Breaking News:

Ramadhan penuh sejarah

Ramadhan penuh  sejarah
Oleh : Ekta Yudha Perdana

Alhamdulillah, lafaz ini yang selalu disebut oleh orang orang beriman ketika masuk bulan Ramdhan. Karena dibulan ini semua orang bergembira menyambutnya, kecuali orang orang Munafik dan Kafir. Mereka tidak senang dengan datangnya bulan ini, karena orang orang akan beribadah dan menghambakan diri kepada Allah.

Mereka senang kalau tidak ada bulan ini, karena mereka bisa lebih leluasa untuk bermaksiat. Kalau bulan puasa, banyaknya restoran tutup, tempat hiburan dirazia, jadi mereka tidak suka dengan itu semua. Begitulah orang Kafir dan Munafik, yang kerjanya hanya ingin selalu bermaksiat dan menghitamkan hati.

Tapi bagi  orang beriman dalam hati mereka ada rasa gembira menyambut bulan suci ini, moga Allah berikan ketenangan hati buat orang beriman. Kita tahu dan sering dengar nama nama bulan dalam Islam, seperti Muharam, Safar, Rajab, dan lain lain.  Di antara bulan bulan itu yang selalu disebut oleh banyak orang dan orang pun banyak mengetahuinya ialah bulan Ramadhan.

Itu hal yang wajar, karena dibulan ini banyaknya sesuatu yang sangat berarti dalam sejarah Islam. Bulan Ramadhan waktu dimana diturunkannya Al-Quran dan begitupun terjadinya perang badar, pada bulan Ramadhan pula.

Wah, setidaknya kita akan menghela nafas ketika kita baca Al – Quran, bukan karena kita penat ketika baca Al-Quran, melainkan karena saat kita membacanya akan kita temukan banyak  Mu’jizat   di balik barisan ayat ayat yang kita baca. Dan Al-Quran itu diturunkan ketika bulan Ramadhan. Bukan, Muharam atau Sya’ban, itulah bentuk pengkhususan yang Allah berikan buat bulan Ramadhan.

Itu menunjukan bulan Ramdhan adalah bulan pilihan, bukan hanya Al- Quran saja sebagai  bukti sejarah bahwa bulan Ramadhan adalah bulan luar biasa. Tapi, ada juga sejarah yang akan selalu dikenang dalam buku buku sejarah umat Islam, yang dimana orang orang yang berperan di sana pun, termasuk orang pilihan. Ya apa itu? Perang badar.
Perang badar, perang yang sangat besar dalam sejarah Islam, perang dimana umat Islam masih sangat sedikit, yang harus berperang dengan orang kafir yang jumlah tentaranya jauh di atas jumlah tentara muslim. Tapi apa yang terjadi?
Umat Islam memenangkan peperangan itu, dan umat Islam bisa membuktikan pada dunia, bahwa bukan karena puasa yang menjadikan orang lemah, dan malas. Tapi, karena puasa, semua jiwa terpompa untuk berjuang dan berkarya. Memberikan terbaik buat dunia.
Kadang kita temukan disebagian cerita dalam masyarakat kita, yang berkata, “ ( wah kalau bulan Ramdhan malas terus! ) padahal itu sangat jauh dari perilaku yang dilakukan oleh Nabi Muhamad dan para sahabatnya.

Ketika bulan Ramadhan saatnya orang berlomba dalam kebaikan, berjuang untuk meraih gelar takwa. Dan gelar takwa itu tidak mudah didapatkan oleh orang yang hanya berpangku tangan, malas, yang hanya tidur. Sebenarnya kita harus lebih banyak lagi melihat sejarah Rasul, bagaimana Rasul jadi panutan buat umatnya, tauladan yang baik.
Ketika Ramadhan baca Al-Qur’an, tahajud sampai kaki beliau bengkak, dan semua kebaikan kebaikan yang ada, kita bisa lakukan dibulan Ramadhan. Karena banyaknya pahala yang Allah berikan ke kita.

Dan tentunya, itu sebagai motivasi kita untuk terus berubah menjadi lebih baik, bukannya Ramadhan menjadikan alasan untuk tidur, dan malas. Dan itu jauh dari tuntunan Rasul, kalau kita lihat dari 2 sejarah besar dari umat Islam yang pernah ada maka kita akan semangat dan terus berjuang ketika bulan Ramadhan. Karena di dalam bulan ini, pahala sangat mudah kita dapatkan.

Jadi dibulan suci ini mari kita semua bekerja dan terus bergerak, buat mahakarya, karena tak ada istilah bulan ramdhan bulan : Malas – tidur – santai –tak bergairah buat berkerja. Karena itu adalah suatu kesalahan.

Bangun dan bangkit, tatap dunia dengan penuh perjuangan. Dan ketika kita keluar dari bulan suci ini, kita sudah bisa bergerak lebih cepat. Karena pergerakan kita dibulan Ramadhan punya arti sangat besar demi kemajuan Islam.

Sejarah memberikan kita inspirasi untuk terus bergerak, karena dengan sejarah kita bisa ambil pelajaran dalam memperbaiki diri kita untuk lebih baik lagi di masa akan datang.  Berjuanglah karena Ramadhan bulan untuk menjadikan orang orang yang berhasil, bulan pelatihan jiwa, bulan pembakaran dosa dan bulan penuh sejarah.

Marhaban ya Ramadhan





16.17 | Posted in | Read More »

RAMADHAN SEBAGAI PENGUAT TAUHID

RAMADHAN SEBAGAI PENGUAT TAUHID
oleh: Abdul Ghani

Di dalam hadist qudsi dijelaskan, bahwa puasa yang diwajibkan kepada seluruh muslim dibulan Ramadhan adalah ibadah yang begitu spesial, Allah mengatakan puasa adalah untukku dan aku yang akan membalasnya. Begitu spesialnya bulan Ramadhan dan puasa yang diwajibkan padanya. Sampai-sampai balasan yang berlipat yang manusia tidak tahu berapa, bagaimana bentuk dan kapan balasan tersebut diturunkan Allah bagi yang dikehendakinya.
Belum lagi segala bentuk ibadah yang dilakukan dibulan Ramadhan menjadi berlipat ganda juga balasannya dari Allah, begitu besar rahmat dan kasih sayang Allah kepada hambanya. Masih berbicara tentang keutamaan bulan Ramadhan, Rasul SAW mengatakan: “ Siapa yang berpuasa dibulan Ramadhan dengan penuh keimanan, dan memohon ampun, Allah akan ampuni segala dosa yang telah terdahulu dari orang tersebut – dihadist lain disebutkan – bahkan diampuninya dosa yang belum dikerjakan”. Bagaimanapun ampunan adalah dari Allah.
 Ramadhan yang disebutkan bahwa pada awalnya adalah rahmah (rahmat, setelahnya adalah maghfirah(Ampunan), penutupnya adalah “ itqu minannar ” (terbebas dari api neraka). Bulan Ramadhan juga ditambah khusus lagi dengan adanya lailatulqadar. Suatu malam dibulan Ramadhan yang malam tersebut beribadah padanya lebih baik dari seribu bulan.

Kalau dibahas mengenai keutamaan bulan Ramadhan yang begitu banyak, menjadikan kita berfikir, begitu besar rahmat (kasih sayang) Allah kepada manusia, semuanya adalah nikmat yang diberikan Allah kepada ciptaannya, “maka nikmat yang mana lagi yang engkau dustai”. Walaupun demikian keadaannya, apalah arti keutamaan/ fadhilah jika tidak bisa didapatkan. Dengan kata lain, percuma membahas keutamaan Ramadhan kalau ternyata kita yang sudah berada di dalam Ramadhan tersebut tetapi sama sekali tidak bisa merasakan penting dan berartinya Ramadhan buat diri kita, sama halnya dengan, menceritakan kekayaan yang tidak ada ditangan kita, itu sia sia.

Puasa, itulah ibadah dari ibadah-ibadah yang mengisi bulan Ramadhan secara utuh. semua orang tahu kalau puasa dibulan Ramadhan itu adalah wajib, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran: “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian semoga kalian menjadi orang yang bertaqwa”.

Jadi tidak perlu dibahas lagi mengenai wajibnya puasa dibulan Ramadhan. Jika dibahas sesuatu yang sudah jelas, tidak terlalu memberikan manfaat, karena puasa adalah wajib, jadi kita tak perlu membahas, apakah wajib atau sunnah?!
Puasa bukanlah sesuatu yang terbatas, hanya menahan makan dan minum, atau puasa zhohir (kelihatan)melainkan yang tak kalah penting dan tak boleh diabaikan adalah puasa batin, bahkan puasa batin adalah puasa yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, bukan hanya dibulan Ramadhan tapi juga diluar Ramadhan mesti bisa berpuasa batin. Mungkin muncul didalam pikiran kita semua, apa itu puasa batin dan seperti apa puasa batin tersebut? Secara ringkas, penulis memahami puasa batin yaitu : Menahan diri dari mengingat kepada selain Allah.
Puasa seperti ini yang dimaksudkan dari puasa batin tersebut yang tidak terbatas ruang dan waktu, sedikit mengulang kembali mengenai cerita Nabi Adam ketika keluar dari surga, yang merupakan akibat dari kesuksesan Iblis dalam usaha menggoda Nabi Adam.

 Nabi Adam menyadari kalau dirinya telah lupa dengan pesan Allah, walaupun hanya sesaat nabi Adam menyadari kesalahannya tersebut, dan akhirnya bertaubat dan doa ini yang harus kita ketahui bersama, “Rabbana zolamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lanakunanna minalkhasirin”
Artinya : ya Tuhan kami, sungguh kami telah menzolimi diri kami, jika tanpa ampunanmu dan kasih sayangmu sungguh kami adalah orang-orang yang merugi. Khilafnya Nabi Adam ketika sesaat lupa mengingat allah, sehingga terbawa oleh rayuan Iblis adalah kezoliman manusia terhadap diri manusia itu sendiri, dengan kata lain, puasa yang pada hakikatnya adalah menahan, bukan sekedar menahan dari yang nyata, melainkan lebih dalam dari makna tersebut adalah, menahan diri dari tidak mengingat Allah.

Puasa yang hanya dengan menahan diri dari makan dan minum bisa dikatakan tidak ada manfaatnya, Rasulullah mengatakan: “ Betapa banyak orang-orang yang berpuasa, tidak ada sedikitpun yang mereka peroleh dari puasa mereka kecuali lapar dan haus”
Yang paling mendasar dari ibadah, baik di Ramadhan atau pun diselain Ramadhan adalah tiga aspek penting dalam aqidah yang benar yaitu:
  Ma’rifatullah (pengetahuan tentang Allah)
  Tauhidullah (pengesaan Allah)
  Tanzihullah(pensucian Allah)
Tanpa aspek-aspek tersebut, ibadah akan berubah arah menjadi kesyirikan, bagaimana tidak? Ibadah secara bahasa adalah penghambaan, dengan maksud penghambaan diri kepada tuhan sang pemilik semua hamba. Berikut pembahasan lebih lanjut:
  Ma’rifatullah (pengetahuan tentang Allah) adalah salah satu dari tiga inti penurunan Al Quran sebagai kalamullah  ( perkataan Allah )  tiga inti tersebut adalah: Ma”rifatullah (Pengetahuan tentang Allah),Ma’rifatuyaumilakhir (Pengetahuan  hari akhir), Ma’rifatusshirat (Pengetahuan jalan yang lurus)
Tiga inti inilah yang dicakup dalam AL-Quran sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ghazali dalam kitabnya (  Jauharu  Al – Quran ).
Pengetahuan akan Allah tersebut, sebagaimana Sheikh Yusuf Al-Qaradhawi mengatakan,Allah telah menciptakan makhluk makhluk agar makhluk makhluk tersebut mengeahui Allah subhanahu wata’aladengan asmaulhusna (nama-nama allah) dan sifat sifatnya yang begitu tinggi, yang allah tersebut bersifat dengan segala kesempurnaan dan suci dari segala bentuk kekurangan.

Di samping itu, Ibnu katsir dalam kitab beliau tafisr Alquranul Adzhim, beliau menafsirkan ayat yang mengatakan, “Dan tidaklah kami ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk ibadah” Ibnu katsir menafsirkan kata-kata ibadah dalam ayat tersebut dengan makna liya’rifun : untuk mengetahui, artinya Allah menciptakan jin dan manusia untuk mengetahui Allah sebagai Tuhan sekalian alam.  Ibadah tidak akan menjadi ibadah tanpa pengetahuan, pengetahuan tersebut adalah, pengetahuan terhadap siapa yang disembah.

Saat mengaku menjadi hamba Allah, sudahkah engkau menyembah Allah dengan benar (penuh pengetahuan)?, dan jangan mengaku menjadi hamba allah kalau belum melakukan ibadah dengan benar, apalagi kalau tidak beribadah sama sekali.
Kembali kepada pembahasan puasa Ramadhan, keterkaitan antara ma’rifatullah dengan puasa itu sendiri, dari siapa dan untuk siapakah puasa tersebut, dengan kata lain ma’rifatullah adalah bentuk lain dari makna ikhlas dalam ibadah khususnya puasa yang ikhlas tersebut tidak bisa ditinggalkan sama sekali.

Ikhlas sebagaimana penjelasan Imam Sahal At-Tustari adalah: gerak  dan diam mu, yang terlihat dan tak terlihat dari dirimu adalah untuk Allah.
Pemahaman ini jika dibawakan kepada puasa, berarti puasa tersebut adalah untuk Allah, dan semata-mata untuk Allah saja, iyyaka na’budu (hanya kepada Allah kita menyembah )

Ma’rifatullah, berkaitan erat dengan ma’rifatunnafs (pengetahuan akan diri sendiri) bagaimana mau tahu pencipta sedangkan yang diciptakan saja tidak tahu,
Nabi Muhamad SAW bersabda,  “ Siapa yang mengetahui akan dirinya, sungguh dia telah mengetahui Allah. Penciptaan manusia bukanlah sebuah peristiwa yang ada secara kebetulan seperti apa yang ditemukan dalam teori evolusi (Darwin), sebab jika kita memahami segala peristiwa terjadi secara kebetulan, berarti secara otomatis telah mengingkari hakikat manusia itu sendiri, hakikat manusia sebagai makhluk yang diciptakan tanpa unsur kebetulan.

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana cara mengetahui Allah tersebut, pengetahuan terhadap diri seperti apa yang membawa kepada pengetahuan tentang Allah, dalam hal ini Imam Ghazali mengatakan, “bentuk (fisik dan non fisik) Nabi Adam tersebut telah diciptakan Allah, itulah rahmat dari Allah yang tanpa rahmatnya sungguh Nabi Adam tidak bisa mengetahui Tuhannya karena tidaklah seseorang bisa mengetahui tuhan kecuali dia mengetahui akan dirinya”.

Dengan merenungi akan diri sendiri, barangkali demikian maksud dari kalimat yang dilontarkan oleh Imam Ghazali dalam kitab ( misykatul anwar ) tulisan beliau. Ma’rifatullah butuh kepada pembahasan yang begitu panjang, di lain tempat mungkin dapat ditemukan pembahasan lebih panjangnya.
Kemudian ma’rifatullah tersebut tidak terhenti hanya sampai sekedar tahu dengan Allah, aspek penting selanjutnya yang menjadi inti dari ibadah adalah tauhidullah (pengesaan Allah). Ke-Esa-an dan peng-Esa-an Allah tercakup dalam kalimat tahlil “ la ilaha illallah ”(tiada Tuhan selain Allah) dengan makna sederhananya: Tidak ada Tuhan sama sekali yang pantas disembah kecuali hanya Allah. Itulah dasar tauhid, yang mencakup semua bentuk tauhid uluhiah , rububiah, asma wa sifat.

Kembali ke pembahasan puasa, Berpuasa berarti mentauhidkan Allah dengan beribadah hanya semata mata kepada Allah. Imtisal liawamirillah (melaksanakan semua perintah Allah) menjadi bukti manusia bertauhid, karena memang sudah jelas bahwa berpuasa di bulan Ramadhan adalah perintah allah. Saat seorang Muslim berpuasa dengan penuh pengetahuan akan Allah atau penuh keikhlasan dalam berpuasa berarti Muslim tersebut telah mengesakan Allah dengan melaksanakan perintah tersebut penuh dengan pengetahuan.

 Mungkin yang menjadi pertanyaan di sini adalah, apa kaitan antara tauhid dengan pengetahuan akan Allah itu sendiri? Yang harus ditegaskan antara kedua aspek tersebut tidak bisa terpisah sama sekali. Analogi nya seperti ini, saat seseorang mengatahui yang membuat mobil ini adalah si Ahmad, saat itu juga orang tersebut akan mengatakan bahwa si Ahmad lah satu satunya orang yang telah menciptakan mobil ini. Dengan kata lain, pengetahuan tersebut tidak akan sama makna sama sekali jika tidak diiringi dengan sebuah pengakuan. Di situ pentingnya pengetahuan dan pengakuan dari diri.

Aspek berikutnya adalah Tanzihullah (mensucikan Allah dari segala bentuk kekurangan), aspek yang tidak bisa terlepas dari tauhid yang benar. Tanzihullah ini berbentuk pensucian akan zat Allah dari segala bentuk yang tidak sesuai bagi zat ketuhanan yang bersifat dengan segala bentuk kesempurnaan dan suci dari segala bentuk kekurangan.

Berbeda halnya dengan aqidah yang dipeluk oleh Yahudi yang menyifati Tuhan dengan sifat-sifat makhluk yang pastinya tidak sesuai dengan zat ketuhanan, begitu banyak ayat-ayat di dalam Al-Al-Quran yang berbicara seputar tanzihullah ataupun tasbih kepada Allah, sebagai contoh dapat kita temukan dalam surat al-anbiya ayat 87 yang berbunyi, “ Tiada Tuhan selain engkau maha suci zat engkau sungguh aku termasuk orang-orang yang zolim” .

Ramadhan dan segala ibadah yang ada di dalamnya adalah sarana bagi kita semua untuk menghambakan diri dengan sepenuhnya kepada Allah SWT, dengan melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya, semoga kita semua terjauh dari kemurkaan Allah, dan semoga Ramadhan yang penuh berkah menjadikan kita hamba Allah yang terdidik untuk benar-benar meresapi hakikat kita sebagai manusia yang bertuhan.

Mari kita semua menjalani ibadah sebagai hamba dengan penuh keyakinan bahwa Allah tidak akan menyiakan amalan yang telah kita lakukan.
 Hasbunallah wani’malwakil, Rabbana atina fiddunya hasanah wafilakhirati hasanah waqina azabannar. Wallahu min warailqashdi.


14.44 | Posted in | Read More »

Keseharian Seorang Muslim Dibulan Ramadhan

Keseharian Seorang Muslim Dibulan Ramadhan
1- Takwa

Allah Swt berfirman didalam Al Qur`an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Terjemah Indonesia: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. 3:102

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Terjemah Indonesia: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. 4:1

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
Terjemah Indonesia: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. 33:70-71

Dari beberapa ayat yang telah dipaparkan diatas kita bisa perhatikan bahwa semuanya mengandung inti takwa. Apa sih takwa itu? Apakah ia suatu benda yang aneh yang tumbuh didalam tubuh manusia?. Atau hanya sekedar kata-kata, atau bahkan sebagai jimat untuk mengelabuhi orang-orang?.

Banyak ulama yang mendefenisikan kalimat tersebut "Takwa "التقوي", para ulama memperkenalkan kalimat itu kepada para kaum muslimin dan muslimat, sebab kehadiran takwa ini didalam tubuh islam sangat besar peranya dalam kehidupan keseharian. Hidup seorang muslim tidak luput dari kalimat tersebut. Ketika ia akan beranjak ketempat tidur, ia harus bertakwa, ketika ia bangkit dari tempat tidur, ia harus bertakwa, ketika ia akan memulai segala aktivitasnya, ia juga harus bertakwa, dari ujung rambut sampai ujung kakinya harus ia takwa-kan secara menyeluruh tanpa terkecuali.

Secara bahasa, takwa itu diambil dari kalimat bahasa arab yang berasal dari kata وقي sedangkan artinya dalam bahasa Indonesia "Menjaga/melindungi". وقي artinya dalam bahasa arab adalah ﺩﻓﻊ ﺍﻟﺸﻲﺀ ﻋﻥ ﺸﻲﺀ , jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia "Menolak sesuatu dengan sesuatu". Adapun  ﺍﻟﻭﻗﺎﻴﺔ "Waspada" artinya adalah ﻤﺎ ﻴﻘﻲ ﺍﻟﺸﻲﺀ "Mewaspadai sesuatu". Sedangkan ﻭﺍﺘﻕ ﺍﷲ artinya adalah توقه , adapun maknanya secara menyeluruh adalah ﺍﺠﻌل ﺒﻴﻨﻙ ﻭﺒﻴﻨﻪ ﻜﺎﻟﻭﻗﺎﻴﺔ "Jadikanlah  antara engkau dan dia sebuah pelindung/prisai".
Seorang ulama yang bernama Al Asfahany mengatakan وقي artinya adalah: ﺍﻟﻭﻗﺎﻴﺔ ﺤﻔﻅ ﺍﻟﺸﻲﺀ ﻤﻤﺎ ﻴﺅﺫﻴﻪ ﻭﻴﻀﺭﻩ "Memelihara sesuatu dari hal-hal yang berakibat keji dan yang akan mencelakakan dirimu dengan cara mewaspadainya". Allah Swt berfirman:
فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا.
Terjemah Indonesia: Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. 76:11

Takwa itu akan menjadikan diri seseorang tersebut akan selalu waspada terhadap hal-hal yang akan menjadikan dirinya terjerumus, sebab ia takut kepada Tuhannya yaitu Allah Swt. Terkadang takwa itu diartikan dengan "Takut". Ia takut kepada Tuhannya, sehingga ia selalu waspada, sedangkan menempatkan sesuatu itu pada tempatnya adalah hal yang layak dan patut dan memang sudah seperti itu sepatutnya.

Adapun takwa secara syar`i adalah: Memelihara diri dari hal-hal yang melanggar hukum-hukum Allah dengan cara menjauhi laranganNya dan mengerjakan semua perintahNya.

Seorang penulis buku As Sholih yang bernama Muhammad Adib mengatakan takwa menurut istilah adalah: Selalu istiqomah dan taat kepada Allah dan rasulNya dengan penuh keikhlasan, kecintaan, selalu jujur, takut kepada Allah dengan hal-hal yang tidak dapat dililihat oleh mata kasar, selalu memelihara diri dari hal-hal yang dapat menjauhkan dirinya dari Allah Swt dan selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan cara yang telah diajarkan oleh rasulullah Muhammad Saw.

Sekarang kita telah mengenal apa itu takwa secara bahasa dan istilah, setelah kita mengenalnya, maka takwa bukan lagi hal yang asing jika kita mendengarnya dari orang lain, sebab orang-orang arab sangat sering dan bahkan acap kali mengucapkan kepada orang yang dianggapnya telah keluar dari aturan syar`i dengan kalimat اتق الله "Waspadalah engkau dari perhatian Allah".

Dibulan yang penuh hikmah ini, kita cukupkan diri kita dengan satu kata yaitu Takwa. Dikarenakan takwalah kita mau mengerjakan sholat, puasa, zakat dan lain sebagaianya. Wallahu A`lam

2- Dua Kalimah Syahadat

Saya punya pengalaman pribadi tentang dua kalimat syahadat, tepatnya pada tanggal 27 februari 1997, pada dasarnya saya tidak memahami apa makna dari dua kalimat tersebut dan apa hukum mengucapkannya bagi seorang muslim dalam kesehariannya nantinya. Mengucapkan dua kalimat syahadat adalah salah satu syarat bagi seseorang agar dikatakan Islam. Jika ada orang yang mengaku islam namun tidak mau mengucapkan dua kalimah syahadat, maka kita bisa katakan ia bukan muslim, namun bagaimana jika seandainya ada orang non muslim yang sering mengucapkan dua kaliamt itu?, namun ia tidak mengakui islam?.

Bagi umat islam, wajib hukumnya mengucapkan dua kalimat syahadat lima kali dalam sehari semalam. Jika kurang dari itu, maka perlu dipertanyakan keislaman seseorang tersebut. Namun pertanyaannya adalah: Apakah cukup dengan mengucapkan lima kali saja, dan lantas sudah bebas dari kewajiban?. Dari sini kita bisa melihat dan meletakkan nantinya posisi suatu kewajiban dan yang bukan wajib. Kenapa saya katakan wajib mengucapkan dua kalimat syahadat lima kali dalam sehari semalam?. Didalam rukun sholat itu ada namanya tahiyatul akhir, dan didalam pelaksanaan tahiyatul akhir itu wajib hukumnya membaca dua kalimat tersebut, jika dua kalimat tersebut tidak diucapkan, maka sholat sesorang itu tidak sah, alias batal dan harus mengulangnya kembali, ini sudah ittifak ulama. Siapa mengingkarinya maka ia dihukumkan kafir. Disinilah letak kewajiban mengucapkan dua kalimat syahadat dalam sehari semalam, jika ada yang mengucapkannya diluar sholat, maka itu adalah hal yang sunnah, dan bahkan wajib bagi orang yang hendak masuk islam, seperti yang saya alami secara pribadi. Umat islam saja wajib dalam sehari semalam lima kali mengucapkannya, itu artinya kita wajib memperbaharui keimanan kita melalui dua kalimat syahadat dalam keseharian kita. Dua kalimat syahadat bukan label yang bisa diucapkan sekali dalam seumur hidup. Tapi wajib memperbaharuinya dalam sehari semalam أشهد أن لا إله إلاّ الله و أشهد أن محمدا رسول الله "Aku bersaksi bahwa tidak Ada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad itu adalah utusan Allah". Allahu A`lam.



13.40 | Posted in | Read More »

Fadhilah Ramadhan

Ayo bersiap-siap menyambut Ramadhan!
( Fadhilah (keutamaan) Puasa Ramadhan )
Oleh: Muherman Numrah, Lc

Marhaban ya Ramadhan!

Engkau adalah tamu istimewa yang selalu hadir..
Ketika jiwa sudah dilumuri dosa
Engkau datang diwaktu kami membutuhkan didikanmu
Diwaktu kami seakan dan mulai lupa dengan akhirat

Kau begitu indah..
Allah Ta’ala menciptakanmu sangat indah
Sehingga setiap makhluq terpesona dengan kelembutanmu
Kau rangkul kami dengan lembut ke pangkuanmu

Engkau ajar kami nilai ibadah dan berjuang
Dan bagaimana ikhlas yang sebenarnya..
Engkau bimbing kami bagaimana menunaikan hak-hak Allah..
Didikanmu menjadikan kami dewasa
Didikanmu membuat kami selalu rindu kepadamu

Marhaban ya Syahra Ramadhan..
Marhaban ya Syahral Qur’an..
Marhaban ya Syahral jud (dermawan) wal karam..
Jangan engkau pergi tahun ini, sebelum kami benar-benar di redhai Allah..

Yang selalu merindukanmu…
Seluruh hamba-hamba berdosa di muka bumi!

Kenapa Ramadhan??

Puasa menurut bahasa adalah “Menahan”
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“…Sesungguhnya Aku Telah bernazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha pemurah, Maka Aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini". (QS. Maryam: 26).
Maksudnya: aku berpuasa (menahan bicara) dan tidak akan berbicara dengan siapapun hari ini.

Sedangkan menurut syara’ (Agama) maknanya adalah: Menahan dari segala yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar (waktu subuh) sampai terbenam matahari (maghrib).

Sedangkan Ramadhan maknanya adalah: Dinamakan ramadhan karna ia membuat panas perut orang yang berpuasa.
Dan Ramadha’: panas yang bersangatan
Dan dikatakan juga: maknya adalah Karna dia membakar dosa-dosa

Disunatkan menyebut Syahru Ramadhan (bulan Ramadhan) dan di makruhkan (agak di benci) menyebut Ramadhan saja, tanpa mengikutkan bulan.
Karna menurut sebagian Ulama, bahwa Ramadhan adalah salah satu nama diantara Nama-Nama Allah..Allahu A’lam!

Hukum Puasa

Tidak di ragukan lagi bahwa puasa ramadhan adalah fardu (wajib), bagi setiap muslim dan muslimah; yang baligh, berakal dan sanggup untuk berpuasa.

Orang-orang yang meninggalkan puasa ramadhan tanpa udzur (halangan syar’i) maka orang ini telah berbuat dosa besar.

Dan orang yang mengatakan puasa itu tidak wajib, maka para ulama ummat sudah sepakat mengkafirkannya.

Kecuali; bagi orang yang tidak berpuasa karna: tidak sanggup sebab kesehatan atau dalam rangka mencapai umur baligh, atau karna malas, atau karna ada halangan seperti wanita.

Dan semuanya memiliki hukum khusus buat golongan-golongan ini, dan terkhusus buat orang yang meninggalkan puasa karna malas, maka orang ini dihukum fasiq menurut kesepakatan Ulama ummat, sedangkan orang yang meninggalkan puasa karna menggap bahwa puasa ramadhan itu tidaklah wajib, maka orang ini adalah kafir; kafir yang belum mengeluarkannya dari millah (Islam), orang ini disuruh bertaubat dan belajar tentang ilmu Islam terutama puasa ramadhan beberapa kali, dan apabila dia masih enggan maka orang ini akan di hukum sesuai kesepatan Ulama.[1]

Hikmah Puasa

Puasa secara umum dan ramadhan secara khusus memiliki hikmah yang sangat banyak sekali, sehingga membuat pemiliknya enggan meninggalkannya dan mau melaksanakan ibadah yang sepertinya sulit ini, diantara hikmahnya adalah:


  1. Imtitsal liamrillah (menjalankan perintah Allah), dan ini merupakan sebaik-baik dan setinggi-tinggi hikmah melaksanakan puasa, perintah ini di jelaskan dalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 183:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

2.      Menjadikan pemiliknya pribadi yang bertaqwa
3.      Mendidik jiwa bagaimana mengendalikan diri dari syahwat
4.      Mendidik akhlaq, seperti: Taqwa, takut, ikhlas, jujur, taubat, menahan lidah, dll.
5.     Merasakan apa yang dirasakan orang-orang miskin, sehingga setiap pribadi bisa merasakan kelaparan sebagaimana dirasakan orang-orang miskin..sehingga terjadilah persamaan dan timbul pula rasa kasih dan sayang antar sesame.
6.      Mengingat penderitaan orang lain, sehingga bisa membuat hati kita lembut.
7.      Merubah diri.

Fadhilah Puasa dan Puasa Ramadhan

Puasa secara umum dan puasa Ramadhan secara khusus memiliki keistimewaan dan kekhususan sehingga membedakannya dari ibadah yang lain. Dalam tulisan berikut ini insya Allah kita akan memaparkan fadhilah dan keistimewaan tersebut:

Satu:  Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang dengannyalah akan sempurna Islam seseorang.


Dari Ibnu Umar radhiyallahu `anhuma berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
 “Islam dibangun di atas lima hal: Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunanikan zakat, haji ke baitullah, dan puasa Ramadhan”. ( HR. Muttafaq ’alaih.)[2]
Kedua: Puasa adalah amalan khusus yang Allah sendiri membalasnya, dan ia juga perisai, orang yang berpuasa memiliki dua kesitimewaan, bau nafas orang berpuasa lebih harusm disisi Allah dari bau kesturi.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Setiap amalan anak adam dilipat gandakan sepuluh kali kebaikan semisalnya, berfirman Allah ‘Azza WaJalla: “Kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dia meninggalkan  makanan dan syahwatnya karena-Ku”, untuk orang yang berpuasa dua kebahagiaan:  kebahagiaan ketika iftarnya (berbuka) dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabb-nya (Tuhan-nya), maka bau mulut orang yang berpuasa lebih baik disisi Allah dari pada harum kesturi, puasa adalah perisai (pelindung).”(HR. Bukhari dan Muslim).
Ketiga: Puasa adalah penjaga sebagaimana ia juga perisai
Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barang siapa yang belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah penjaga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dan sabda Beliau pula:
“Puasa adalah perisai, dengannya seorang hamba terjaga dari api neraka”. (hadits shahih riwayat Ahmad)


Keempat: Puasa sehari karena Allah akan membuat kita jauh dan terhindar dari neraka, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Dan barang siapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka Allah menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh musim.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Apalagi kita melakukan puasa selama sebulan penuh, sudah tentu akan menjauhkan pemiliknya dari Neraka sekian kali lipat.

Kelima: Puasa akan memberi syafaat pemiliknya setelah Al-Qur’an dihari kiamat kelak, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafa’at pada hari kiamat. Puasa mengatakan ‘Wahai Rabbku, aku menghalanginya dari makan dan syahwat pada siang hari maka berilah ia syafaat karenaku.’ Al-Qur’an pun berkata, ‘Aku menghalanginya dari tidur pada malam hari maka berilah ia syafa’at karenanya.” Rasulullah mengatakan, “Maka keduanya akan memberikan syafaat.” (HR. Ahmad dan Hakim).

Keenam: Dan beruntunglah orang yang selalu menjaga amalan mulia ini, dengan memasuki pintu sorga khusus yang dinamakan pintu Ar-rayyan, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘ALaihi Wasallam:
“Sesungguhnya dalam syurga terdapat sebuah pintu yang bernama Ar Rayyan, orang-orang yang berpuasa akan masuk melaluinya pada hariu kiamat, dan selain mereka tidak akan masuk melaluinya. Dikatakan : Dimanakah orang-orang yang berpuasa? Maka mereka pun berdiri. Dan selain mereka tidak akan memasukinya .
Maka jika orang-orang yang berpuasa sudah memasukinya ditutuplah pintu itu dan tidak seorangpun akan memasukinya, Dan barangsiapa yang telah masuk ia pasti minum dan barangsiapa yang minum ia tidak akan kehausan selamanya”. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Ketujuh: Puasa adalah penghapus dosa dan kesalahan, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Fitnah laki-laki pada keluarganya, hartanya, anaknya, tetangganya, dihapuskan oleh shalat, puasa dan sedekah. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Kedelapan: Pada bulan Ramadhan dibuka segala pintu sorga, di tutup pintu-pintu Neraka dan di belenggu para Syaithan.
Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
"Bila bulan Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup serta syaitan-syaitan dibelenggu". ( HR.Bukhari  dan Muslim).
Dan dalam irwayat lain; “Bila datang bulan Ramadhan di buka pintu-pintu langit, di tutup pintu Neraka, dan dibelenggu para syaithan”. (HR. Bukhari).
Dibuka pintu langit dalam artian; pintu langit selalu terbuka pada bulan mulia ini agar naiknya amal-amal shaleh hamba.
Kesembilan: Disamping tiga diatas..pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang sama dengan seribu bulan.
Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam biasanya memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa.” (H.R. Ahmad dan An Nasa’i).

Kesepuluh: Keistimewaan-keistimewaan berikut ini, pada sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, mengahapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan Dia membangga-banggakanmu kepada malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang-orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini.” (H.R. Ath Thabrani, dan periwayatnya tsiqah).

Kesebelas: Dan juga keistimewaan-keistimewaan berikut ini, pada sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wajalla setiap hari menghiasai surganya lalu berfirman (kepada surga): “hampir tiba saatnya para hambaku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu.” Pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada umatku ampunan pada akhir malam.” Beliau ditanya: “Wahai Rasulullah apakah malam itu lailatul Qadar? Jawab beliau: “Tidak. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya. (HR. Ahmad).
Penutup
Setelah kita paparkan sedikit tentang fadhilah dan keistimewaan puasa secara umum dan puasa Ramadhan secara khusus, maka tidak ada lagi yang bisa kita perbuat melainkan mempersiapkan seluruh hati dan semangat yang ada untuk menyambut bulan penuh berkah ini, janganlah menjadi manusia merugi pada bulan tersebut; karna orang yang merubi pada bulan tersebut adalah orang yang datang padanya Ramadhan sedangkan dia tidak diampuni.
Dan marilah kita manfaatkan bulan yang penuh berkah ini dengan menambah iman kita, memperkuat nilai dan tatbiq ibadah, dengan: berpuasa tanpa mengotorinya dengan segala hal yang bisa membatalkannya, bersedekah, memberi makan orang yang berpuasa, membaca Al-Qur’an, bertaubat dan beristighfar, banyak-banyak berdzikir, beri’tikaf! Dan manfaatkanlah kesempatan emas ini, karna kita tidak tahu apakah kita akan bisa lagi berjumpa dengannya tahun mendatang??!!
Dan yang perlu kita ingat pula; bahwa bulan ini lebih di kenal dengan istilah:

  •  Bulan pengampunan..maka selalulah bertaubat dan beristighfar, semoga kita mendapat ampunan Allah pada bulan suci ini.
  • Bulan Al-Qur’an..pada bulan ini ketha’atan bertambah kemaksiatan berkurang, maka perbanyaklah membaca Al-Qur’an, karna ia adalah pedoman hidup kita.
  • Bulan Rahmat..sebagaimana Allah telah merahmati dan menyayagi kita, maka kasihanilah makhluq-Nya, dengan berbagai cara..seperti: menyantuni anak-anak yatim dan fakir miskin.
  • Bulan memberi dan infaq..janganlah berbuat bakhil pada bulan mulia ini, supaya kita tidak terhalang dari keistimewaannya.
  • Bulan kemenangan..maka perangilah musuh yang selalu menghalangi langkah kita, musuh syaithan, sombong, iri, ghibah, namimah, bicara kotor, zina..dst!
Allahumma shalli ‘ala Nabiyyina Muhammad..Allahu A’lam! 
NB: Masih sesuai dengan teks asli (By Admin) 

[1] . Apabila orang ini enggan karna menganggap bahwa puasa ramadhan bukanlah wajib, maka dia disuruh bertaubat dan di ajarkan oleh ulama tentang hukum-hukum Islam, dan apabila dia masih enggan maka dia dibunuh..
Dan penulis tidak menyebutkan di bunuh diatas karna takut salah di fahami atau masih kurang cocok untuk beberapa orang, sebab kalimat ini sangat menakutkan..Allahu A’lam!
[2] . Muttafaq alaih, diriwayatkan oleh Bukhari  no hadist : 8 dan Muslim no hadist : 16.


09.33 | Posted in | Read More »

Belajar Baca Qur`an

Belajar Baca Qur`an
Oleh: Muhammad Syafi`i Tampubolon

Assalamulaikum Wr Wb, kali ini saya akan mencoba untuk berbagi cara cepat bisa membaca Al Quran khususnya bagi kaum muda menengah keatas. Mungkin saat ini banyak para orang tua atau para pemuda yang malu untuk belajar Qur`an dengan cara memanggil guru ngaji kerumahnya, apalagi sampai datang ketempat TPA yang disana kebanyakan adalah usianya dibawah 15 tahun, saya fikir ini adalah suatu hal yang agak sedikit mustahil barang kali.

Setiap orang mungkin memiliki cara sendiri dalam hal belajar, namun intinya adalah bagaimana kita bisa membaca Qur`an, sebab surga tidak pandang usia dan rupa, apalagi mereka yang malu, sifat malu itu bagus, namun letakkanlah pada tempatnya, sebab itu akan lebih bagus lagi.

Ketika saya berusia 15 tahun (1997), pada saat itulah saya memeluk agama islam ini, dan pada saat itulah perjuangan ini dimulai. Saya punya pengalaman pribadi yang nantinya mungkin bisa dijadikan sebuah motivasi untuk mengenal islam ini dan tentunya semua itu didasari dari bisa membaca Quran terlebih dahulu. Saya semenjak mengucapkan dua kalimah syahadah, saya hanya dengan waktu dua minggu sudah bisa membaca Qur`an walaupun terbata-bata, tapi guru ngaji saya bilang ini suatu rahmat yang diberikan Allah kepada saya. Namun, cara itu yang memberikan dan menerapkannya kepada saya adalah guru ngaji tadi. Baiklah, kita tidak memperpanjang mukoddimah lagi, namun yang saya tekan-kan kepada anda adalah "Bersungguh-sungguhlah untuk belajar, luangkan waktu, dan kalau bisa jangan cari waktu,". Semoga kerabat-kerabat sekalian bisa lebih cepat dari saya nantinya bisa membaca Qur`an dalam waktu satu minggu.

Tahap Pertama

- Untuk tahap awal ini, saya hanya meminta anda untuk benar-benar dan bersungguh-sungguh serta dibarengi dengan niyat "Saya harus bisa baca Qur`an dalam waktu 1 minggu". Insyaallah Allah akan beri anda jalan dan kemudahan.
- Pertanyaannya adalah: Apa yang harus saya lakukan sekarang?. Bagus, berarti anda sudah siap untuk menerima langkah-langkah selanjutnya.
- Yang perlu anda lakukan sekarang adalah untuk mengenal huruf arab, kita akan coba memperkenalkan huruf-huruf abjad arab.

ا ب ت ث ج ح خ د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن لا و ي ء

Alif (ا) Ba (ب) Ta (ت) Tsa (ث) Jim (ج) ha (ح) Kho (خ) Dal (د) Dzal (ذ) Ro (ر) Zai (ز) Sin (س) Syin (ش) Shod (ص) Dhod (ض) Tho (ط) Jho (ظ) A`in (ع) Oghin (غ) Fa (ف) Qof (ق) Kaf (ك) Lam (ل) Mim (م) Nun (ن) Lam Alif (لا) Wau (و) Ya (ي) Hamzah (ء)

Sebaiknya anda mulai dengan mengucapkan basmalah ketika akan mulai belajar, dan jangan lupa untuk mengakhirinya dengan hamdalah.

Anda sudah melihat bentuk-bentuk huruf abjad dasar arab, dan saya juga sudah mencoba melatinkannya dengan cara yang mudah dalam bentuk ucapan bahasa indonesia. Jumlah huruf itu semuanya ada 29 huruf. Mulai saat ini, bertasbilah anda dengan huruf-huruf arab, saya yakin, dalam waktu 15 menit anda akan hafal satu huruf, tinggal kalikan saja, dalam waktu jangka 435 menit anda sudah bisa hafal 29 huruf hija`iyah (Ejaan arab). Satu hari itu kalau tidak salah 24 jam, sekitar 1440 menit. Sekitar 7 jam lebih 15 menit (435 menit) anda sudah hafal, mudah bukan...?. tidak perlu seharian, dan anda bisa sambil bekerja tanpa harus merasa terganggu.
Kemudian, liburlah sehari, namun disambilin untuk mengulang-ulang hafalan tadi. Jika anda punya pacar, suami, istri, abang, kakak dan lain sebagainya, mintalah ia untuk melihat huruf-huruf itu dan anda melafazkannya dihadapan mereka tanpa melihat catatan. Jika sudah berhasil, berarti anda sudah lulus tahap awal dengan sukses. Selamat berjuang dengan waktu yang ada.

Tahap Kedua

- Tahap pertama telah anda lalui dengan baik, selanjut sekarang masuk ketahap kedua, pertanyaannya adalah: "Apa yang akan saya lakukan lagi?, saya sudah tidak sabar ingin cepat-cepat bisa baca Qur`an". Sabar, jangan buru-buru yah. Tetap dengan wajah tersenyum dan tarik nafas untuk pelajaran selanjutnya.
- Huruf-huruf yang anda hafal tadi masih huruf asli dan belum bisa disambung, jadi, anda harus menghafal baris-baris yang akan diletakkan nantinya diatas atau dibawah huruf-huruf tersebut. Kita akan beritahu sekarang baris-baris tersebut.

َ ِ ُ ً ٍ ٌ ْ
Anda telah melihat bentuk yang aneh-aneh diatas bukan?, itu bukan aneh, itu namanya baris, saya akan coba perkenalkan satu persatu.

a ( َ ) i ( ِ ) u ( ُ )

an ( ً ) in ( ٍ ) un ( ٌ )

Tidak dapat dibaca ( ْ )

Semua bentuk ini juga harus dihafal, jika kita perhatikan, jumlahnya hanya sedikit, hanya tujuh bentuk, anda hanya butuh waktu sekitar 105 menit untuk menghafalnya, tidak sampai dua jam. Gampang bukan?. Allah itu tau betul kalau hambanya itu semua pandai-pandai, cerdas-cerdas dan semangat untuk mencari surga, ingatlah wahai saudaraku, Allah tidak melihat hasil yang anda kerjakan, tapi Allah sangat memperhatikan sejauh mana usaha anda untuk itu semua. Selamat mencoba semoga anda menjadi orang pilihan untuk masuk surga. Bersambung.....


14.00 | Posted in | Read More »

Nasyid

Nasyid Nasyid Nasyid

12.34 | Posted in | Read More »

Hukum Berpuasa Dibulan Ramadhan

Ramadhan

Ditulis oleh: Mhd. Syafi`i Tampubolon

Diantara duabelas bulan tersebut, ada satu diantaranya yang sangat mulia, sebab satu bulan penuh umat islam diberikan waktu oleh Allah Swt untuk beribadah, nilai-nilai ibadah dibulan ramadhan akan membuat seorang hamba akan selalu merindukan masa-masa tersebut.

Berpuasa pada bulan ramadhan hukumnya wajib dan fardhu a`in bagi setiap personal muslim. Difardhukan puasa ramadahn pada bulan sya`ban pada pertengahan tahun hijriyah setelah hijrah rasulullah kemadinah. Adapun dalil kefardhuannya Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.

Terjemah Indonesia: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. 2:183

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا 
فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ.

Terjemah Indonesia: (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. 2: 184

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ.

Terjemah Indonesia: barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. 2: 185

Rasulullah bersabda:
 أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ. رواه الترمذي ومسلم

Terjemah Indonesia: Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat Turmuzi dan Muslim)

Secara ijma` para ulama mengatakan wajib berpuasa dibulan ramadhan, barang siapa mengingkarinya maka ia dihukumi kafir.

Puasa secara etimologi adalah الإمساك (Menahan) dari sesuatu. Jika seseorang menahan dirinya dari berbicara atau menahan dirinya dari hal yang lain. Didalam Al Qur`an Allah Swt berfirman:

إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

Terjemah Indonesia: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini".. 19: 26

Puasa disini maknanya adalah menahan diri, sebab sayidah Maryam menahan diri dari berbicara.
Adapun puasa secara terminologi syar`i adalah "Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa selama sehari penuh, dari terbit fajar hingga menjelang matahari terbenam dengan melaksanakan semua syarat-syarat dan rukun puasa yang telah ditetapkan oleh para ulama"

Rukun puasa

Allah berfirman didalam Al Qur`an:

فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ.

Terjemah Indonesia: Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. 2: 187

Dalam mazhab Syafi`i, Hanafi dan Maliki rukun puasa ada 3, diantaranya:
1- Niyat.
2- Menahan diri dari hal-hal yang membuat batal puasa.
3- Masuk waktu yang telah ditentukan

Dalam mazhab Hanbali hanya satu, yaitu Menahan diri dari hal-hal yang membuatnya batal.

Syarat Puasa

Dalam mazhab Syafi`i syarat puasa itu dibagi dua, diantaranya;
1- Syarat wajib puasa.
2- Syarat sah puasa.

Syarat wajib puasa ada empat, diantaranya;
1- Islam
2- Baligh.
3- Berakal.
4- Mampu untuk berpuasa.

Syarat sah puasa ada empat, diantaranya;
1- Niyat.
2- Tidak makan.
3- Tidak minum.
4- Tidak bersenggama.

Adapun dalam mazhab-mazhab yang lain hampir sama dalam hal syarat dan rukun puasa. (Akan dijelaskan dalam pembahasan yang lain)

Hal-hal yang membatalkan puasa

Ketika seorang muslim melaksakan ibadah puasa, hendaklah ia memperhatikan hal-hal yang membatalkan ibadah puasanya, adapun yang membatalkan puasa tersebut diantaranya:
1- Memasukkan sesuatu kedalam tenggorokannya dengan sengaja.
2- Memasukkan sesuatu kedalam dua lobang tempat keluar kotoran.
3- Muntah dengan sengaja.
4- Jima` dengan sengaja.
5- Mengeluarkan sperma dengan sengaja.
6- Haidh.
7- Nifas.
8- Hilang akal.
9- Pingsan.
10- Murtad.

Dari beberapa pemaparan diatas, maka kita bisa mengetahui syarat-syarat dan rukun puasa serta yang membatalkan puasa. Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Wallahu A`lam.

15.29 | Posted in | Read More »

Blog Archive