yang kuat. Dan pilar ini dijadikan pegangan umat Islam dunia akhirnya menyerah ke tangan musuh-musuh Islam.

Memang itu tidak bisa dipungkiri memang umat Islam saat itu tidak ada kekuatan untuk melawan musuh-musuhnya. Dan jika boleh penulis katakan ada dua faktor yang fundamental yang menyebabkan runtuhnya Khilafah Ustmaniyah:
  1. Kurangnya Dalam Memahami Islam
  2. Salahnya Dalam Tataran Aplikatif Dalam Memahami Islam
Kelemahan Khalifah Ustmaniyah pada abad 17 dimanfaatkan oleh Eropa untuk menghancurkan Turki Ustmaniyah, pusat kekhalifahan. Dan akhirnya pada abad 18 banyak dari wilayah Islam yang di Eropa melakukan pemberontakan terhadap pusat Khalifah di Turki. dan tentunya bukan hanya peran Eropa saja yang mengakibatkan runtuhnya Khilafah Turki Ustmaniyah melainkan Yahudi yang sebagai otak dari malapetaka semua ini. Banyak di dalam ayat Al Quran telah kita ketahui bersama tentang kebencian orang Nashrani dan Yahudi terhadap Islam.

Yahudi sebagai penyebab utama dari semua itu. Kita melihat perjalanan historis tentang peran Yahudi terhadap umat Islam contohnya; ketika penduduk Yahudi berusaha untuk menduduki Palestina atau meminta kepada Sultan Hamid II untuk bertempat tinggal setapak bumi Palestina tetapi usaha itu di tolak dan akhirnya orang Yahudi mencari cara lain atau metode yang lain untuk menghancurkan umat Islam dengan menyuruh Mustafa Kamal Atartruk untuk membuat skenario perang antar sekutu dan Turki yang pada akhirnya dimenangkan oleh Turki Ustmaniyah, dan disana Mustafa Kamal Atatruk mendapat pujian dari semua pihak bahkan Sultan memujinya. Sebagaimana yang telah disepakati antara Yahudi atau sekutu, perang tersebut untuk menaik-kan nama Mustafa Kamal Atatruk di mata rakyat turki pada saat itu. Perjanjian yang melibatkan antara sekutu dan Mustafa Kamal Atatruk itu melainkan :
  1. Menjatuhkan Khilafah Ustmaniyah
  2. Menumpas Apapun Yang Menginginkan Khilafah Bangkit Kembali
  3. Memerangi Syiar Islam
  4. Mengambil Undang-Undang Eropa Sebagai Undang-Undang Turki
Itulah gambaran global dari runtuhnya Khilafah Turki Ustmaniyah.
Di sini penulis meng-klasifikasikan:
  • KONSPIRASI MENGHANCURKAN KHILAFAH
  • FAKTOR KEHANCURAN KHILAFAH
  • SYUBHAT RUNTUHNYA KHILAFAH
  • PENUTUP
Konspirasi Menghancurkan Khilafah
Memang ketika zaman keemasan Islam pada masa Sulaiman Al- Qonuni pada tahun (1520-1566). Pada masa itu Eropa tertinggal jauh oleh Islam dari segala hal dalam: sains, politik, militer dan sebagainya.
Pada perang dunia 1 tahun 1914 dimanfaatkan oleh Inggris untuk menyerang Istanbul, dan dikesempatan yang sama didongkraknya popularitas Mustafa Kamal Atattruk yang dimunculkan dalam perang Ana forta tahun 1915. Kemudian sejarah mencatat Mustafa Kamal Atattruk berhasil menjalankan agenda yang telah dibuat oleh Inggris dalam meruntuhkan Khilafah yang sedang tegap berdiri. Dan semua itu diawali dengan pembuatan perjanjian, yang diberi nama “Persyaratan Curzon” yang isinya Turki harus mengahapuskan Khilafah Islamiyah, mengusir Khalifah dan menyita seluruh harta miliki Khalifah.

Persyaratan tersebut diterima oleh Kamal Atattruk dan perjanjian ditanda tangani pada tahun 24/juli/1923. Tepatnya 03/Maret/1923 Kamal Atattruk mengumumkan pemecatan Khalifah, pembubaran sistem Khalifah, mengusir Khalifah ke luar negeri, dan menjauhkan Islam dari negara. Inilah akhir revolusi yang dilakukan Kamal Atatruk atau masa klimaksnya berakhirnya masa ke-Khalifahan sejak masa Nabi sampai saat itu.

Presiden pertama Turki ini lahir dengan nama Mustafa pada tahun 12/Maret/1881 di Tosalonika (Sekarang bagian dari Yunani) setelah beberapa waktu dia menjabat presiden dia mengatakan akan mengahancurkan Islam dalam kehidupan Turki, hanya dengan menyampingakan Islam Turki bisa maju. Menurut dia”.

Pada tanggal 03/Maret/1924 Kamal Atatruk mengajukan undang-undang yang menghapuskan sistem Khilafah selamanya dan mendirikan negara Sekuler di Turki. Dengan cara membungkam dan mem-pressure lawannya dia berhasil menjadikan Turki sebagai negara sekular dan mengasingkan Khalifah serta keluarganya ke Swiss. Dan setelah dia menjadi diktator ulung dia melarang rakyat Turki untuk memakai jilbab dan kopiah, mewajibkan menggunakan pakaian seperti style Eropa dan semua hal yang berbau agama Islam sangat dibencinya, aksara latin dan ribuan ulama hanya diam dan mengikuti apa-apa yang disucikan oleh Kamal Pasha daripada menentangnya. Dan saat ini pula banyaknya gerakan yang muncul supaya Khilafah Ustmaniyah runtuh di muka bumi ini.

Di sini penulis akan sampaikan beberapa gerakan yang ada di saat itu, yang mempengaruhi jatuhnya Khilafah ke tangan musuh Islam:
1- Gerakan Misionaris:
Di dalam negara, Ahlu Dzimmah orang Kristen yang mendapatkan hak istimewa Sultan Sulaiman II akhirnya menuntut persamaan hak dengan kaum muslim saat itu. Malah hak istimewa ini dimanfaatkan untuk melindungi provokator dan intel asing, dengan jaminan adanya perjanjian antara Khalifah dengan Bizantium. Dan bertambahlah jumlah orang Yahudi dan Kristen pada masa itu. Ini dimanfaatkan misionaris yang mereka telah bersiap-siap sejak mulai abad 16.

Ditengah mundurnya Intelektualitas dunia Islam mereka mendirikan pusat atau lembaga-lembaga kajian sebagai topeng gerakannya. Kajian ini kebanyakan dimiliki oleh Inggris, Francis, Amerika. Yang kajian ini untuk menjadikan Barat sebagai pusat intelektualitas dunia. Dan kajian ini juga untuk menyerang para intelektual muslim, serangan ini sudah sejak lama disiapkan untuk menyerang Islam sejak abad 14.

Gerakan ini tak akan terpisahkan oleh Barat dalam Imperalisme yang dipropogandakan Barat kepada dunia Islam. Supaya sistem Khalifah di dunia ini harus hancur maka yang dilakukan untuk itu semua adalah menghancurkan pemikiran intelektual muslim atau menyerang pemikir-pemikir muslim. Dan mereka hembuskan bahwasanya jika menggunakan sistem Khilafah maka bagaikan orang sakit yang tak bisa berbuat apa-apa. Supaya tak bernafas lagi, maka diisukan bahwasanya memisahkan Arab dengan Khilafah yang lainnya. Maka di sini timbulah Patriot dan Nasionalisme negara dan mereka tak memikirkan kembali Khilafah yang akan di makan oleh Barat.
2- Gerakan Nasionalisme dan Separatisme
Nasionalisme dan separatisme dimainkan oleh negara-negara Eropa seperti Inggris, Francis, dan Rusia. Itu bertujuan untuk meluluhkan Khilafah Islamiyah. Di kedutaan besar Eropa juga ikut andil dan berperan aktif dalam meruntuhkan Khilafah Islamiyah dengan menjalin hubungan dengan Arab. Di Kairo dibentuk partai Desentralisasi yang diketuai Rafiqul Adzhim, di Beirut. Komite reformasi dan forum Harfiyah dibentuk Inggris dan Francis untuk menyusup di tengah-tangah bangsa Arab yang memperjuangkan nasionalisme.
Para pemuda Arab berkumpul di Paris untuk mengumumkan nasionalisme. Dokumen yang ditemukan dikonsulat Francis rencana untuk memberontak kepada khilafah yang telah didukung oleh Inggris dan Francis.
Faktor Kehancuran Khilafah
Sebagimana yang pernah penulis sebutkan dipendahuluan di atas ada dua faktor yang menyebakan runtuhnya Khilafah Ustmaniyah
Pertama: Kurang Fahamnya Umat Islam Kepada Ajarannya
Kedua : Tidak Adanya Tataran Aplikatif Dari Umat Islam Atas Ajarannya.
Sebenarnya kedua hal tersebut bisa diselesaikan jika imannya kuat dan tinggi dalam mengatasi semua permasalahan yang ada. Tapi kesempatan ini tidak dilaksanakan dengan baik, Sulaiman II yang dijuluki dengan Qanun ini jasanya dalam mengadopsi undang–undang sebagai sistem Khilafah yang saat itu membuat undang-undang menurut Mazhab tertentu. Yakni mazhab Hanafi padahal Khilafah Islam bukanlah Mazhab.

Dengan tidak dimanfaatkan kesempatan emas ini untuk perbaikan. Contoh dengan diambilnya undang-undang Sulaiman II dengan baik, seharusnya penyimpangan bisa dihindari. Dampaknya setelah berakhirnya masa Khalifah Sulaiman II yang jadi malah Khalifah yang lemah seperti; Mustafa 1 (1617) Osman II (1617-1621) dikarenakan kepemimpinanpada masa itu lemah, maka banyaklah terjadinya pemberontakan.

Ini yang membuat politik luar negeri menjadi terhenti dan begitu pun dengan Jihad juga pada abad ke-17 dan pemasukan negara pun turun. Mellihat Collaps itu Khilafah telah melakukan reformasi pada abad ke-17 namun lemahnya pemahaman tentang Islam menjadikan mereka gagal melakukan reformasi. Yang saat itu Khilafah tak bisa membedakan antara IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Tekhnolgi) dengan Peradaban dan Pemikiran. Ini menjadikan adanya struktur baru dalam negara yakni perdana menteri yang tak pernah dikenal sejarah Islam kecuali sudah terpengaruh oleh demokrasi yang diusung oleh Barat yang sudah merasuk ke tubuh Khilafah. Apalagi setelah terbentuknya dewan Tanzimat (1839) semakin kokohlah cakar Barat di tubuh Khilafah. Setelah telah dibentuknya beberapa undang-undang seperti undang-undang acara Pidana undang-undang Dagang, tambah rumusan Konstitusi 1876 oleh gerakan Turki Muda yang berusaha membatasi fungsi Khalifah. maka berakhirlah ke-khilafahan Ustmaniyah di Turki.
Syubhat-syubhat Runtuhnya Khilafah
1- Dari Diri Umat Islam Akar Permasalahan
Ini yang mungkin perlu kita bahas secara selektif mungkin, karena yang menyebabkan runtuhnya Khalifah Ustmaniyah itu dari diri umat Islam atau dari pihak Barat. Dan ini mungkin masih kita diskusikan. Apakah runtuhnya Khilafah Ustmaniyah itu karena umat Islam atau dari bangsa Barat? Mungkin penulis lebih cendrung untuk menempatkan pihak dari diri umat Islam adalah penyebab yang mengakibatkan adanya pengaruh yang kuat ditubuh Khilafah.

Setelah wafatnya Sulaiman Al-Qonuni II intelektualitas yang dimiliki umat Islam menurun dan banyak permasalahan. Dan masalah ini yang memudahkan Barat dan Yahudi menghancurkan Umat Islam dengan berbagai perjanjian yang menguntungkan bangsa kulit putih tersebut. Karena dipantau dari jauh oleh Barat ketika lemahnya umat Islam pada abad ke-17 maka diambil kesempatan itu untuk melakukan perjanjian dengan pihak Islam. Melalui Perjanjian Carlowitz (1699) wilayah Hungaria, Slovenia, Kroasia. Dan keadaan ini dipersulit dikarenakan adanya pemberontakan dari Turki sendiri dengan nama gerakan Turki Muda yang mempersempit ruang untuk Khilafah. Dan banyak lagi perjanjian yang selalu menguntungkan pihak Barat. Itu penyebabnya adalah kurang pemahaman dalam diri umat Islam atas intervensi yang berlebihan dalam diri tubuh umat Islam.

Jika saat itu umat Islam kuat maka tidak akan ada satu pun dari pihak Barat berani menyerang, melakukan konspirasi politik dengan kekuatan yang dimiliki Khilafah saat itu. Tentunya tidak ada yang perlu ditakuti. Jadi itu pendapat penulis, bahwasanya kekurangan atau runtuhnya Khilafah Turki Ustmaniyah itu dikarenakan kelemahan dari tubuh umat Islam sendiri bukan dari pihak Barat.
2-Menggunakan Sekularisme
Mungkin ini yang biasa jadi pembahasan yang panjang setiap negeri yang bermayoritas muslim. Apa kelebihan sekularisme dibandingakan Khilafah? sampai Khilafah bisa ditepikan dan mengutamakan sekularisme dibanding Khilafah.

Sebelum kita membahas sekularisme lebih dalam lagi, mari kita mengetahui definisi sekular, sekular adalah: Mengendalikan Permasalahan dan Urusan Dunia Secara Terpisah Dengan Agama. Ia tidak ada hubungan sama sekali dengan Akhirat dan Tuhan. Kita semua mengetahui ketika masa kejayaan Kamal Pasha dia menggunakan faham sekular yang secara out all. Ketika benar-benar Kamal Pasha menggunakan sistem sekular, maka jelas terlihat bahwasnya Khilafah sudah digantikan dengan sistem yang selama ini dibanggakan oleh Barat.

Jika seandainya Kamal Pasha tidak menggukan sistem sekular, penulis pikir tidak sampai pusat Khilafah di Turki bisa runtuh dan hilang dari peta dunia. Karena penyebab inilah (red: sekular) Islam mendapatkan keterasingan dan terbuang dari Turki.
3-Kamal Pasha 
Jauhkan Ruh Islam Dari Turki
Pria yang menjadi presiden pertama Turki ini mempunyai nama Mustafa Kamal Pasha pada tahun 1881. Bapaknya Ali Riza seorang pegawai rendah di pemerintahan meninggal akibat sakit. ibunya bernama Zubaidah Hanim seorang yang taat beragama, ibunya sangat fokus untuk mendidik anaknya untuk menjadi ahli dalam agama. Tetapi jauh dari harapan melainkan bahwasanya dia malah orang yang menghancurkan Khilafah di Turki dan menggantinya dengan sistem sekular dan mengasingkan Khalifah ke luar negeri. Tidak lama setelah dia berkuasa ia menginginkan untuk manjauhkan Turki dari ruh Islam. Tetapi yang perlu kita bahas bersama, Kamal Pasha ini menginginkan untuk menjadi Turki negara modern, karena tidak ada ke-khilafahan maka ia berusaha untuk menjadi negara yang terlepas dari semua itu atau melepaskan diri dari Khilafah biar menjadi negara yang maju.

Ia memerintah kurang lebih sudah 14 tahun. Setelah wafatnya Kamal Pasha ini maka ideologi yang diusung oleh Kamal Pasha diteruskan oleh pengikutnya yang kebanyakan dari mereka militer. Oleh karena itu di perkantoran dan tempat pendidikan dilarang keras memakai jilbab hampir 3 abad permasalahan itu berlangsung lama, tetapi setelah kehadiran partai politik keadilan dan pembangunan Alhamdulilah membuahkan hasil yang menyenangkan rakyat Turki. Dan akhirnya larangan jilbab di universitas-universitas bisa diselesaikan dengan kemenangan dikubu keadilan dan pembangunan dengan perolehan suara.

Penulis berpesan kepada diri penulis dan semua yang membaca tulisan yang sederhana ini. Kita semua menginginkan Khilafah itu ada kembali. Dan perjuangan yang penuh kerja keras dan serius insya Allah Khilafah itu akan ada. Dan bagaimana Khilafah itu akan ada dan terwujud?! Kalau di antara umat Islam masih suka memperbesar permasalahan, jiwa nasionalisme kenegaraan yang berlebihan menutup ruh persaudaran di antara umat Islam. Saya pernah bertanya sama lecturer saya di Universitas Al- Azhar sambil minum syai (tea). Tanya saya, wahai guru kapan umat Islam dan Timur Tengah akan bersatu? Dia jawab, “ tak akan pernah terjadi! Dan kapan Khilafah itu akan ada? Dia jawab, “ Khilafah akan ada, tapi kebanyakan orang Arab tak akan mau di pimpin sama orang A’jami (non-Arab) Kata saya, kenapa? Karena jiwa fanatik bangsa Arab yang membuat mereka begitu.

Jadi kalau kita mau bersatu umat Islam, tinggalkan dan buang sifat fanatik dalam diri kita. Dan mendahulukan ruh Islam dari pada ruh kenegaraan dan kesukuan.
Waallahu a’lam.



22.51 | Posted in | Read More »

Doa

Bagaimana bisa menjadikan segala sesuatu mendoakan anda?!
Oleh: Muherman Numrah, Lc

Ajarkanlah kebaikan-berupa ilmu-ilmu Agama ataupun ilmu dunia-maka sesungguhnya Allah, para Malaikat-Nya, semut di sarangnya, ikan-ikan di lautan..sungguh mereka bershalawat kepada orang yang mengajarkan manusia kebaikan. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

إن الله وملائكته وأهل السماوات والأرض حتى النملة في جحرها وحتى الحوت ليصلون على معلم الناس الخير ) . رواه الترمذي وقال حسن غريب قال الشيخ الألباني: ( حسن ) أنظر: مشكاة المصابيح [1 / 46 ] وصحيح الترغيب والترهيب [1 / 19 ]

“Sesungguhnya para malaikat, serta semua penduduk langit-langit dan bumi, sampai semut-semut di sarangnya, mereka semua bershalawat atas orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. At-Tirmizi no. 2685 dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib: 1/36 dan Shahih Al-Jami’ no. 1883).

Talikanlah dua shalat, seperti: kita duduk mengingat Allah di Masjid antara Maghrib dan Isya, karna sesungguhnya malaikat selalu meminta ampun kepada Allah untuk anda, mereka berdo’a: Ya Allah ampunilah dia, sayangilah dia dan maafkalah dia!

((لا يزال العبد في صلاة ما كان في مصلاه ينتظر الصلاة، وتقول الملائكة: اللهم اغفر له، اللهم ارحمه، حتى ينصرف أو يحدث)). متفق عليه
“Selagi seorang hamba di tempat shalatnya, dan dia tidak berada di tempat shalatnya melainkan menunggu shalat berikutnya, para Malaikat akan berkata (berdoa): Ya Allah ampunilah dia, sayangilah dia, hingga hamba ini pergi atau berhadats (batal wudhu’nya)”. (Muttafaqun ‘ALaih).

Tidurlah dalam keadaan berwudhu! sebab Para Malaikat akan selalu berdoa kepada orang yang tidur dalam keadaan berwudhu. Sebagaimana pada hadits:

"طَهِّرُوا هَذِهِ الأَجْسَادَ طَهَّرَكُمُ اللَّهُ فَإِنَّهُ لَيْسَ عَبْدٌ يَبِيتُ طَاهِرًا إِلا بَاتَ مَلَكٌ فِي شِعَارِهِ لا يَنْقَلِبُ سَاعَةً مِنَ اللَّيْلِ إِلا قَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا"

“Sucikanlah jasad-jasad ini, maka Allah akan mensucikanmu, karna sesungguhnya tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci (berwudhu) melaikan seorang Malaikat berdiam di rambutnya, dan tidak pula ia berbalik satu jam pada malam itu, melaikan Malaikat berkata “Ya Allah ampunilah hamba-Mu ini..karna ia tidur dalam keadaan suci!”. (HR. Thabrani, di hasankan oleh Syaikh Al-Bani).

Mintalah doa dari kedua orang tua anda, karna sesungguhnya doa bapak dan ibu doa yang tidak akan ditolak.

ثلاث دعوات لا ترد : دعوة الوالد لولده، و دعوة الصائم، و دعوة المسافر

“Tiga doa yang tidak akan tertolak: Doa orang tua terhadap anaknya, doa orang yang berpuasa dan doa orang yang dalam perjalanan”.

Carilah orang yang berbakti kepada orangtuanya, baik itu laki-laki ataupun perempuan, dan mintalah doa kepada mereka..karna do’a mereka mustajab insya Allah. Sebagaimana Nabi mewasiatkan kepada para sahabatnya supaya meminta doa kepada uwais all-qarni yang terkenal dengan orang yang paling berbakti kepada orang tuanya.

Talkinkan anak anda doa-doa mudah dan ajarkan dia bagaimana mengucapkannya, kemudian amin-kan oleh anda. Karena sesungguhnya mereka belum berdosa, sebagaimana di ketahui bahwasanya Allah ‘Azza Wajalla akan menerima syafaat mereka terhadap orang tua mereka.

Wasiatkan orang lain (seperti teman anda), karna shohih dari Nabi bahwasanya doa seorang muslim terhadap muslim lainnya di kejauhan merupakan diantara doa yang tidak akan di tolak. Sebagaimana sabda Nabi:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ ِلأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِيْن وَلَكَ بِمِثْل (رواه مسلم)

“Doa seorang muslim untuk saudaranya di kejauhan mustajab, di kepalanya terdapat malaikat yang di tugaskan, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya berupa kebaikan, maka malaikat yang ditugaskan tersebut berkata: “Amiin, dan engkaupun mendapatkan hal serupa“ (HR.Muslim).

Santunilah binatang dan hewan, pergilah anda ke laut atau ke sungai, jangan lupa bawa sepotong roti atau makanan yang lainnya dan berilah ikan-ikan tersebut makanan yang anda bawa supaya mereka bersyukur kepada Allah terhadap kebaikan anda. Atau pergilah ke tempat anda menjumpai perkumpulan merpati, tebarkanlan kepada mereka biji-bijian, sehingga mereka bersyukur kepada Allah terhadap makanan yang anda berikan kepada mereka. Atau letakkanlah sebuah bejana kecil atau tempat yang bisa menyimpan air, letakkanlah ia ditempat biasa kucing minum, sehingga ia bisa memimun air yang anda kasih untuk mereka, dan merekapun bersyukur kepada Allah terhadap air yang anda tempatkan untuk mereka. Sebagaimana hadits seorang wanita pelacur bani israil diampuni karna memberi minum anjing yang sedang kehausan. Mintalah kepada Allah, agar kita di jadikan diantara orang-orang berdoa terhadap Malaikat Pemikul ‘Arsy, sebagaimana pada surat Ghafir ayat 7:
“Orang-orang yang memikul ‘Arsy (Malaikat) dan orang yang di sekitar mereka bertasbih memuji Tuhan mereka dan beriman dengan-Nya, dan meminta ampun untuk orang-orang beriman…” sampai ayat 9. Sedangkan mereka berdo’a untuk anda seperti itu setiap harinya.

Laksanakanlah Umrah, dan berusahalah untuk memperbanyak talbiah, karna tidak ada sesuatupun yang mendengar talbiah anda melainkan mereka ikut bertalbiah bersama anda; sehingga bebatuan, pepohonan dan lumpur memohon ampun kepada Allah untuk anda.

Ya Allah, ampunilah hamba dan orang-orang yang membaca tulisan ini dan menyebarkannya, dan kumpulkanlah kami di surga-Mu, Amin.



23.02 | Posted in | Read More »

TAUHIDULLAH


TAUHIDULLAH DIDALAM KEHIDUPAN MANUSIA
SEBAGAI MAKHLUK BERAGAMA
Oleh: Abdul Ghani

Segala puji hanya bagi Allah yang tiada Tuhan selain Allah, sholawat dan salam untuk nabi Muhammad Shallahu’Alaihi Wasallam.

Antara manusia, kehidupan dan agama (keyakinan) adalah tiga objek yang paling penting dalam semua pembahasan, yang akan selalu menjadi hot topic dalam kajian akal dan tidak bisa tidak manusia berakal tidak akan pernah bisa terlepas dari pembahasan ini. Bahkan bukan sekedar menjadi pembahasan, akan tetapi melebihi dari itu, manusia akan selalu berusaha membuka tabir dibalik tiga aspek tersebut untuk mencapai sebuah tujuan yang disebut dengan: “As-sa’adah” atau kebahagian. Disaat manusia mencoba untuk melupakan salah satu tiga aspek tersebut secara otomatis manusia tersebut akan terhindar dari yang namanya kebahagian.

Berbicara tentang kebahagiaan, memang para pakar berbeda-beda dalam mendefenisikan kebahagian tersebut, para Filosof materialis mengatakan bahwa kebahagian ada pada manusia ketika seorang manusia itu sempurna dari segi fisik, dengan kata lain, manusia cacat adalah manusia yang tidak memperoleh kebahagian sama sekali di dalam hidupnya. Alfarabi sebagai seorang Filosof muslim menganggap bahwa kebahagian adalah ketika manusia memperoleh sesuatu yang pantas ketika memang disaat itu dia pantas mendapatkannya. Sebagai contoh ketika seorang manusia merasakan lapar, maka makananlah yang dibutuhkan oleh manusia disaat itu. Memperoleh makanan ketika itu menjadi kebahagian bagi manusia yang lapar. Namun, yang mesti diketahui, bahwa ulama dan filosof muslim sepakat mengatakan bahwa kebahagian seorang mukmin adalah ketika seorang mukmin sampai kepada ma’rifatullah haqqa ma’rifatih (memperoleh pengetahuan akan allah dengan segala keyakinan).

Dapat disimpulkan dari dua paragraf di atas bahwa ma’rifatullah tidak bisa diperoleh manusia kecuali dengan memahami akan tiga aspek yang tertulis di atas (manusia, kehidupan dan agama). Sengaja digunakan kata-kata “memahami” dengan maksud memahami mengandung makna melebihi dari sekedar membahas dan setelah pembahasan selesai tinggallah pembahasan dengan bahasannya. Memahami adalah kata yang tidak sempurna dari segi makna jika tanpa amalan.

Alquran sebagai pedoman hidup manusia mendidik manusia untuk mengiringi pengetahuan dengan perbuatan, Allah berfirman:  الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ “Orang-orang yang beriman dan melakukan amal baik…” ada banyak ayat di dalam Alquran yang Allah menyebutkan amalan setelah iman sebagai pengetahuan. Demikian Allah mengajarkan manusia untuk beramal setelah berilmu atau beramal dengan ilmu. Nabi pun juga mendidik umatnya untuk beramal sehingga ilmu itu bermanfaat dengan amalan.

Manusia, kehidupan dan agama sebagai pokok pembahasan yang tidak terhenti hanya sampai batas membahas dan mengetahui, namun berkelanjutan dengan pengamalan dari hasil pembahasan tersebut yang akan menyampaikan manusia kepada titik kebahagian.

Apa itu manusia? Darimana manusia berasal? Apa tujuan manusia itu ada? Semua pertanyaan tentang manusia dapat dijawab oleh akal manusia, tapi apakah semua jawaban tersebut benar dan sesuai dengan apa yang semestinya?. Jawaban yang benar pasti mempunyai landasan, apakah landasan dari jawaban yang benar tersebut, yang bisa menjadi titik tolak untuk sebuah jawaban yang benar? Apa itu kehidupan? Apa hubungan antara kehidupan dengan manusia dan agama atau keyakinan?
Semua pertanyaan tersebut terlihat sederhana, namun bermakna yang begitu dalam jika dikaitkan dengan pembahasan kebahagian. Jawaban dari semua pertanyaan tersebut tidak mesti dicari karena memang bukan sesuatu yang hilang sehingga harus dicari, namun jawaban sudah ada didalam diri manusia yang manusia kebanyakan tidak menyadari sehingga merasa mesti mencari.

Berfikir adalah jawaban yang tepat untuk semua pertanyaan tersebut. Manusia adalah makhluk yang dianugerahi akal untuk berfikir, kehidupan tidak bisa terlepas dari fikiran, agama dan keyakinan menjadi dua sisi mata uang dengan manusia. Firman Allah didalam Alquran bergitu banyak mengatakan “Afala ta’qilun?” tidakkah engkau berfikir?

Lebih ringkas lagi dapat disimpulkan bahwa manusia, kehidupan dan agama adalah satu, mungkin kita pernah menganggap agama adalah sesuatu yang harus dicari dan dimasukkan kedalam diri. Namun kenyataannya bukan begitu, bahwa agama adalah sesuatu yang memang telah ada bersama manusia, disaat manusia memperoleh kehidupan disaat itu juga agama sudah ada beserta kehidupan manusia tersebut. Sedikit membingungkan memang, untuk lebih bisa tergambarnya kita mesti memahami apa itu agama.

Agama atau didalam bahasa arab disebut dengan “Ad-din”, ulama mendefenisikan ad-din adalah;
- “Segala bentuk perintah dari Allah yang diturunkan melalui penyampai risalah yaitu nabiNya yang berbentuk hukum-hukum”.

Ada juga ulama yang mendefenisikan Ad-din adalah;
- ”ketetapan Tuhan yang diperuntukkan kepada manusia yang memiliki akal yang sehat, sesuai dengan ikhtiar manusia yang membawa kepada kebaikan bagi manusia itu sendiri”

Dari kedua defenisi diatas dapat disimpulkan menjadi satu defenisi;
“Bahwa agama adalah hukum-hukum yang ditetapkan Allah untuk hamba-hambaNya, yang akan membawa para hamba kepada kebaikan yang sebenarnya”.

Namun, agama seperti apakah yang dimaksudkan dengan unsur yang telah ada bersama keberadaan manusia? Apakah semua agama? Ataukah beberapa dari sekian banyak agama yang diyakini oleh manusia?

Pada hakikatnya, manusia bagaimanapun bentuk dan dimanapun tempatnya pasti akan merasakan fitrah yang telah ada pada dirinya, karena memang agama bukanlah sesuatu yang baru bagi jiwa manusia melainkan unsur yang menyatu dengan manusia itu sendiri.

“Pada hari ini telah aku sempurnakan bagi kalian din ( agama ) kalian, dan telah aku cukupkan bagi kalian nikmat-nikmat Aku dan telah Aku redhai islam sebagai din ( agama )”. Demikian firman Allah, yang dengan jelas mengataka bahwa agama yang diridhai Allah hanyalah islam. Islamlah yang dimaksudkan dengan unsur yang ada pada diri manusia. Bukan berarti rasis yang mengarah kepada makna negatif saat kita mengatakan bahwa islam-lah agama yang benar. Akan tetapi itulah fakta yang terasa jika islam dikaji secara objektif dan diamalkan dengan benar.

Apa itu islam? Islam adalah istislamulwajhi ilallah (menyerahkan diri hanya kepada Allah), menyerahkan diri hanya kepada Allah hanya akan bisa tercapai dengan satu jalan yaitu keyakinan penuh kepada Allah, atau bisa disebut dengan iman.

Kemudian, apa itu iman? Iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lidah dan dipraktekan melalui amalan.

Secara mendasar, itulah cakupan dari agama. Yang sifatnya adalah keyakinan bukan pemaksaan akan tetapi kebutuhan manusia yang disediakan Allah untuk hambaNya. Kehidupan dunia jika ditelusuri, akan didapati semuanya saling berkaitan antara aspek dengan aspek lain didalam kehidupan. Bersumber dari satu dan kembali kepada yang satu.

Setelah kita mengetahui dan memahami apa hakikat kita sebagai manusia, apa itu kehidupan dan kaitannya dengan din (agama), apa itu iman dan islam. Langkah selanjutnya yang merupakan tujuan dari sebuah kehidupan adalah ma’rifatullah (pengetahuan akan Allah), dasar dari ma’rifatullah adalah tauhidullah peng-esaan Allah.

Allah itu satu, bukan dua ataupun tiga apalagi lebih dari itu. Didalam Alquran dapat kita temukan firman Allah لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلا اللَّهُ لَفَسَدَتَا “Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa.” akal yang sehat pun akan membenarkan hal tersebut. Jika ada dua Tuhan, maka kedua Tuhan tersebut mempunyai kuasa yang sama dan keinginan yang berbeda pastinya alam akan hancur karena perebutan kekuasaan dua Tuhan, jika tidak demikian halnya, kemungkinan kedua Tuhan tersebut akan berperang untuk meraih kekuasaan penuh, secara otomatis akan ada yang kalah dan akan ada yang menang, seandainya begitu keadaannya berarti Tuhan yang kalah bukanlah Tuhan karena Tuhan adalah zat yang tidak mempunyai kekurangan dan kelemahannya. Demikian keadaannya jika ada dua Tuhan apalagi ada tiga Tuhan atau lebih.

Allah esa dengan zatNya dan sifat-sifatNya, Allah esa dengan segala kekuasaanNya terhadap makhluk-makhlukNya. Semua itu dapat kita temukan dalam satu cabang ilmu, yaitu ilmu tauhid ataupun ilmu kalam.

Tauhid sebagai sebuah cabang ilmu, mempunyai tiga pembahasan:

  1. Ilahiyat : pembahasan yang berkaitan dengan ketuhanan.
  2. Nubuwwat : pembahasan yang berkaitan dengan kenabian.
  3. Sam’iyat : pembahasan yang tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil sam’I yaitu alquran dan hadits, seperti perkara surga dan neraka, hari berbangkit, nikmat dan siksa kubur dan lain sebagainya.
Yang semua pembahasannya itu tidak bisa terlepas satu sama lainnya, dan kembali kepada satu pokok atau tujuan akhir dari keberadaan makhluk dialam ini, yaitu tauhidullah (peng-esaan Allah). Ke-esaan Allah yang dibahas didalam sebuah cabang ilmu yang kita sebut dengan ilmu tauhid bukanlah suatu ilmu yang diakal-akali atau dibuat-buat sehingga menjadi terlihat begitu penting dan begitu istimewa. Akan tetapi memang sesuatu yang mesti masuk akal dengan segala kebenarannya. Yang dengannya manusia bisa terhindar dari penyelewengan akidah menuju kesyirikan dan akan mengantar manusia agar sampai ke terminal akhir kebahagian yaitu ma’rifatullah.

Ilmu tauhid jika dipandang dari segi hukum mempelajarinya, para ulama Ahlu As-sunnah wal jama’ah sepakat menetapkan bahwa hukumnya adalah wajib ‘ain atau wajib bagi setiap individu untuk mengetahuinya ataupun mempelajarinya, bagaimana tidak, orang yang mengaku adalah makhluk ber-Tuhan dan beragama tidak mengetahui akan Allah yang merupakan Tuhan sekalian alam.

Setelah dibahas panjang lebar mengenai manusia, kehidupan dan agama dan pembahasan-pembahasan lain yang disinggung di paragraf-paragraf sebelumnya dengan semua keterkaitan satu dan lainnya, mungkin bisa dianggap sebagai pembukaan pemahaman akan urgensi sebuah ilmu tauhid dalam kehidupan manusia. Semoga kesadaran akan pentingnya ilmu tauhid dan tauhid itu sendiri, kita semua sebagai mukmin bisa lebih menyadari dan memahami akan makna iman yang hakiki.
Wallahu’alam bisshawab

Allahumma arinalhaqqa haqqan warzuqnattiba’ah wa arinalbathila bathilan warzuqnajtinabah.amin.

01.55 | Posted in | Read More »

Basmalah dalam shalat


Basmalah dalam shalat
Oleh: Hermansyah, Lc

Ketika kita shalat berjama’ah, sebagian masjid imam shalat mengeraskan bismillah waktu membaca surat Alfatihah sementara sebagian masjid yang lain, kita tidak mendengarkan imam shalat membaca bismillah dalam surat alfatihah. Hal ini terkadang memicu sebagian jama’ah enggan untuk shalat berjama’ah dibelakang imam yang berseberangan dengan apa yang mereka fahami selama ini, lalu sebenarnya bagaimana pandangan para ulama tentang hukum membaca basmalah dalam shalat?

Ulama berbeda pendapat tentang hukum membaca basmalah
Kalau kita tela’ah kitab-kitab literature islam, kita akan mendapati para ulama berbeda pendapat tentang hukum membaca basmalah dalam shalat, perbedaan ini adalah hasil dari perbedaan mereka dalam memandang basmalah itu, apakah basmalah adalah ayat yang berdiri sendiri di awal setiap surat, atau apakah ia termasuk bagian dari setiap surah ?

Dalam hal ini ulama berbeda pendapat menjadi tiga kelompok:
  1. Basmalah adalah ayat dari setiap surat termasuk alfatihah, ini adalah pendapat madzhab Syafi’i.
  2. Basmalah bukanlah termasuk ayat dalam alfatihah bukan pula ayat dari surat-surat lainnya, ini adalah pendapat madzhab Maliki.
  3. Basmalah adalah ayat yang berdiri sendiri yang diturunkan sebagai tanda pemisah antara satu surat dengan surat lainnya. Ini adalah pendapat madzhab Hanafi

Dalil-dalil dari setiap kelompok

-Dalil pendapat kelompok pertama:
Kelompok pertama yang mengatakan bahwa Basmalah adalah ayat dari setiap surat termasuk alfatihah berdalil sebagai berikut:

1. Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : إذا قرأتم الحمد لله فاقرؤوا بسم الله الرحمن الرحيم إنها أم القرآن وأم الكتاب والسبع المثاني وبسم ا لله الرحمن الرحيم إحدى آياتها رواه الدارقطني

Artinya:
Dari Abu Hurairah RA ia berkata, rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam bersabda apabila kalian membaca Alhamdulillah maka bacalah bismillahir rahmanir rahiim, sesungguhnya ia adalah ummul qur’an , ummul kitab dan tujuh yang berulang-ulang dan bismillahir rahmanir rahiim adalah salah satu dari ayatnya. HR Daruquthni.

-Dalil pendapat kelompok kedua :
Kelompok kedua yang mengatakan bahwa Basmalah bukanlah termasuk ayat dalam alfatihah bukan pula ayat dari surat-surat lainnya berdalil sebagai berikut:
Hadits yang diriwayatkan oleh imam bukhori dan muslim :

عن عائشة رضي الله تعالى عنها : أن رسول الله صلى الله عليه و سلم كان يفتتح الصلاة بالتكبير والقراءة بالحمد لله رب العالمين رواه مسلم

Artinya:
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam memulai shalat dengan takbir kemudian membaca Alhamdulillah rabbil alamiin. HR Muslim
Dan hadits :

عن أنس بن مالك أنه حدثه قال صليت خلف النبي صلى الله عليه و سلم وأبي بكر وعمر وعثمان فكانوا يستفتحون بالحمد لله رب العالمين لا يذكرون بسم الله الرحمن الرحم في أول قراءة ولا في آخرها رواه مسلم

Artinya:
Dari Anas bin Malik ia bercerita aku shalat dibelakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam , abu Bakar, Umar dan Utsman. Mereka semua memulai bacaan dengan alhamdulillahi rabbil ‘alamiin tanpa menyebutkan bismillahir rahmanir rahiim di awal bacaan tidak pula diakhirnya. HR Muslim

-Dalil pendapat kelompok ketiga
kelompok ketiga yang mengatakan bahwa Basmalah adalah ayat yang berdiri sendiri yang diturunkan sebagai tanda pemisah antara satu surat dengan surat lainnya berdalil sebagai berikut:

عن ابن عباس قال كنا لا نعرف انقضاء السورة حتى تنزل بسم الله الرحمن الرحيم رواه ابو داود

Artinya:
Dari Ibn Abbas ia berkata Kami tidaklah mengetahui berakhirnya surat sampai turun bismillahir rahmanir rahim. HR Abu Dawud

Buah dari perpedaan ulama dalam memandang bismillah:
Sebagai buah dari perbedaan ulama dalam memandang basmalah diatas, maka para ulama pun berbeda pendapat tentang hukum membaca basmalah dalam shalat menjadi beberapa kelompok berikut;
  1. Imam Malik menyatakan tidak boleh membaca basmalah dalam shalat wajib baik itu dengan cara mengeraskannya ataupun mengecilkannya.
  2. Imam Abu Hanifah menyatakan bahwa basmalah itu dibaca secara sir dalam semua raka’at shalat.
  3. Imam Syafi’I menyatakan bahwa wajib membacanya secara jahar pada shalat-shalat jahar, dan membacanya sir pada shalat-shalat sir.
  4. Imam Ahmad menyatakan bahwa wajib membaca basmalah secara sir, tidak disunnahkan dibaca secara jahar.

Dari pemaparan diatas dapat kita ketahui persamaan dan perbedaan para ulama sebagai berikut;
  • Jumhur ulama yang diwakili oleh imam abu hanifah, imam syafi’I dan imam ahmad bersepakat bahwa bismilah tetap dibaca ketika membaca alfatihah, namun mereka berselisih apakah bismillah dibaca secara jahar atau sir? Maka imam abu hanifah dan imam ahmad menyatakan bahwa bismillah dibaca sir sementara imam syafi’I menyatakan bahwa bismillah dibaca jahar pada shalat-shalat jahar. Sementara imam malik menyatakan bahwa basmalah tidak dibaca sama sekali.

Nah, disini penulis ingin mengambil jalan tengah dengan mengutip ucapan syaikh ‘Athiyah Saqar dalam fatawa Al Azhar yang menggabungkan hadits-hadits yang beredar tentang basmalah, beliau mengatakan ada kemungkinan Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam terkadang mengeraskan bacaan basmalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam Daruquthni namun lebih sering membacanya secara sir sebagaimana hadits riwayat Muslim, dan hal ini jugalah yang diungkapkan oleh syaikh Bin Baz dalam kitabnya Majmu’ Fatawa Bin Baz.

Dari pemaparan yang ada, mudah-mudahan kita menjadi orang yang toleransi, jauh dari sifat fanatik golongan serta bijak dalam menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada.
Wallahu a’lam.

06.43 | Posted in | Read More »

Yasin: Sunnah dan Bid’ah

Fadhilah Surat Yasin Antara Sunnah dan Bid’ah[1]
Oleh: Muherman Numrah Mawardi, Lc

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin..shalawat dan salam untuk Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Surat yasin adalah salah satu diantara surat yang paling terkenal di kalangan Muslimin Indonesia dan Malaysia, sehingga mereka mengangungkannya akan peng-agungan yang sangat tinggi, bahkan surat yang mulia ini diatas keistimewaan surat-surat yang lain, seperti Ayat Kursi dan Surat Al-Ikhlash.
Akan tetapi sepanjang penulis menthala’ah dan mencari rahasia demikian, penulis dapati bahwa mereka lebih berpegang dengan riwayat-riwayat lemah dan bahkan palsu sama sekali, seperti: keutamaan Membacanya pada orang yang telah meninggal..sedangkan yang dianjurkan adalah ketika seseorang sedang sekarat.

Atau seperti keutamaan membaca ketika ziarah kubur, dan riwayat ini juga lemah sekali, dan tidak di terima oleh Ulama Muslimin ke-shohihan-nya. Dan masih banyak lagi yang menyimpang dari sunnah, yang mana Nabi kita tidak pernah menyebutkan keistimewaan seperti ini, sebab ada surat lain yang memiliki keistimewaan yang sangat tinggi dan bahkan paling tinggi dari surat dan ayat yang lain, seperti: Ayat Kursi, Surat Al-Fatihah, Surat Al-Ikhlas dst.

Dan pada tulisan singkat ini insya Allah kita akan paparkan fadhilah dari surat yang mulia ini dari riwayat yang diterima (shohih) dan riwayat yang tidak di terima (lemah atau palsu), yang demikian adalah demi menjaga Sunnah Shohihah dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan menghindarkan kita dan ummat ini dari riwayat-riwayat yang bertentangan dengan fitrah Islam dan bertetangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Semoga Allah memudahkan jalan kita ini kepada sesuatu yang di ridhoi-Nya. Amin.

1 : Riwayat yang diterima tentang fadhilah surat Yasin

Fadhilah Membaca Surat Yasin tujuan mencari ridho Allah

- Hadits-hadits shohih tentang fadhilah Surat Yasin
Dari Jundub Semoga Allah Ta’ala meridhoinya dia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Barangsiapa yang membaca Surat Yasin di malam hari hanya demi mencari redha Allah semata maka diampuni dosanya.”[2]

- Keutamaan membaca surat Yasin kepada orang yang sedang sekarat
Dari Ma’qal Bin Yasar Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Bacakanlah kepada orang matimu (orang yang sedang sekarat) Surat Yasin.”[3]

2 : Riwayat yang ditolak seputar keutamaan surat Yasin

1- Riwayat tentang keutamaan membacanya ketika ziarah kubur atau pada hari raya

Dari abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘Anhu marfu’: “Barang siapa yang menziarahi kuburan kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya pada hari Jumu’at kemudian dia membaca Surat Yasin maka akan diampuni dosanya.”

Keterangan:
Diriwayatkan oleh:
- Ibnu ‘Adi dalam kitab beliu “Al-Kamil fidh-Dhu’afa’”.
- Dan diriwayatkan pula oleh Imam Suyuthi dalam Tafsir beliau “Durul Mantsur”, di awal tafsir surat yasin.

Hadits ini adalah hadits PALSU, maknanya; hadits ini dibuat-buat oleh salah seorang yang ingin mendustai Rasul dan ingin merubah-rubah syariat Allah.

Dan berkata Syaikh Albani dalam silsilah Dhaifah: hadits PALSU, hadits ini menunjukkan sunnahnya membaca Al-Qur’an di kuburan, sedangkan tidak ada riwayat yang menyatakan boleh membaca Al-Qur’an di kuburan, akan tetapi Nabi membolehkan ziarah kubur hanya untuk mengingat akhirat saja.[4]

2- Hadits tentang memabaca Surat Yasin pada malam Jum'at

Hadits: “Siapa yang membaca Surat Yasin dan Ash-Shaffat pada malam Jum’at, kemudian dia meminta (berdo’a) kepada Allah maka Allah akan mengabulkan permintaannya.”

Diriwayatkan oleh:
- Dailami dalam Musnad firdaus, fadhl qiraatul qur’an 4/37 no: 5605

Hukum Hadits: hadits ini adalah LEMAH SEKALI (Dhaif Jiddan).

3. Hadits tentang syahid bila sering membacanya ketika pemiliknya meninggal

Hadits: “Aku fardhukan (wajibkan) kepada umatku membaca Surat Yasin setiap malamnya, maka siapa yang selalu membaca setiap malam kemudian dia meninggal, maka dia akan mati syahid.”

Di riwayatkan dan di sebutkan oleh:
- Abul Hasan Ali bin Muhammad Al-Kinani dalam kitab beliau Tanzih Asy-Syariah.
- Imam Thabrani di shaghir dan Mu’jam Aushath.
- Disebutkan oleh Imam Suyuthi dalam tafsirnya Durul Mantsur.

Hukum hadits: Hadits ini adalah LEMAH SEKALI

4. Hadits siapa yang membacanya di malam hari maka paginya dia sudah diampuni

Hadits Satu:
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dia berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Siapa yang membaca Surat Yasin pada malam hari, maka subuhnya ia akan diampuni, dan siapa yang membaca “Haa-Min” yang di sebutkan dalam Ad-Dukhan (Surat Ad-Dukhan) pada malam Jum’at, maka subuhnya dia akan diampuni.”

Diriwayatkan dan di sebutkan oleh:
- Abu Yu’la di Musnad
- Ibnu Jauzi di Maudhu’at
- Tirmidzi dalam fadhail Qur’an
- Di sebutkan oleh Ibnu Iraqi di Tanzih Syariah
- Ibn uHIsan dalam Shahihnyadan
- Dan disebutkan oleh Syaukani dalam fawaid majmu’ah fi hadits dhaifah.

Hukum Hadits:
Hadits ini adalah LEMAH SEKALI

Hadits Dua:
Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu dia berkata: telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘ALaihi Wasallam: “Siapa yang membaca “Yasin” pada malam hari, maka subuhnya ia akan di ampuni.”

Diriwayatkan dan di sebutkan oleh:
- Abu Nu’aim di Hilyatul Auliya’
- Dan sebagian di keluarkan oleh Dailami ma’tsurnya al-khattab.

Hukum hadits:
Hadits ini adalah LEMAH SEKALI

5. Meringankan si-mayit bila diabacakan surat kepadanya

Dari Abu Darda’ Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam beliau bersabda:
“Tidaklah seorang mayit di bacakan disisinya surat Yasin melainkan Allah akan meringankan baginya.”

Diriwayatkan dan disebutkan oleh:
- Disebutkan oleh Imam Suyuthi di Tafsirnya Durul Mantsur
- Disebutkan oleh ibnu hajar di talkhish habir fi kitab janaiz
- Dan dikeluakan oleh Abu SYaikh di fadhail QUr’an

Hukum hadits:
Hadits ini sandanya LEMAH SEKALI.

Ta’liq
Hadits ini merupakan sumber dasar yang paling banyak di amalkan oleh orang Indonesia dan Malaysia, mereka mengira bahwa surat Yasin itu di anjurkan membacanya ketika seseorang sudah meninggal karna yang demikian akan meringankan bebannya.
Dan banyak dari kita yang tidak mengetahui bahwa hadits ini adalah lemah sekali dan tidak boleh beramal dengan dasar ini, sebab yang dianjurkan adalah membacakannya pada ketika mayat sekarat dan akan meninggal, bukan telah meninggal. Allahu A’lam!.


[1] . Hadits-Hadits yang kita paparkan ini banyak di ambil dari Kitab Fadhail Suwaril Qur’an, oleh DR. Ibrahim Ali Isa, Jazahullahu khairan.
[2] . Hadits SHahih Riwayat Ibnu Hiban di Shahihnya.

[3] . HR. Imam Nasa’I, dalam kitab Amal lail walilah, Ibnu Majah dalam kitab Janaiz, Hakim dalam kitab fadhail Qur’an, dan Imam Ahmad dari ‘Arim bin dari Abdullah bin Mubarak.
[4] . Lihat Silsilah Dha’ifah, syaikh Albani 1/66 no 50.

13.23 | Posted in | Read More »

Blog Archive